Catursila Dasar Negara Kita

Maka disusunlah Kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat bengan berdasar kepada: Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradap, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan seuatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tentu kita semua sering mendengar atau membaca kalimat ini. Di atas adalah pembukaan UUD 1945 yang berisi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan berbangsa sejak tanggal 18 Agustus 1945. Jika sedikit jeli, pembukaan yang di dalamnya tercantum rumusan resmi Pancasila yang menjadi bagian tak terpisahkan tersebut. Cukup tergambar pula bagaimana mendesaknya Undang-Undang Dasar ini disahkan.

Ada dua kata utama dan empat kata tugas yang saya tulis miring dalam pembukaan yang dibahas ini. Kata-kata tersbut memberikan kesan bahwa dasar Negara kita bukan pancasila. Kata utama yang dimaksud adalah bedasar dan mewujudkan. Sedangkan kata tugas yang dimaksud adalah kepada, dan, serta, dan dengan.

Kata berdasar, dalam KBBI bermakna ‘ada dasarnya; memakai dasar; beralasan’, sedangkan kata berdasarkan berarti ‘menurut; memakau kata dasar beralaskan; bersendikan; bersuber pada’; kata mewujudkan berarti’ menjadikan berwujud; menyatakan; melaksanakan; menerangkan dengan benda yang konkret’’

Kata hubung dan memerankan peran penting dalam kalimat. Kata dan dapat digunakan untuk menghubungkan kalimat, benda, atau kata kerja dan apapun yang setara. Dalam kalimat pembukaan diatas, kesetaraan ditunjukkan oleh beberapa kata, seperti berdasar atau berdasarkan kepada. Artinya, semua hal yang dinyatakan sebelum dan sesdudah kata hubung dan dapat dinyatakan setara.

Tidak demikian halnya dengan pernyataan mengenai keadilan sosial Bagian kalimat yang diawali dengan serta dengan jelas menyatakan bahwa keadilan sosial adalah sesuatu yang harus diwujudkan. Itu berarti yang harus diwujudkan itu, dalam hal ini adah keadilan sosial tentuah bukan dasar, melainkan tujuan. Artinya dasar yang empat itu menjadi landasan untuk mewujudkan cita-cita, yaitu kedilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini dapat menyadarkan kita bahwa dasar Negara kita bukanlah Pacasila, melainkan Catursila. Dari pembahasan di atas, dapat dijelaskan bahwa dasa Negara kita adalah Catursila, karena tujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak mungkin disejajarkan dengan keempat sila sebelumnya yang dinyatakan sebagai dasar.

Terlihatlah dengan jelas, pemakaian kata menjadi sanat penting dalam merumuskan sesuatu. Terlihat pulalah baha pemakaia bahasa sering tidak enjadi perhatian.