Sebuah Penggalan

“Masa itu, rupanya orang-orang intel kewalahan menghadapi tingkah laku sastrawan muda. Mau dilawan tidak ada alasan, jika dibirakan terus iklim bisa rawan. Lalu kami yang tua-tua ditahan. Lalu anak-anak muda itu mereka gerakkan mencari gerakan solidaritas kemana-mana. Maka kesibukan mereka beralih karena kegairahan mendapatkan simpati. Demonstrasi dan baca puisi berhenti.”

Penggalan cerpen A.A. Navis ‘Penangkapan’