Accept The Past

montres.jpgI`ts not your past because you can`t accept it……. I`ts your present, or maybe gonna be your future…. Badly, you’ll always stagnan because of it….

Sepertinya kita pernah menyimpan sesuatu yang belum selesai di masa lalu kita dan terus saja kita permasalahkan tanpa bisa kita menerimanya. Badly, kita mungkin tidak puas dan tidak memikirkan bagaimana menyelesaikannya. Mungkin seseorang pernah berbuat salah pada kita dan ego seorang manusia terkadang menuntut si pembuat salah untuk terus minta maaf dan menyalahkannya. Namun, pernahkah kita melihat, merasakan bagaimana si pembuat salah pernah memaafkan kita, pernah menangis karena kesalahan kita dan terus mendampingi kita saat kita kesal terhadapnya?

Aku adalah seorang perempuan yang pernah berada di posisi keduanya. Dengan track record yang suka berselingkuh, dan memagang teguh integritas perselingkuhan, tentu aku pernah ada di posisi tak temaafkan. L, someone in my past, mungkin tidak akan pernah memaafkan aku dan dia terus saja tidak mau bertegur sapa, bahkan melihat mataku sampai sekarang.

Aku juga pernah berada di posisi yang satunya lagi seperti yang aku katakan sebelumnya. Tapi aku telah memaafkan dia yang telah melakukan kesalaha, karena … aku berpikir bahwa hanya karena dimaafkanlah, seseorang akan mendapatkan pelajaran lebih banyak daripada tidak termaaafkan.

L, tidak memaafkan aku tentunya, sampai sekarang pun aku tidak peduli terhadap tidaktermaafkannya aku. Tepi seseorang yang pernah memafkan aku karena kasus yang sama membuat aku tidak pernah bisa melupakan apa saja yang telah seseorang tersebut berikan kepadaku. Dan karena seseorang tersebutlah aku belajar untuk bisa memeafkan seseorang. Belajar untuk bisa memberikan pelajaran yang terbaik untuk orang lain yang tidak bisa memaafkan dan tidak bisa memaafkan .

Apakah kita tidak bisa menerima kenyataan, kita bisa seenaknya saja menyalahkan seseorang tanpa ampun? Dan semakin membuatnya bingung bagaimana lagi cara meminta maaf dan terus saja menjadi sadokis dan masokis dengan saling membuka lagi luka yang seharusnya sudah tertutup oleh maaf dan menerima kenyataan.