<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SAYAP BARAT</title>
	<atom:link href="http://sayapbarat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sayapbarat.wordpress.com</link>
	<description>sebuah kritikan tentang hidup</description>
	<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 13:04:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kepulauan Pasifik</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/10/14/kepulauan-pasifik/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/10/14/kepulauan-pasifik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 12:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[ 

Pulau Pasifik atau Oseania, terdapat lebih dari 25.000 pulau dan kurang lebih 25 negara dan teitorial yang tersebar dari barat dan memusat di Laut Pasifik. Walaupun Kepulaulan Pasifik memiliki luas jutaan kilometer kubik, jumlah luas daratannya hanya 1.261.456 sq km. Sedikit lebih besar dari Afrika Selatan, sedikit lebih kecil daripada peru dan memiliki perbandingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pulau Pasifik atau Oseania, terdapat lebih dari 25.000 pulau dan kurang lebih 25 negara dan teitorial yang tersebar dari barat dan memusat di Laut Pasifik. Walaupun Kepulaulan Pasifik memiliki luas jutaan kilometer kubik, jumlah luas daratannya hanya 1.261.456 sq km. Sedikit lebih besar dari Afrika Selatan,<span> </span>sedikit lebih kecil daripada peru dan memiliki perbandingan dangan Alaska sebesar 4 : 5. Kepulauan New Guinea, New Zeland dan Hawai mempunyai 93 persen luas daratan. New Zealan di kepulauan bagian selatan memiliki peringkat ke 12 untuk pulau terbesar di dunia. Sedangkan, New Zealand di bagian utara memiliki peringkat ke 14.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kepulaunan pesifik dibadi menjadi 3 subregional yaitu Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia. Mela dari kata Melanesia dapat berarti hitam atau gelap, yang dapat diartikan dengan corak kulit masyarakat Melanesia yang gelap. Mikro dalam kata mikronesia dapat berarti kecil, karena melihat dari tubuh masyarakat Mikronesia yang pendek dan kecil. Sedangkan poli dalam kata polinesia yang berarti banyak, mengartikan kepulauan polinesia yang sangat banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Melanesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Melanesia memiliki luas 5.600 km .Dari barat laut hingga tenggara, Melanesia terdiri dari : Papua New Guinea, Papua,Pulau Solomon, Pulau Fiji, Pulau Caedonia, dan beberapa pulau dari Negara Vanuatu. Pulau terbesar di Melanesia adalah New Guinea. Pulau terbesar di kepulauan pasifik dan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland.<span> </span>Bagian timur dan selatan New Guenea adalah negeri Solomon dan Venuatu, dan kepulauan Fiji. Terdapat lebih dari 700 bahasa di sini.<span> </span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Mikronesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kepulauan kecil dan pulau-pulau karang Micronesia menyebar luas meliputi bagian besar wilayah utara Melanesia dan timur Asia. Mikronesia memiliki 4 bagian kepulauan. Kepulauan Carolina, kepulauan Mariana, Palau, dan Guam. Di timur<span> </span>Mariana adalah kepulauan Mershal. Di bagian tenggara Mariana adalah Negara Kiribati yang berada di wilayah ekuator. Negara kecil Nauru di bagian barat Kiribati juga termasuk dalam Mikronesia. Kepulauan Mikronesia sangat kecil denga luas daatan hanya 3240 sq km. Lebih dari itu, Makronesia hanya mencakup sekitar 3,6 persen dari total wilayah daratan Oseania.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Polinesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Polinesia, berada di bagian tengah dan selatan Pasifik. Polinesia lebih besar bahkan dari jumlah luas totam Mikronesia dan Melanesia jika digabungkanPolinesia terdiri dari American Samoa, Cook Island, French Polynesia, Hawai, New Zealand, Niue, Pitcairn Island, Samoa, Tokelau, Tonga, Tuvalu, Wallis dan kepulauan Futuna.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">KEADAAN ALAM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Selain New Zealand dan Kepulauan bagian selatan, Kepulauan Pasifik memiliki iklim tropis atau ubtropis. Temperatur berkisar mendekati 27° C<span> </span>(80° F) sepanjang tahun. Di ketinggian yang lebih tinggi, temperatur turun hingga mencapai 1,7° C<span> </span>(3° F) untuk setiap kenaikan ketinggian 300m.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Vegetasi kepulauan pasifik sangat beragam bergantung dari jenis daratannya. Kepulauan yang bertautan dengan benua memiliki vegetasi iklim tropis dengan hutan mangrove yang mengelilingi pulau. Tanah dan kepulauan karang sedikit jumlahnya, berpasir dan sangat kurang subur.<span> </span>Vegetasi yang jarang, hanya tediri dari semak belukar, puhon-pohon kecil, dan sangat banyak ditemukan pohon palm. Namun, di kepulauan rendah yang menerima lebih banyak curah hujan, terdapat beberapa hutan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">PENDUDUK KEPULAUAN PASIFIK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kepulauan Pasifik teridiri dari berakam ras dan kelompok etnis, yang berasal dari migrasi wilayah yang terjadi ribuan tahun lalu. Mereka termasuk penduduk Melanesia, Mikronesia dan Polinesia, yang kemungkinan perasal dari Asia Tenggara, Eropa dan Amerika, Cina, dan Indian yang menemukan Fiji. Imigran lainnya yang termuda adalah penduduk Vietnam yang mendiami Caledonia dan Vanatu. Lalu yang lainnya juga adalah penduduk Filipina yang mendiami Mikronesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tidak terhitung banyaknya bahasa yang ditemukan. Terdapat sekitar 1200 bahasa di kepulauan psifik, dan sekitar 700 bahasa terdapat di New Guinea. Bahasa-bahasa ini dibagi dalam dua kelompok, Papuan dan Malayo-Polynesian. Bahasa Papua terdapat di New Guinea, sedangkan Malayo- Polinesian terdapat di tempat lain di kepulauan Pasifik. Mayoritas penduduk di Kepulauan Pasifik menggunakan bahasa Malayo-Polinesian dalam kesehariannya. Bahasa Inggris dan bahasa Perancis, digunakan sebagai bahasa resmi Negara atau daerah yang diajarkan dalam bahasa pengantar di sekolah. Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi dari Fiji, Kiribati, New Zealand, Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, Tonga, Vanuatu, dan Negara bagian Mikronesia. Bahasa Perancis menjadi bahasa resmi dari French Polinesia, New Cacedonia, Vanuatu, dan Wallis-Futuna</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Penduduk dan Kebudayaan Melanesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Walaupun terdapat banayak keberagaman penduduk asli di Melanesia, secara keseluruhan, penduduk<span> </span>di sana berkulit hitam dan berambutt keriting. Suku asli New Guinea bermigrasi bermigrasi ke pulau tersebut lebuh dari 30.000 tahun yang lalu. Kelompok kedua,<span> </span>suku<span> </span>Papua, mendominasi populasi penduduk di New Guinea. Kelompok ketiga adalah suku<span> </span>Melanesia, yang mendiami prtama kali dan merupakan suku asli Melanesia yang mendiami bagian ujung selatan New Guinea dan beberapa pulau dia Melanesia. Ketiga kelompok suku ini, merupakan keturunan ras Austroloid yang mendiami Australia dan beberapa bagia dari Asia Tenggara. Ras yan tidak berkulit gelap yang berada di wilayah Melanesia dapat kita temui di Fiji, yang memiliki kulit lebih terang yang biasa kita temui di wilayah Polinesia. Juga, beberapa penduduk Fuji juga berasal dari suku Indian yang dibawa oleh kapal Inggris anatara tahun 1979 dan 1916 untuk bekerja di pergebunan tebu. Kebanyakan penduduk Melanesia berkehidupan dari bertani dan sangat menganut budaya patrilineal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Penduduk dan Kebudayaan Makronesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pulau-pulau dibagain timur Mikrinesia didiami oleh pe <span> </span>nduduk keturunan ras Polinesia, atau mongoloid, yang karakteristiknya adalah berkulit lebih terang dan berambut hitam lurus atau bergelombang, tapi tidak ikal. Di uung bagian barat kepulauan, ras kulit coklat Melayu dan kulit hitam Melanesia juga ditemukan.Karena sebagian besar mata pencaharian menra adalah sebagai pelaut dan sering bepergian antar pulau, Secara umum, penduduk Mikronesia hidup di pantai. Selain di Kiribati, kebudayaan di Mikronesia menganut system matrilineal. Di sana, kekeluargan juga sangat tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sebelum jaman colonial, penduduk Mikronesia adalah penganut politeisme, yaitu kepercayaan yang menganut lebih dari satu tuhan atau dewa. Mereka percaya tuhanlah yang mengatur kesehatan, cuaca, dan kondisi-kondisi lainnya. Misionaris dari Amerika dan Eropa mengubah sebagian besar penduduk Mikronesia menjadi beragama Kristea, terutama Katolik Roma. Seni dan kerajinan di Mikronesia berupa ornament, tato, dan kerajinan kayu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Penduduk dan Kebudayaan Polinesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Polinesia, tidak seperti di Mikronesia dan Melanesia memiliki kebudayaan, bahasa dan kondisi fisik yang hamper serupa semua. Polinesia berasal dari ras mongolod, yang memilki kulit lebih terang dan tubuh lebih tinggi daripada penduduk di Mikronesia dan Melanesia. Rambut mereka hitam dan lurus atau bergelombang. Walaupun nenek moyang mereka tidak menggunakan bahan baku logam, mereka lebih memiliki kebudayaan yang lebih tinggi lagi dengan menggunakan bahan material yang terdapat di sana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sebelum jaman colonial, penduduk polinesia juga menemikan berbagai macam cara menangkap ikan, seperti menggunakan perangkap, jarring dan bermacam teknik menangkap ikan lainnya. Penduduk polinesia juga membuat patung besar yang terdapat di kepulauan bagian timur. Mereka sangat lihai dalam seni kerajinan tangan, yang keahlian tersebut diturunkan dari keluarga mereka hingga sekarang. Seni dan kebudayaan lainnya adalah seni suara dan tarian, yang cukp terkenal hingga sekarang di Kepulauaan Pasifik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pada jaman colonial, penuduk Polinesia percaya pada banyak tuhan, yang mewakilkan banyak aspek dalam lingkungan. Penduduk polinesia bahkan percaya bahwa mereka adalah keturunan langsung dari dewa-dewa mereka. Namun, seperti kebanyakan kepulauan pasifik lainnya, penduduk Polinesia sekarang menganut ajaran Kristen. Mayoritas beragama Protestan, dan minoritas menganut Katolik Roma. Di French Polinesia, terdapat 55 persen populasi yang menganut Protestan, dan sekitar 36 persen yang menganut Katolik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">PEMERINTAHAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kepulauan Pasifik terdapat 10 negara Independen seperti Fiji, Nauru, New Zealand, Papua New Guinea, Solom Island, Tonga, Tuvalu, Vanuatu, dan Samoa. Hawai adalah Negara bagian dari Amerika Serikat, Papua adalah profinsi dari Indonesia, dan pulau paling timur adalah bagian dari Chile. Enam pemerintahan mandiri tetap menjaga hubungan dengan Negara bekas kolonialnya. Cook Island dan Niue dengan New Zealand; Federated States of Micronesia, Marshial Island, Palau, dan kepulauan mariana selatan dengan Amerika Serikat. Dan 7 Teritoral terdaftar dalam Negara lain. Ketujuh teritori ini adalah New Caledonia, French Polynesia, dan Waliis dan Natuna yang terdaftar termasuk dalam wilayah Perancis; Tokelau yang terdaftar dalam wilayah New Zealand; Pitcairn Island yang terdaftar dalam wilayah Britain; Dan American Samoa dan Guam yang terdaftar dalam wilayah AmerikaSerikat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">SEJARAH</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Asal Mula Penduduk Kepulauan Pasifik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kepulauan Pasifik dihuni pertama kali oleh migrant dari Asia Tenggara. Walaupun tidak diketahui persis kapan migrasi itu dilakukan, cukup jelas mereka mulai menghuni di akhir jaman es, selama masa Pleistosin ( berakhir 10.000 tahun lalu ). Selama