TAKUT MEMULAI -> NYAMAN MENYALAHKAN DUNIA

Kita harus mulai lagi dari yang palin awal, kecuali jika kita ingin berputar selamanya dalam lingkaran tanpa memperoleh kemajuan yang berarti.

Francis Bacon (1561-1626)

Namun pertanyaannya adalah apakah kita berani memulai dari awal setelah sekian jauh kita melangkah walaupun kita sudah berkesimpulan bahwa langkah yang kita ambil tidak sesuai? Menurut yang saya lihat, banyak orang yang lebih setuju mengambil langkah yang salah dengan alasan bahwa dia sudah sejauh itu. Sejauh apa? Pertanyaan yang selalu saya layangkan . Bagaimana kita dapat berkesimpulan sudah terlalu jauh dari perjalanan awal?

Melihat pengalaman dan merasakan pengalaman seperti ini sudah tidak jarang. Mendengar alasan terlalu jauh dan tidak sanggup kembali, terdengar seperti suara seorang pengecut yang takut memulai lagi dari awal dan mereka mulai menyalahkan dunia terhadap apa yang dirasakannya. Terlalu sombong mengambil kesimpulan bahwa kita berjalan terlalu jauh. Perjalanan hidup bukankan dapat diulang, dipercepat, dan sangat panjang? Setua apa usia kita menempuh perjalanan hidup? Terlalu pengecut karena sepertinya menyalahkan dunia lebih kecil resikonya daripada bertanggungjawab atas hidup walau disalahkan oleh orang lain. KITA YANG MEMILIKI HIDUP BUKAN? KITA YANG SAMA-SAMA MENENTUKAN HIDUP BUKAN?

Mengapa harus takut memulai dari awal? Apakah merasa terlalu nyaman dengan menyalahkan keadaan? Padahal sudah jelas kita lihat kita hanya berada dalam lingkaran tanpa ada kemajuan yg berarti. Tidak lagikan kita mempunyai ambisi meraih apa yang kita mimpikan?

Kondisi ini mungkin saja bisa kita jadikan alat untuk menyalahkan orang lain, meminta perhatian orang lain, dan kita merasa bangga mempunyai permasalahan hebat. Sayang kawan, kita pasti tidak akan puas dengan menyalahkan orang lai bersenjatakan penderitaan kita. Kita hanyalah orang lumpuh pengemis sedekah perasaan. Kita akan kekurangan dengan penderitaan dan mulai menjadi masokis yang menyayat habis bekal keberanian untuk mulai lagi perjalanan dari awal. Kita mulai melebih-lebihkan dan semakin jauh dari mimpi-mimpi segar yang mungkin saja dekat dengan jalan yang seharusnya bisa kita mulai lagi….TAPI KITA HANYA ORANG YANG TERANJUR BANGGA DENGAN PENDERITAAN DAN NYAMAN DENGAN MENYALAHKAN KEADAAN DAN MENGEMIS-NGEMIS PERASAAN ORANG LAIN UNTUK MEMPERHATIKAN KITA LAGI….