Celotehan Twitter Saya @DewiDifa pada Hari Buku Sedunia (230412)

book

book

Banyak teman2 kiri yang bertanya mengapa saya membaca buku Marx, Lenin, Engels, dsb? Padahal pemikiran saya bertentangan dgn mereka.

Juga membaca karya2 Soekarno, Sjahrir, dan Tan Malaka.. Beberapa pemikirannya saya sepakat, tapi tidak semuanya.

Untuk saya, membaca pemikiran mereka yang berbeda itu penting, karena bisa saja saya salah dan mereka benar.

Selain itu, saya dapat memahami pola pikir mereka dan bagaimana mereka mengambil kesimpulan. Bahkan ada pemikiran mereka yg saya terima.

Dulu sempat disangka “orang kiri” karena banyak membaca buku2 “kiri”. Sempat pula disangka agamis karena membaca buku2 agamis.

Jangan lihat pemikiran saya hanya dr buku2 yg saya baca. Saya tertarik membaca seluruh ide dan pemikiran yg tertulis di tiap lembaran kertas

Pemikiran saya tertuang dalam setiap pendapat, opini, paper, dan jurnal yang pernah saya tuliskan atau saya utarakan..

Namun, tanpa takut atau malu, pemikiran tersebut dpt saya kritisi kembali lalu dikembangkan lagi. Jk pemikiran salah, saya harus mengakuinya

Merubah pemikiran bukan berarti plin plan, tapi menundukkan ego pemikiran “saya pasti benar” dengan kritis dan fair

Itulah mengapa saya membaca berbagai macam pemikiran. Tanpa takut memahami jalan pemikiran mereka yang bertentangan dengan saya.

Memahami pemikiran orang lain atau belajar pengetahuan baru tidak hanya dari buku. Teknologi membantu kita dalam menyebarkan informasi.

Membaca tidak selalu menjadi sararana yang pas untuk mengembangkan pemikiran. Banyak yang tidak nyaman membaca atau bahkan diseleksia

Menonton Film, dari drama, dokumenter sampai biografi bisa menjadi cara yang asik untuk “membaca” dan menambah wawasan.

Bahkan bagi yang tidak ada waktu untuk membaca dan menonton ada ‘audiobook’ yang menemani kamu di tiap aktivitas. Tinggal dengarkan saja.

Banyak cara utk belajar & menambah wawasan. Jika membaca buku tidak terlalu nyaman untukmu, Video, audio, dan diskusi bisa jadi alternatif.

Mantengin Kultwit dan diskusi di facebook juga bisa jadi alternatif seru. Tapi jangan lupa untuk melihat lagi sumbernya.

Apapun yang kamu baca, dengar, dan tonton layak untuk kamu kritisi isinya. Boleh juga ragukan atau sepakati dengan alasan rasional🙂

Di hari buku sedunia ini, saya ucapkan selamat “membaca”. Baik dr buku fisik, PDF, nonton, mendengar,atau berdiskusi. Selamat berdialektika