jaman es, luas laut lebih kecil daripada sekarang, Selat Sunda dan Sahul tidak tertutup air pada saat itu. Selat Sunda menghubungkan semenanjung Asia Tenggara dan menghubungkan banyak pulau di bagian barat Indonesia, seperti Pulau Jawa dan Sumatra. Selat Sahul menghubungkan Australia, New Guinea, dan kepulauan Aru di Indonesia. Ketika Selat Sunda dan Sahul tertutup, New Guinea terpisah dari Australia dan kepulauan bagian timur Indonesia semakin memisah dari Indonesia Tengah karena tertutup oleh air. Ras kulit hitam, yang disebut Austroloit, berlayar sampai ke New Guina dan pulau-pulau lain di Melanesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Gelombang selanjutnya dalam migrasi, ras Asia yang berbahasa Melayu-Polinesia, mendiami New Guinea dan sampai ke tenggara dengan menggunakan kano. Mereka menjangkau Kepulauan Fiji sekitar 3.500 tahun lalu. Diawal sekitar 5.000 tahun lalu, gelombang migrasi lainnya, bertubuh lebih pendek dan berkulit lebih terang, menjelajah kea rah timur dari Indonesia dan Filipina ke kepulauan Mikronesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span> </span>Kepulauan Pasifik yang terakhir dihuni adalah Polinesia. Penduduk Polinesia, dengan karakteristik ras Asian, beberapa berasal dari Asia Tenggara. Pelayar Polinesia menempuh daerah Pasifik menggunakan bintang sebagai penunjuk. Mereka melengkapi wilayah oseania dengan menemukan Hawai pada sekitar abad ke 7 sampai 13. Karena hamper semua populasi Kepulauan Pasifik melewati Melanesia, wilayah tersebut memiliki penduduk yang menrupakan pencampuran dari banyak ras lainnya..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Eksplorasi Eropa dan Kolonial </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Orang Eropa pertama yang menemukan Pasifik adalah seorang penjelajah dari Spanyol bernama Vasco Núñez de Balboa. Tujuh tahun kemudian, Navigator Portuis bernama Ferdinand Magelland, berlayar dari Spanyol, melewati Amerika Selatan yang kemudian berlayar sampai ke pasifik. Ia lalu mendarat di Kepulauan Tuamotu dan Guam. Penjelajah Eropa lainnya, termasuk Jakob Le Maire dan Abel Janszoon berlayar sampai ke Pasifik di awal abad ke 17. Walaupun semua penjelajah ini sangat mengerti tentang Pasifik, Navigator Inggeris bernama Kapten James Cook lah yang memberitakan Oseania ke Eropa. James Vook juga yang menemukan Kepulauan Sandwich pada abad 18 yang<span> </span>kemudian dikenal dengan kepulauan Hawai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:15pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Penduduk eropa memberikan tragedy dan inovasi pada penduduk asli Kepulauan Pasifik. Penyakit yang diderita oleh penduduk eropa seperti TBC, cacar, dan campak mengurangi populasi di Oseania,terutama di Polinesia. Di beberpa wilayah kepulauan terjadi penurunan kepadatan penduduk. Penyakit yang ditularkan tidak berhenti menjangkit sampai pada awal abad ke 20. Selama abad ke 19, Perancis, Ingrris, Jerman dan Amerika Serikat menyatakan hamper seluruh kepulauan Pasifik menjadi Negara kolonialnya.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=221&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/10/14/kepulauan-pasifik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Chaos</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/10/14/teori-chaos/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/10/14/teori-chaos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 06:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[science &amp; mathematics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Chaos memiliki keterkaitan dengan konsep keteraturan dan ketakteraturan. Dalam ilmu matematika, keteraturan dapat dianalogikan dalam sifat ekuilibrium dan periodic. Sebuah sistem dikatakan memiliki sifat ekuilibrium jika perilaku dan konfigurasi sitem tidak berubah dalam sekala besar untuk rentang waktu yang lama. Sedangkan, sebuah sistem dikatakan periodic ketika sistem tersebut memiliki perilaku yang berubah namun memiliki pola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Chaos memiliki keterkaitan dengan konsep keteraturan dan ketakteraturan. Dalam ilmu matematika, keteraturan dapat dianalogikan dalam sifat ekuilibrium dan periodic. Sebuah sistem dikatakan memiliki sifat ekuilibrium jika perilaku dan konfigurasi sitem tidak berubah dalam sekala besar untuk rentang waktu yang lama. Sedangkan, sebuah sistem dikatakan periodic ketika sistem tersebut memiliki perilaku yang berubah namun memiliki pola yang berulang menurut waktu. Salah satu karakter utama dari kondisi chaos adalah sensitive pada kondisi awal. Hal ini berarti perbedaan kecil dalam nilai awal akan berdampak besar pada hasil akhir</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sifat Keteraturan yang identik dengan chaos adalah keadaan sistem yang bukan ekuilibirum dan bukan pula periodic. Dalam perspektif ini, kita dapat mendefinisikan bahwa kondisi chaos adalah saat memiliki tak hingga atraktor ( kondisi ekilibirium atau kondisi periodik ). Chaos tak hingga atraktor ini ditandai dengan banyaknya titik atraktor yang sangat berbeda untuk setiap iterasi (kondisi pengulangan).</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Chaos dipahami sebagai keadaan yang memiliki tak hingga titik atraktor. Keadaan tak hingga titik atraktor ini mengakibatka kemustahilan dalam melihat perilaku akhir sistem. Keadaan tak hingga atraktor ini menjadi sebab terjadinya sifat sensitive pada kondisi awal. Sebagai contoh, seorng perencana kota dari Bapeda memiliki tugas untuk menyiapkan sekenario pembangunan beberapa tahun ke depan. Perencanaan ini akan sangat terkait dengan kebijakan ekonomi politikus nasional hingga keputusan kependudukan walikota baru serta renteten interaksi yang mengikutinya. Semua itu berpeluang untuk member andil dalam wajah kota tersebut beberapa tahun mendatang.