Seorang Dia

endless_love_painting.jpg


Seorang dia dalam mimpi

Yang tersenyum menungguku terjaga

Seorang dia yang tak mengusikku saat terlelap

Atau merayu ketika mataku terbuka

Seorang dia yang cemburu pada bantal dan selimutku

Namun malu-malu, Yakin aku karena dia lugu

Seorang dia yang iri pada mentari katanya

Karena menjemputku pada waktu yang membawaku pergi

Di alam mimpiku

Dia tak mengalir dalam langkah yang kutempuh

Namun tidak diam hanya melihatku

Seorang dia dan aku.. Hanya bertemu ketika mentari lelah dan bulan menyerahkan waktuya

Seorang dia yang menerimaku apa adanya

Mencintaiku tanpa alasan entah mengapa

Memberikan nalar pikiran yang abstrak

Menerima logikaku yang terkadang membuatku muak

Seorang dia dulu pernah ada tidak dalam imajinasi belaka

Ketika mentari kami tak satu waktu lagi dan bulan tak kami lihat bersamaan, aku pergi

Karena seorang dia memiliki waktunya yang tidak ia sadari da aku memiliki waktuku tanpa toleransi

Seorang dia tak akan kembali lagi dalam mimpiku malam ini

Mimpi seorang aku yang tak menikmati mimpi-mimpi malam hari