MENUNGGU SUAMI NGEPET!!!!

pigart.jpg

Baru berasa dan memahami perasaan seorang istri yang menunggu suaminya ngepet nyari rezeki yang seutuhnya tidak halal ketika ditinggalkan oleh teman2 PSIK yang memutari Situ Lembang dengan prediksi 3 jam akan sampai lagi ke tempat semula. 11 orang mengitari Situ Lembang dan 2 orang -dati dan saya- menunggu di tenda karena saya sempat muntah semalaman -yang mungkin karena gak terbiasa makan gak nasi setengah matang, cumi asin rasa soto daging ala Dati yang dibeli supaya dati gak ngambek (maap dat, selow lah kita…) juga karena terbiasa hidup di zona nyaman peradaban.
3 jam berlanjut dan masih belum khawatir karena yakin mereka meneduh-karena memang sempat hujan- dulu sehingga terlambat sampai di tenda. Kami, saya dan Dati, masih menjaga api agar tetap menyala agar mereka merasa hangat ketika datang (Sungguh perhatian bukan….. KALIAN HARUS MERASA BERSALAH!!!!). Tidak lama kemudian Aan dan hari yang memang berniat menyusul akhirnya datang dan mulai menakuti kami ,”Situ lembang mah cuma dikitarin 1 jam”.Kata2 mereka sedikit membuat kami panik ( namun tidak terlalu panik2 amat…. TAPI KALIAN HARUS TETAP MERASA BERSALAH AKAN SEDIKIT KEKHAWATIRAN KAMI!!!!!).

Waktu menunjukkan pukul 23.00 , Hari mulai menyusul mereka dan observasi tempat yang kemungkinan dijadikan mereka tempat berteduh . Kami ditinggal bersama Aan yang ngobrol ngalor ngidul ( kalian musti tau… Dia ngomong bahwa surga dari legenda Adam-Hawa itu di Indonesia, persis seperti dia menceritakan bahwa Ken Arok adalah pencipta celana dalam) . Lalu ivan dan sawung menyusul datang. Kami cukup mengobrol banyak untuk mengalihkan perasaan khawatir, seperti biasa juga kami masih membahas kasus PLTSA (yang akhirnya saya memtuskan untuk terlibat juga). Tidak lama Hari datang lagi dan kami mulai membicarakan strategi bersama jika yang terburuknya mereka terseat dan kami harus menghubungi bantuan, karena memang tidak ditemukan jejak mereka dan ada indikasi mereka tersesat jauh ( Damn… apa jadinya kalau kalian tersesat bersama kader 07, PSIK BISA DITUTUP….. Ok, sekarang saya mulai khawatir. KARENA ITULAH KALIAN HARUS MEMBAYAR KEKHAWATIRAN KAMI, TERUTAMA SESEORANG PALING TUA -YANG BELUM LULUS JUGA-DI ROMBONGAN TERSESAT ITU).

Sudah lebih dari pukul 01.00 . Kami membuat rencana penyelamatan. Rencananya adalah: Akan dibuat 3 team. Team 1 berisi saya, Hari, Aan, dan Sawung yang akan menelusuri jejak mereka, Team 2 :Dati dan Aul ,yang menunngu di Barak dan team 3 :ivan, yang akan menghubungi Dilvo dan anak2 GD lainnya untuk membantu pencarian mereka. Suasana semakin tegang. Lalu, ketika sudah 7 jam menghilang, Sawung, Hari dan Aan mulai mencari mereka lagi setelah baru menyadari mereka tidak membawa bahan makanan( CEPATLAH PULANG…. JANGAN BIKIN KASUS LAGI SAMA REKTORAT…. DAN OKE, AKU KHAWATIR BANGET,AKU GAK PEDULI KALIAN BAYAR PERASAAN KHAWATIR INI ATAU GAK, YANG PENTING KALIAN PULANG….).
Sekitar pukul 02.00. Aul dan Ivan yang baru datang dan kelelahan memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.. tinggallah saya dan dati menunggu api dengan cemas yang lalu mulai membahas tentang legenda babi ngepet yang apinya harus dijagain biar si babi ngepet gak mati ditombak warga (walaupun gak percaya, tapi tiba2 mengerti perasaan seorang istri yang menunggu suaminya ngepat. Terus menjaga api agar tetap menyala. Dan jika apinya mulai redup-yang berarti si babi ngepet sedang dalam bahaya- sang istri harus mematikan apinya). “Rasanya kayak nunggu suami ngepet ya dif, kita harus jagain apinya biar suami kita selamat sampe besok dan gak ditombak warga”. “Bener banget Dat, ni api gak boleh mati”, walaupun alasan sebenarnya kami menjaga api adalah agar mereka dapat menghangatkan diri ketika pulang. Kami semakin cemas ketika rombongan pencari datang dan mengatakan bahwa mereka tidak ditemukan. Kami lalu menyusun rencana kembali untuk pencarian mereka besok.
Ketika hampir pagi… Setelah lelah menjaga api, saya memutuskan untuk tidur dulu agar besok siap dalam kelompok penyelusuran. Tidak lelap dan dipaksakan, tapi tidur ini untuk menjaga fisik saja. Tidak lama kemudian, ketika matahari semakin menghangatkan, Hari berteriak membanhunkan kami bahwa anank2 itu telah pulang setelah tersesat 12 jam. Cukup menyebalkan, melihat mereka pulang riang gembira sambil bernyanyi sementara kami yang menjaga tenda sudah seperti 2 orang istri yang menunggu suami ngepet dengan perasaan khawatir(OH… OKAY, SEKARANG AKU MENUNTUT KALIAN ATAS PERASAAN KHAWATIR INI, AKU CABUT PERKATAANKU YANG TIDAK PEDULI PADA PERTANGGUNGJAWABAN KALIAN ATAS KEKHAWATIRAN YANG KAMI RASAKAN… TERUTAMA KAMU, PRIA YANG BELUM LULUS, AKU KHAWATIR KAMU TIDAK MENEPATI SEBUAH JANJI JIKA SESUATU TERJADI !!!!!!!)….

Yah,,, setidaknya mereka pulang(TAPI JANGAN LUPA,,, KALIAN AKAN AKU TUNTUT PERTANGGUNGJAWABANNYA, KALIAN SEMUA…!!!!!)…..