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dari sebuah koefisien buatan Aleksandr Lyapunov, atau dapat kita sebut sebagai koefisien lyapunov didapatkan hasil bahwa dalam sistem yang chaos sekalipun terdapat sifat keteraturan. Hal tersebut memberikan harapan tentang pengukuran dalam wilayah-wilayah yang chaos, karena justru di dalam sistem yang chaotic tersebut terdapat beberapa bagian sistem yang sederhaa dan stabil. Dari koefisien lyapunov tersebut juga didapatkan adanya sebuah daerah unik di dalam chaos, atau sering disebut tepi chaos. Daerah tersebut penting karena menyimpa model yang dapat digunakan dalam memahami sistem chaos secara keseluruhan. Seluruh sistem chaotic ini memiliki tingkat kompleksitas paling tinggi pada saat berada di daerah tepi chaos. Pendekatan yang memiliki wawasan seperti ini dikenal dengan pendekatan kompleksitas-sebuah pendekatan baru yang menuntut adanya interdisiplinaritas antara bidang ilmu.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dalam diagram Lyapunov dihasilkan bahwa ternyata chaos juga disusun oleh bentuk geometri yang sama dengan penyusun chaos itu sendiri. Sifat inilah yang dalam matematika disebut dengan fractal. Fraktal dapat didefinisikan sebagai bentuk geometri yang tidak teratur namun memiliki kemiripan dengan dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;"><strong>PS : Untuk penggemar setia blog ini.. maaf ya jika post yang kali ini gak terlalu menyenangkan.. </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;text-align:justify;">
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=214&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/10/14/teori-chaos/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senandung Istri Bromocorah</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/15/senandung-istri-bromocorah/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/15/senandung-istri-bromocorah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 13:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TENTANG DUNIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[
Nak berhentilah
Jangan sekolah bapakmu sudah tak kerja
Nak jangan menangis
Memang begini keadaannya
Pangkalan jatah ditoko toko dan diparkiran
Sudah bukan milik bapak lagi
Nak mari berdoa
Agar bapak selamat dari penembakan
Berita gencar
Disetiap lembaran koran
Tentang dibunuhnya para bromocorah
Maafkan bapakmu anakku
Yang tak bisa membesarkanmu
Jangan kau benci bapakmu
Entah bagaimana masa depanmu
Entah bagaimana hari depanmu
Oh anakku
Jangan kau ikuti jejak bapakmu
Nak mari berdoa
Agar bapak selamat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:center;">Nak berhentilah<br />
Jangan sekolah bapakmu sudah tak kerja<br />
Nak jangan menangis<br />
Memang begini keadaannya</p>
<p style="text-align:center;">Pangkalan jatah ditoko toko dan diparkiran<br />
Sudah bukan milik bapak lagi</p>
<p style="text-align:center;">Nak mari berdoa<br />
Agar bapak selamat dari penembakan<br />
Berita gencar<br />
Disetiap lembaran koran<br />
Tentang dibunuhnya para bromocorah</p>
<p style="text-align:center;">Maafkan bapakmu anakku<br />
Yang tak bisa membesarkanmu<br />
Jangan kau benci bapakmu<br />
Entah bagaimana masa depanmu<br />
Entah bagaimana hari depanmu</p>
<p style="text-align:center;">Oh anakku<br />
Jangan kau ikuti jejak bapakmu</p>
<p style="text-align:center;">Nak mari berdoa<br />
Agar bapak selamat dari penembakan<br />
Berita gencar<br />
Disetiap lembaran koran<br />
Tentang dibunuhnya para bromocorah</p>
<p style="text-align:center;">Maafkan bapakmu anakku<br />
Yang tak bisa membesarkanmu<br />
Jangan kau benci bapakmu<br />
Entah bagaimana masa depanmu<br />
Entah bagaimana hari depanmu</p>
<p style="text-align:center;">Oh anakku<br />
Jangan kau ikuti jejak bapakmu</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">(Iwan Fals)</p>
<p style="text-align:center;">
</blockquote>
<p>Jadi ingat lagi kasus Petrus.. Kali ini saya melihat dari sudut pandang kemanusiaan. Jika bromocorah sampai harus ditembak mati secara misterius seperti ini, dapat diindikasikan pemerintahnya tidak mampu menangani masalah tersebut. Semoga Petrus tidak akan pernah ada lagi&#8230;</p>
<p>PREMAN JUGA MANUSIA BOSS..!!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/207/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/207/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=207&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/15/senandung-istri-bromocorah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukuman Mati untuk Pengkhianat</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/13/hukuman-mati-untuk-pengkhianat/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/13/hukuman-mati-untuk-pengkhianat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 07:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa saya ingin membunuh pengkhianat??

Karena saya tidak tega membuatnya merasa bersalah setiap hari&#8230;
       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Mengapa saya ingin membunuh pengkhianat??</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Karena saya tidak tega membuatnya merasa bersalah setiap hari&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/205/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/205/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=205&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/13/hukuman-mati-untuk-pengkhianat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipikal Anak ITB</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/06/tipikal-anak-itb/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/06/tipikal-anak-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 10:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[KAMPUSKU.. RUMAHKU..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimankah anak ITB dalam pikiran saya? Pertanyaain ini sedikit dipengaruhi oleh naluri saya sebagai seorang mentor INKM yang akan mementor dan bertukarpikiran dengan teman-teman 2008 yang akan menjadi bagian dari keluarga ITB, dan pengalaman saya melihat senior-senior yang sudah jadi &#8220;orang&#8221;&#8230;

Anak ITB tuh kayak MACAN..
Kecilnya lucu-lucu..
