SEBUAH PENGHARGAAN UNTUK EVAN

Tulisan ini adalah didedikasikan untuk teman saya, Evan, yang saya yakin ia heran mengapa saya menuliskan ini untuknya. Kami jarang bercakap-cakap, berjumpa dan menyapa saja jarang. Tapi, beberapa hari yang lalu , Evan memberikan pelajaran berharga untuk saya, walapun secara tisak sadar dan juga tidak secara langsung ia berikan pada saya.

Pelajaran yang Evan berikan pada saya dating dari cerita seorang teman berinisial O, yang secara lagsung mendaatkan pelajaran berharga dari Evan. O , Evan, X dan beberpa teman lainnya tergabung dalam 1 kelompok tugas. Secara pribadi saya nilai, mereka adalah kelompok cemerlang yang sepertinya akan menyelesikan tugas sangat baik dengan waktu yang cepat. Namun, dari cerita sahabat saya, O, Ia merasa sedikit tertekan di sana. O , menurut pengakuannya bukanlah siswa cemerlang yang dapat melakukakn tugas yang diberikannya dengan memenuhi harapan dari teman-teman sekelompoknya. Kata-kata seperti “ Kerja dong O, jangan begnong aja “ atau “ Lo nyampah banget sih di kelompok” sering dilontarkan oleh X, seorang siswa cemerlang di kelompok tersebut.

Di saat seperti itulah, Evan memberikan pelajaran berharga. Evan, yang sebenarnya dapat melakukan tugas O dalam waktu beberapa menit saja, memanggil O. “O, bantu saya bikin ini dong” (sesuatu bernama “ini” adalah tugas yang diberikan kelompok tersebut untuk O).  O lalu mendekati Evan dan mulai mengerjakan “ini “ dengan bantuan Evan. Evan mengajarkan  O membuat “ini” dan akhirnya O menyelesaikan tugas yang diberikan kelompoknya untuknya. Otidak lagi diintimidasi oleh X, karena ia sudah menyelesaikan tugasnya. Mungkin hal ini terkesan simpel. Tapi, menurut O, pelajaran yang diberikan oleh Evan sangat bermakna untuknya. O merasa tenang karena dia tidak direndahkan lagi oleh X, dan merasa dapat diterima oleh kalangan orang cerdas di program studi kami.

O menceritakan kembali apa yang dialaminya pada saya. O sangat berterimakasih pada Evan. Sayapun, jika berada di posisi O akan sangat berterimakasih. Evan lebih memilih untuk menyelesaikan masalah kelompoknya denga cara yang tidak mengintimidasi teman sekelompoknya, tapi memberikan solusi untuk teman sekelompoknya secara pribadi yang berdampak pada penyelesaian masalah di kelompoknya.

Saya, sebagai orang yang mendapatkan pelajaran secara tidak langsung dari Evan, mengucapkan terimakasih untuk Evan. Saya ingin teman-teman saya juga mendapatkan pelajaran berhraga yang pernah Evan berikan, sehingga saya menuliskan cerita ini. Cerita ini adalah penghargan untuk Evan. Dan semoga teman-teman yang lain mendapatkan pelajaran darinya.