Celotehan Twitter Saya @DewiDifa tentang Kasus Ahmadiyah (24 April 2012)

Penutupan Masjid Ahmadiyah

Penutupan Masjid Ahmadiyah

Saya membela Ahmadiyah bukan karena sepakat dengan mereka. Tapi atas dasar humanisme, kebebasan memeluk agama, dan kebebasan berpendapat.

Perbedaan makna dalam suatu ajaran dapat dipertemukan dalam wadah diskusi intelektual yang damai dan hangat.

Ketika salah satu pihak melakukan kekerasan untuk membungkam perbedaan, kapasitas intelektualnya harus dipertanyakan.

Ketika ego “saya pasti benar” melambung tinggi, atas nama kesucian ajaran, kekerasan menjadi jawaban. Kata mereka, itu amanat Tuhan.

Tuhan mana yang suka umatnya melakukan kekerasan, padahal akal sehat sudah dibagikan pada tiap umat sedari awal?

 

Apakah mereka, yang memilih kekerasan sebagai cara menyikapi perbedaan, tidak datang saat akal sehat dibagikan Tuhan?

Ketika saya terbangun dengan nikmatnya pagi ini, mereka tersentak bangun karena mungkin nyawa taruhannya jika tertidur lelap

Bangun2 baca berita sembari ngopi.. Ah, ternyata ketika aku terlelap dengan santainya, kekerasan masih terjadi di muka bumi.