Gedenya bisa MAKAN ORANG&#8230;

       [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagaimankah anak ITB dalam pikiran saya? Pertanyaain ini sedikit dipengaruhi oleh naluri saya sebagai seorang mentor INKM yang akan mementor dan bertukarpikiran dengan teman-teman 2008 yang akan menjadi bagian dari keluarga ITB, dan pengalaman saya melihat senior-senior yang sudah jadi &#8220;orang&#8221;&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">Anak ITB tuh kayak MACAN..</p>
<p style="text-align:center;">Kecilnya lucu-lucu..</p>
<p style="text-align:center;">Gedenya bisa MAKAN ORANG&#8230;</p>
</blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/202/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/202/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=202&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/08/06/tipikal-anak-itb/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kemahasiswaan ITB (Terbaru untuk kedua kalinya)</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/24/sejarah-kemahasiswaan-itb-terbaru-untuk-kedua-kalinya/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/24/sejarah-kemahasiswaan-itb-terbaru-untuk-kedua-kalinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 13:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[KAMPUSKU.. RUMAHKU..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Kemahasiswaan ITB
Masa Awal (1920 – 1950)
Sejarah kemahasiswaan ITB memiliki akar yang panjang jika kita merunut pada masa berdirinya sebuah perguruan tinggi milik swasta, Technische Hoogeschool te Bandoeng, tahun 1920. Saat itu para studenten TH Bandung mengorganisir dirinya dalam sebuah wadah bernama Bandoeng Studenten Corps (BSC) atau Corpus Studiosorum Bandungense (CSB), organisasi kemahasiswaan tertua di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sejarah Kemahasiswaan ITB</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Masa Awal (1920 – 1950)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sejarah kemahasiswaan ITB memiliki akar yang panjang jika kita merunut pada masa berdirinya sebuah perguruan tinggi milik swasta, Technische Hoogeschool te Bandoeng, tahun 1920. Saat itu para <em>studenten </em>TH Bandung mengorganisir dirinya dalam sebuah wadah bernama <em>Bandoeng Studenten Corps</em> (BSC) atau <em>Corpus Studiosorum Bandungense</em> (CSB), organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia. Mahasiswa pribumi mengorganisir dirinya dalam wadah tersendiri, <em>Indische Studenten Vereniging</em> (ISV), karena merasa aspirasinya tidak tersalurkan di organisasi BSC. ISV ini memiliki banyak kegiatan seperti akademik, olahraga, kesenian, sampai diskusi politik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada masa awal berdirinya TH Bandoeng inilah, seorang mahasiswa dari Surabaya bernama Raden Soekarno berkuliah di TH Bandoeng tahun 1922, bersama kaum pribumi lainnya seperti Anwari dan Rooseno. Tak lama setelah Soekarno lulus tahun 1926, dia mendirikan partai politik beraliran kebangsaan, Partai Nasional Indonesia di tahun 1927.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tidak banyak yang berkembang ketika TH Bandoeng berubah nama menjadi <em>Institute of Tropical Sciences</em> (1940) dan Bandung Kogyo Daigaku (1944). Namun ketika Indonesia merdeka tahun 1945, warga Bandoeng Kogyo Daigaku yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng (1945) banyak yang mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Nama-nama warga STT Bandoeng yang gugur tertera di Tugu Ganesha.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada masa ini pula berdiri organisasi Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Bandung (1945). Tidak banyak yang tercatat mengenai organisasi ini kecuali bersama-sama staf pengajar yang berkebangsaan Indonesia, memindahkan seluruh kegiatan akademik ke Yogyakarta untuk mendirikan Sekolah Tinggi Teknik di Yogyakarta yang kemudian menjadi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dengan dekannya yang pertama Ir. Rooseno.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ketika Belanda mendirikan <em>Nood Universiteit </em>yang berkembang menjadi <em>Universiteit van Indonesie</em>, kampus STT Bandoeng dijadikan <em>Faculteit van Technische Wetenschap </em>(Fakultas Ilmu Teknik)<em> </em>dan<em> Faculteit van Exacte Wetenschap </em>(Fakultas Ilmu Pasti). Setelah terjadi gelombang kembalinya beberapa mahasiswa dan staf pengajar Indonesia, berdiri beberapa organisasi kemahasiswaan seperti Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (1947), dan Himpunan Mahasiswa Bangunan Mesin dan Listrik (1948).</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Masa Demokrasi Liberal (1950-1959)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada tahun 1950, berdirilah organisasi Dewan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia. Kebetulan di Bandung, berdiri juga Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia Bandung. Pada dekade 1950-an telah terjadi arus politisasi mahasiswa di mana banyak partai politik yang mendirikan organisasi kemahasiswaan untuk menggaet kekuatan dari kampus seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), bagian dari PNI, Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) bagian dari PKI, dan Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) bagian dari Partai Sosialis Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Untuk itu banyak pemimpin organisasi kemahasiswaan kampus seperti Emil Salim (UI) dan Koesnadi Hardjasomantri (UGM) memutuskan pentingnya melegalkan organisasi Dewan Mahasiswa di kampus UI dan UGM. Organisasi kemahasiswaan kampus bertujuan memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam bidang pendidikan, kesejahteraan dan aktualisasi diri, bukan pada persoalan politik praktis. Pada tahun 1955, Dewan Mahasiswa UI Jakarta dan UI Bandung disatukan di bawah kepemimpinan Emil Salim.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Emil Salim sebagai Ketua Dewan Mahasiswa UI dan Koesnadi Hardjasoemantri sebagai Ketua Dewan Mahasiswa UGM memprakarsai apa yang disebut Kuliah Kerja Nyata, di mana saat libur, mahasiswa berkewajiban untuk memberikan penerangan mengenai ilmu-ilmu kepada anak-anak pelajar agar mereka tergerak melanjutkan sekolahnya ke jenjang pendidikan tinggi. Terbukti KKN ini kemudian menyebabkan meledaknya jumlah mahasiswa dari hanya sekitar 50.000 orang di tahun 1950-an menjadi 300.000 orang di tahun 1963.