SEBUAH PENGHARGAAN UNTUK HANNA RENGGANIS

Kata-kata sederhana ini didedikasikan untuk seorang Hanna. Perempuan keras kepala yang terkadang munafik untuk membicarakan seucap kata tabu yang secara definitif tidak dapat kita terima bernama ‘cinta’….. Seorang Hanna yang mimiknya selalu terbaca justru ketika menyembunyikan perasaannya…..

Seorang Hanna pernah berkata ” Keluarga berarti tidak ada yang ditinggalkan”

Tapi tanpa sadar aku meninggalkannya entah karena mimik antagonis atau sikap aroganku yang seakan tidak mau tahu…

Seorang Hanna selalu keras kepala, karena apapun yang dia pikirkan pastilah sudah diperhitungkan tanpa luput sesuatu bernama perjuangan…

Tapi kita seolah tidak mau mendengarkan….

Seorang Hanna berlari kesana kemari untuk sesuatu yang kita yakin benar….

Tapi mengapa kita tidak menghargai?

Seorang Hanna sadar akan sebuah perbedaan ideologi….

Karena itu dia pergi…..

Tapi keluarga ini tetap ada walau berawal dari organisasi…

Silakan pulang kapan saja, jakan katakan kau hanya berkunjung….

Salam antagonis, Kusumadewi Priraharjo.

…………………………………………………………………