STABILITAS NEGARA VS HAM

slavery.jpg

Mengingat lagi kasus hilangnya aktifis di masa orde baru dan kasus pembunuhan aktifis HAM skala nasional Munir, semakin membuat kita mempertanyakan lagi bagaimana dengan kebebasan hak berbicara dan berpendapat di dalam suatu Negara. Ada spekulasi yang menyatakan bahwa aktifis-aktifis ini membahayakan stabilitas Negara. Seperti apa stabilitas yang harus dipertahankan? Segitu lemahkan sehingga harus melanggar Hak Asasi Manusia?

Tergelitik juka saya mendengar bahwa jika kebebasan bicara dan memberikan sebuah pandangan terhadap orang lain dalam kadar tertentu mengganggu stabilitas Negara sehingga orang tersebut, yang memberikan pandangan dan pemikirannya , harus dieksekusi. Dalam pendangan saya, justru semakin menguatkan dugaan saya terhadap stabilitas yang begitu rapuhnya sehingga tidak siap dengan pandangan-pandangan yang bertentangan. Negara atau sebuah system bukankah sebaiknya dirancang untuk dapat menerima rangsangan internal maupun internal seperti itu? Jikka gangguan seperti itu saja tidak disiapkan, maka system tersebut tidak matang.

Kasus pembunuhan aktifis yang terkuak juga salah satu contoh ketidakmatangan system. Jika eksekusi menjadi pilihan untuk antisipasi serangan, maka seharusnya dapat diakukan dengan lebih baik, tidak tercium oleh public. Dengan terciumnya hal ini kepada public, bukankah hal ini juga mengganggu stabilitas? Padahal, stabilitas akan semakin terganggu jika sudah dalam skala masa yang lebih banyak, skala masyarakat. Mau sebanyak apalagikah eksekusi yang notabenenya adalah pelanggaran hak asasi manusia harus dijalankan ?

Bukankah retorika sebaiknya diawan dengan retorika? Perang ide seperti semakin membuka pandangan dan wawasan masyarakat juga terhadap pemikiran baru dan masyarakat akan secara progresif semakin siap untuk berperang pemikiran. Keprogresifan dan kesiapan bersaing seperti itulah yang seharusnya dimiliki oleh system. Eksekusi yang mengatasnamakan untuk menjaga stabilitas Negara, apalagi sampai tercium public menurut saya cukup menunjukkan ketidakmatangan sebuah system. Maka, system tersebut haruslah secepatnya diganti atau diperbaiki.

Sepakat atau tidak, mari kita berdiskusi….