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Untuk memperkuat koordinasi antar organisasi kemahasiswaan kampus, pada tahun 1957 berdirilah Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI) yang dideklarasikan di Aula Barat Fakultas Teknik UI Bandung. Organisasi ini menjadi wadah kedua organisasi kemahasiswaan nasional setelah di tahun 1947 berdiri Persatuan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI). PPMI sempat mengadakan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika (1957) yang dimotori oleh Imaduddin Abdulrahim dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Soedjana Sapiie dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tahun 1957 inilah awal tarik-menarik antar organisasi kemahasiswaan intrakampus (MMI) dengan organisasi kemahasiswaan ekstrakampus (PPMI). Ditambah lagi setelah Presiden Soekarno mendekritkan pembubaran Konstituante dan pemberlakuan kembali UUD 1945, 5 Juli 1959. Namun sebelum dekrit, rencana Presiden untuk mendirikan sebuah pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni diwujudkan dengan memisahkan Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam UI Bandung menjadi Institut Teknologi Bandung, 2 Maret 1959.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dengan berpisahnya UI Djakarta dan UI Bandung dan UI Bandung menjadi ITB, maka beberapa tokoh mahasiswa seperti Piet Corputty (Teknik Sipil) dan Udaya Hadibroto (Teknik Pertambangan) menggulirkan isu berdirinya Dewan Mahasiswa. Usulan ini disepakati oleh himpunan-himpunan mahasiswa di Senat Mahasiswa Teknik, Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, serta Ilmu Kimia dan Ilmu Hayati. Pada tanggal 20 November 1960, ketiga Senat Mahasiswa tersebut melebur menjadi Dewan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (DM ITB) dengan Ketua Umumnya yang pertama Piet Corputty dan Udaya Hadibroto sebagai Wakil Ketua Umum.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dewan Mahasiswa adalah organisasi kemahasiswaan kampus yang berprinsip Pemerintahan Mahasiswa dengan Sidang Dewan Mahasiswa sebagai wakil-wakil Himpunan Mahasiswa dan badan legislatif, serta Badan Pengurus sebagai badan eksekutif. Ketua Umum Badan Pengurus dipilih oleh Anggota Sidang Dewan Mahasiswa dan bertanggung jawab kepada Sidang Dewan Mahasiswa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pekerjaan besar DM ITB yang pertama adalah bagaimana agar ITB tidak dilebur ke dalam Universitas Padjadjaran menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam UNPAD. Pekerjaan ini cukup memakan waktu dan tenaga, bahkan jabatan. Saat Udaya Hadibroto menjabat sebagai Ketua Umum (1962-1963), DM ITB memobilisasi ratusan mahasiswa untuk mengikuti Tri Komando Rakyat demi membebaskan Irian Barat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tanggal 10 Mei 1963, terjadi huru-hara besar di Bandung akibat perkelahian antara mahasiswa pribumi dan Cina. Peristiwa 10 Mei ini melibatkan beberapa tokoh mahasiswa seperti Muslimin Nasution (MS’58) dan Siswono Yudhohusodo (SI’61). Keduanya dijatuhi hukuman penjara 3 sampai 4 tahun. Namun Muslimin Nasution berhasil menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa dibantu Adi Sasono (SI’58) sebagai Sekretaris Umum. Dukungan yang besar kepada Muslimin Nasution menyebabkan Dewan Mahasiswa tidak goyah karena ketuanya dipenjara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada periode ini pula, ITB terkena apa yang disebut Serangan GMNI. Poros mahasiswa kiri GMNI-CGMI-Germindo-Perhimi bersatu menuntut turunnya Muslimin Nasution, dan meminta agar pimpinan Dewan Mahasiswa dibersihkan dari unsur-unsur kontrarevolusioner, anti Manipol-USDEK, dan anti kemajuan. Muncul peristiwa pembakaran patung tokoh mahasiswa, serangan selebaran gelap, demonstrasi untuk menghentikan pemutaran film Barat oleh LFM, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada tahun 1964, Konferensi MMI IV di Malino, Sulawesi Selatan, DM UI, ITB dan UNPAD dikeluarkan dari kepengurusan MMI. Permusuhan antara mahasiswa kanan dan kiri semakin menguat. Munculnya Gerakan 30 September di Jakarta menyebabkan runtuhnya kekuatan mahasiswa sayap kiri di ITB. Ketua Umum DM ITB Rahmat Witoelar bersama Rektor Kolonel Ir. Kuntoadji mendirikan Komite Aksi Pembersihan ITB (KAPI) untuk membersihkan kampus dari unsur-unsur kiri khususnya dosen dan mahasiswa pro-komunis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Aksi-aksi mahasiswa angkatan’66 mulai bergulir di Jakarta dan Bandung. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) terbentuk di berbagai kota dan kampus. Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yaitu: 1. Bubarkan PKI, 2. Turunkan Harga, 3. Retool Kabinet Dwikora. Aksi-aksi yang semula berjalan damai mulai meningkat menjadi bentrokan antara KAMI dan Barisan Soekarno yang terdiri dari mahasiswa GMNI Pro-Soekarno. Terbunuhnya Arief Rahman Hakim, mahasiswa Kedokteran UI, oleh Cakrabirawa tanggal 24 Februari 1966 memunculkan inisiatif DM ITB dan KAMI Bandung untuk mengirimkan Satuan Tugas berjumlah 200 Mahasiswa ke Jakarta. Dipimpin Muslimin Nasution, Deddy Krishna, Fred Hehuat, Adi Sasono, Arifin Panigoro, dan Rudianto Ramelan. Patung Menlu RI H. Soebandrio yang dibuat anak-anak SR ITB menjadi trademark aksi-aksi mahasiswa Bandung di Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Surat Perintah 11 Maret 1966 mengakhiri aksi Tritura. DM ITB kembali ke Bandung. Pada bulan Oktober 1966, diadakan Musyawarah Kerja pertama untuk memperbaiki organisasi kemahasiswaan ITB. Terbentuk Keluarga Mahasiswa ITB sebagai penyempurnaan Dewan Mahasiswa, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) sebagai badan legislatif yang berisi wakil himpunan mahasiswa jurusan, dan Badan Pertimbangan Mahasiswa (BPM) sebagai perwakilan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI, PMB, GMNI, PMII, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dibawah kepemimpinan Purwoto Handoko (1967-1968), Sarwono Kusumaatmadja (1968-1969), Wimar Witoelar (1969-1970) dan Syarif Tando (1970-1971), DM ITB menggulirkan isu <em>back to campus</em> untuk mengakhiri politisasi kampus sejak zaman Orde Lama. Kampus dikembalikan pada fungsinya sebagai wahana pembelajaran dan penerapan Tridharma Perguruan Tinggi. Wakil-wakil mahasiswa di DPR-GR ditarik dan dikelompokkan dalam partai-partai peserta Pemilu 1971.