Cerita Malam Yang Tidak Biasa

father.jpg

 

Yah….

kau mungkin akan menumpahkan kopimu jika waktu kita masih ada

Kau mungkin akan menatapku sambil mengerutkan alis

Bertanya-tanya ada apa dengan putriku?

Yah…

kau mungkin sudah menyadrinya ketika mungkin aku salah memasukkan garam ke dalam kopimu…

Melihatku bertingkah aneh dan tidak terlihat tidak terlalu peduli dengan diskusi malam yang tidak sehat kita..

Dan mataku yang besar tidak lagi berbinar ketika kita tidak saling betukar ide…

yah…

kau mungkin akan bertanya walau udah sadar akan apa yang terjadi dengan puterimu..

Melihatku dengan muka yang jail dan berkata…

Siapa pawang macan yang galak dan susah diatur itu?

Dan kau akan terus tertawa sehingga ibu ikut mendengar dan berkata dengan jahil juga,

bahwa ia akan membuat bubur merah persis ketika aku mendapatkan menstruasi pertama…

yah…

Andaikan kau masih dapat melihatku tesipu di balik muka angkuhku…

Yang menentang untuk menunduk dan benci untuk membungkuk…

Tapi yah….

Ada suatu saat ketika keangkuhan itu kulupakan…

Dan berdiri sendiri tidak lagi menyenangkan…

bahkan berpikir logis juga aku sengaja tidak menjadikannya pertimbangan…

Suatu saat ketika aku bersamanya, dan melihatmu terawa melihat tingkahku…

Yah…

Andaikan Kopimu masih dapat kurasakan, apakah kau akan terus menertawaiku…

dan berkata seperti biasa bahwa hal itu sudah dapat kau prediksikan…

Dan berkali-kali aku tidak percaya walau sudah terjadi sebelumnya…

Sambil berkata lagi, aku sudah menjalani kisah itu dan kutau benar kenangkuhanmu adalah turunanku…

Karena itu semua aku bertemu dengan ibumu, yang menjadi pawang macanku, dan penawar semua keangkuhan, ego, sifat keras kepala, keambiusan dan segala sifat keras lainnya yang aku wariskan padamu…

Yah…

Diskusi malam ini mungkin tidak hanya tentang politik

Tapi juga tentang CINTA…..

Dan Ideologi setengah pasang sayapku…