Pelecehan Terhadap Perempuan

Pelecehan terhadap perempuan bukan karena cara berpakan perempuan tersebut, tapi bagaimana kita memandang perempuan tersebut sebagai manusia.

Didi Syafirdi – detikNews

Kairo – Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah
melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan
menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu.

Bentuk pelecehan seksual pria itu, adalah menyentuh, mengerling,
meneriaki hingga eksibisionisme (memperlihatkan alat kelamin di depan
perempuan). Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (18/7/2008)
berdasarkan laporan penelitian Hak Perempuan Mesir.

“Pelecehan seksual sudah menjadi kebiasaan dan sangat nyata dialami
oleh semua perempuan di Mesir. Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, ”
ujar laporan itu.

Baik penduduk dan turis perempuan di Mesir sering mengalami pelecehan
seksual di jalanan Mesir, kendati lingkungan Mesir dikelilingi
lingkungan Islam yang konservatif.

Sebanyak 98 persen perempuan asing mengaku mengalami pelecehan
seksual di Mesir.

Hasil survei terhadap 2 ribu laki-laki dan perempuan Mesir, serta 109
perempuan asing percaya pelecehan seksual di Mesir mengalami
peningkatan.

Hal ini terjadi karena menurunnya kondisi ekonomi dan rendahnya
kesadaran akan nilai-nilai agama.

62 Persen laki-laki Mesir mengaku telah melakukan pelecehan,
sedangkan 83 persen
perempuan Mesir melapor sering dilecehkan secara seksual.

Setengah perempuan yang disurvei hampir setengahnya mengatakan
pelecehan itu dilakukan tiap hari.

Hanya 2,4 persen perempuan Mesir yang melapor ke polisi atas
pelecehan yang dialaminya. Kebanyakan perempuan ini tidak melapor
karena takut akan merugikan reputasinya dan mereka juga tidak percaya
siapa yang akan menolong mereka.

Sekitar 53 persen laki-laki menyalahkan perempuan, karena membawa
nuansa seksual dengan
mengunakan pakaian yang tidak senonoh.

“Perempuan dan laki-laki Mesir berdasarkan hasil wawancara, setuju
perempuan yang
memakai pakaian ketat pantas menerima gangguan,” ujar survei.
(nwk/iy)