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Dekade 70-an</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Terbentuk unit-unit kegiatan mahasiswa Olahraga dan Kesenian. Unit-unit Olahraga dikoordinasikan oleh Departemen Olahraga dan Unit-unit Kesenian dikoordinasikan oleh Departemen Kesenian. DM ITB sempat mengadakan event nasional seperti Ganesha Intervasity Games, pertandingan olahraga antar kampus Indonesia. Bahkan event regional seperti Konferensi Mahasiswa Asia Tenggara (ASEAUS). Menurunnya minat mahasiswa untuk bergabung di organisasi ekstra kampus memunculkan inisiatif empat mahasiswa yaitu Wimar Witoelar (EL’63), Sarwono Kusumaatmadja (SI’61), Bahder Munir (TK’63), dan Soeparno Satira (FI’63) untuk mendirikan Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK) sebagai think-tank kampus. Berdirinya PSIK menyebabkan unit-unit pendidikan lain berdiri sebagai wahana pembelajaran selain di kelas-kelas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tidak hanya kegiatan besar yang dilakukan Dewan Mahasiswa, Syarif Tando juga menginisiasi pendirian <em>Student Centre</em>, BNI Unit ITB, Toko Kesejahteraan Mahasiswa, PT Pos Unit ITB, asrama dan lain-lain. Maraknya kegiatan kemahasiswaan kembali mengarah kepada politik nasional saat terjadi peristiwa 6 Oktober 1970. Renee Louis Conraad (EL’70) terbunuh di Gerbang Ganesha oleh taruna Akademi Kepolisian angkatan 1970. Peristiwa ini terjadi setelah tawuran antara mahasiswa dan taruna Akpol setelah pertandingan sepakbola di ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Gerakan Mahasiswa bergulir kembali untuk menjadi kekuatan kontrol sosial terhadap Pemerintahan Orde Baru yang dipimpin Jenderal Soeharto. Menguatnya militer, makin korupnya pemerintahan, pemborosan uang negara dalam pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, dan kesenjangan sosial mulai dikritisi oleh mahasiswa. Isu kesenjangan sosial ini meledak di Bandung dalam peristiwa 5 Agustus 1973, kerusuhan berbau rasial. DM ITB yang dipimpin Muslim Tampubolon dan mulai membangun aliansi gerakan bersama DM UNPAD yang dipimpin Hatta Albanik, DM Unpar yang dipimpin Budiono Kusumohamidjojo, dan DM UI yang dipimpin Hariman Siregar untuk mengkritik akar permasalahan bangsa. Mereka menyepakati bahwa masuknya modal asing, korupsi, dan terlalu kuatnya militer adalah penyebab semua ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada tanggal 11 Januari 1974, 35 Dewan Mahasiswa se-Indonesia berkumpul di Bina Graha untuk berdialog dengan Presiden Soeharto menuntut perbaikan kebijakan dan pelaksaanaan pemerintahan. Dialog ini akan ditindaklanjuti dalam sebuah aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta menyambut kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka. Demonstrasi menyambut kedatangan PM Jepang ini malah bergulir menjadi aksi kerusuhan yang dikenal dengan nama Malapetaka 15 Januari 1974 (Malari). Mahasiswa Bandung tidak ikut dalam demonstrasi ini, namun tetap mengadakan aksi demonstrasi di Bandung menggulirkan isu Tritura 1974: 1. Bubarkan Asisten Pribadi Presiden, 2. Turunkan Harga, 3. Tolak Modal Asing.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ditangkap dan dipenjarakannya aktivis UI seperti Hariman Siregar, Judil Herry Justam, Theo L. Sambuaga, Syahrir, Dorodjatoen Kuntjoro-Jakti, dan Prof. Sarbini Soemawinata menyebabkan mahasiswa dilarang berdemonstrasi. Mulailah kampus direpresi dan diskusi mahasiswa dimata-matai oleh intelijen. Konsolidasi organisasi kemahasiswaan ITB mencapai dua tahun (1974-1976), saat kepegurusan Prasetyo Sunaryo (TK’70) dan Daryatmo (TA’70).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dewan Mahasiswa ITB kembali menggulirkan Gerakan Anti Kebodohan (GAK) saat kepengurusan Kemal Taruc (PL’71) dan Irzadi Mirwan (GL’73), tahun 1976-1977. GAK adalah konsep gerakan mendasar tentang pengentasan kemiskinan dan kebodohan dimana DM ITB menuntut direalisasikannya anggaran pendidikan dan wajib belajar 6 tahun, apalagi saat itu jumlah yang tidak bersekolah mencapai 8 juta anak. Saat Pemilu 1977, DM ITB, UI dan IPB mendirikan Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) di Bogor sebagai dagelan politik. Hal ini dipicu oleh pernyataan sikap DPRD Jawa Barat yang menyepakati Soeharto kembali menjadi Presiden RI. Aktivis DPRS seperti Al Hilal Hamdi dan Ramles Manampang Silalahi (DM ITB), Farid Faqih (DM IPB), dan Bram Zakir (DM UI) ditangkap dan ditahan sementara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">DM ITB tidak hanya menuntut pemerintah untuk memperhatikan pendidikan, tetapi juga berkontribusi dengan membentuk Lembaga Bantuan Teknologi (LBT) yang bertugas membantu masyarakat dengan kontribusi berbasis potensi sains dan teknologi mahasiswa ITB. DM ITB juga mendirikan Balai Kesehatan Medika Ganesha, klinik murah untuk mahasiswa dan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">68 Dewan/Senat Mahasiswa se-Indonesia berkumpul di ITB, 27-28 Oktober 1977 untuk menyatakan sikap keprihatinan atas kondisi politik, hukum, ekonomi dan sosial budaya di Indonesia. Indonesia sedang mengarah pada kediktatoran militer. Aksi 10.000 mahasiswa dan pelajar Bandung pada hari Sumpah Pemuda dihadang oleh militer, namun tidak memunculkan bentrokan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Saat DM ITB dipimpin oleh Heri Akhmadi (TA’72), Rizal Ramli (FI’73), dan Indro Tjahjono (AR’73), Keluarga Mahasiswa ITB menyusun Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978. Buku Putih diluncurkan pada aksi mahasiswa ITB, 16 Januari 1978 di lapangan basket dan dihadiri 2000 mahasiswa. Aksi ini diakhiri dengan pernyataan sikap “Tidak Mempercayai dan Tidak Menghendaki Soeharto Kembali Menjadi Presiden RI, KM ITB”. Spanduk bertuliskan pernyataan mahasiswa ini dipasang di depan Gerbang Ganesha.