Twitter Saya @DewiDifa tentang Perbedaan dan Dialektika (220412)

The three dialectic stages

The three dialectic stages



Saya banyak tak sepakat dengan berbagai ideologi dan pemikiran. Bukan berarti menutup telinga, berteriak dan memaksa, cara menghadapinya

Mempelajari pemikiran berbeda sembari berkontemplasi “pemikiran saya mungkin salah, mereka mungkin benar” menjauhkan ego intelektual semu

Ketika intelektualitas mati dan egoisme memuncak karena tak mampu membalas argumentasi, Mereka lupa kakerasan tak mampu taklukkan pemikiran

Atas nama kesucian pemikiran yang tak boleh berkembang, mereka mengacungkan pedang menghunus yang dianggap berbeda.

Mereka lupa, pemikiran selalu luput dari hunusan pedang kekerasan. Mereka hanya hanya bisa tunduk pada antitesis yang terbukti faktanya.

Apa salahnya berbeda, berkembang, dan beroposisi? Lupakah beahwa kita terlahir dari zat yang berbeda lalu menyatu?

Wahai Indonesia, “Bhinneka Tunggal Ika” ternyata masih koma. Belum pernah benar2 tersadar dan melihat realita semenjak kau terlahir.

Mungkin Ibu Pertiwi harus memasang spanduk “Dilarang Berbeda” dan “Wajib Menjadi Mayoritas”