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Akibatnya kampus ITB diserbu dua kali, tanggal 21 Januari oleh Kodam Siliwangi, dan tanggal 9 Februari oleh Brigade Lintas Udara 18 Kostrad. Kampus diduduki 6 bulan lamanya, mahasiswa lama diusir, dan hanya mahasiswa angkatan ’78 yang boleh berkuliah di ITB. Tokoh-tokoh mahasiswa ditangkap dan dipenjara 6 bulan. Perubahan kalender akademik dari Januari-Desember menjadi Juni-Juli. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef menetapkan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus untuk meredefinisi peran, fungsi dan posisi kampus secara mendasar, fungsional dan bertahap.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kampus dan warga kampus dilihat sebagai bagian dari jaringan teknostruktur pembangunan dan harus berpartisipasi dalam pembangunan. Kontrol Sosial Universitas tidak dapat dilakukan karena kampus tidak boleh berpolitik praktis. Untuk berpolitik cukup masuk ke dalam partai politik. Untuk mengendalikan kegiatan kemahasiswaan, maka Dewan Mahasiswa di seluruh Indonesia dibubarkan oleh Panglima Kopkamtib Laksamana Soedomo dan dinyatakan ilegal. Pada tahun 1979, dibentuk Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) yang diketuai Pembantu Rektor Kemahasiswaan. Kepengurusan Unit Kegiatan Mahasiswa, Senat Mahasiswa Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Jurusan dibimbing dan bertanggung jawab kepada pembimbing unit, Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan, dan Tim Pembimbing Kemahasiswaan Jurusan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kebijakan yang dikenal sebagai NKK-BKK 1978 ini dijadikan wahana pergerakan mahasiswa ITB. DM ITB 1979-1980 dibawah pimpinan Aussie Gautama (GL’74), Lilik Asudirahardjo (MS’74), Samsoe Basarudin (EL’75), SB Irawan (GD’74), dan Iwan Basri (GD’76). Saat itu tahun akademik baru 1979 sudah berjalan dan mahasiswa lama sudah boleh berkuliah. Namun karena berbagai insiden, banyak pengurus Dewan Mahasiswa yang diskorsing, DO, ditangkap, ditahan dan dipenjarakan. Kepengurusan Iwan Basri yang berjalan selama 1980-1981 juga tidak banyak bisa bertahan. Akhirnya pada tahun 1982, 22 Ketua Himpunan dan 44 Ketua Unit Kegiatan menyatakan pembubaran Dewan Mahasiswa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Walaupun ilegal, DM ITB selama tahun 1978-1982 tetap dapat melakukan program penting seperti penanggulangan bencana alam, advokasi karyawan Garuda, pembangunan Rumah Belajar untuk masyarakat, dan juga pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Dekade 80-an</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada tahun 1982, terbentuk Forum Ketua Himpunan Jurusan (FKHJ) dan Badan Koordinasi Satuan Kegiatan (BKSK) yang tetap mengkoordinasikan kegiatan kemahasiswaan terpusat ITB. Kuatnya represifitas birokrasi kampus terhadap kegiatan kemahasiswaan menyebabkan munculnya kelompok-kelompok studi. Kegiatan kemahasiswaan mengarah pada studi mendalam mengenai ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya, apalagi setelah aliran filsafat posmodernisme masuk ke Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kegiatan kemahasiswaan tidak dapat dikatakan mati. Tokoh-tokoh mahasiswa seperti Umar Djuoro, Amir Sambodo, Hendardi, dan Syafrudin Tumenggung tetap mempertahankan ruh kemahasiswaan. Muncul event seperti AMISCA Cup, HMS Cup, HMT Cup dan HIMAFI Cup atau Ganesha Football League agar persatuan mahasiswa ITB tetap terjaga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Gerakan Mahasiswa ITB mulai bergulir saat FKHJ 1985-1986 dipimpin oleh Pramono Anung (TA’82) dan Justiani (IF’82). Demonstrasi menyambut kedatangan PM Inggris Margareth Thatcher dan Presiden Perancis Francois Mitterand. Jatuhnya pemerintahan Marcos di Filipina tahun 1986 juga mempercepat gerakan mahasiswa ITB. Mulai tahun 1987-1989, muncul tokoh mahasiswa seperti Fadjroel Rachman (KI’82), Syahganda (GD’84), Enin Supriyanto (SR’84), Ondos Koekeritz (SR’84), Hotasi Nababan (SI’84), Lendo Novo (TM’84) dari ITB, serta Ferry Juliantono dari UNPAD yang mendirikan Badan Koordinasi Mahasiswa Bandung (BKMB) dan Komite Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat (KSMR). BKMB dan KSMR mengadakan advokasi dan aksi demonstrasi atas kasus penggusuran tanah di Kacapiring, Cimacan, dan Badega.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada tanggal 5 Agustus 1989, kedatangan Menteri Dalam Negeri Jenderal Rudini ke kampus ITB untuk memberikan penataran P-4 kepada mahasiswa baru angkatan 1989 disambut dengan demonstrasi pembakaran ban, pelemparan telur kepada Jenderal Rudini, dan usaha pengusiran. Akibat demonstrasi ini, Fadjroel Rachman, Jumhur Hidayat, Enin Supriyanto, Ammarsyah dan Arnold Purba dipenjara selama 3 tahun di Nusakambangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Dekade 90-an</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kemahasiswaan ITB mulai mendapat momentumnya saat Sekjen FKHJ Duddy Sona Lesmana (PL’89) diskorsing tahun 1991. Kompromi mahasiswa dan rektorat saat mengadakan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) 1992 dan 1994 yang dilegalkan oleh Rektor Prof. Wiranto Arismunandar. Sempat terjadi kasus skorsing Yos Alfa (FT’90) dan Muhammad Melyana (FT’90), Ketua Umum HMFT 1993-1994 dan Ketua Mabin HMFT 1993, yang menyebabkan aksi pengunduran diri Deny (SI’88) sebagai bentuk protes atas represifitas birokrasi kampus. Aksi ini didukung oleh ribuan mahasiswa ITB dan juga mahasiswa kampus lain yang sedang mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Fuad Hasan mewajibkan berdirinya Senat Mahasiswa Peguruan Tinggi (SMPT) tahun 1990, mengakhiri era NKK-BKK. Mahasiswa UI, IPB, UNPAD, UGM, ITS dan UNAIR menerima konsep ini. Namun hasil referendum mahasiswa ITB tahun 1993 menghasilkan penolakan SMPT dan menyatakan perlunya pendirian Lembaga Sentral Mahasiswa dari, oleh dan untuk mahasiswa. Pada tanggal 20 Januari 1996, FKHJ dan BKSK ITB mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa ITB berikut kelengkapannya yaitu Kongres dan Kabinet KM ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kasus kematian Zaki Tiffany Lazuardian (FI’95) tanggal 8 Januari 1996 menyebabkan skorsing kepada Budi (Ketua HIMAFI) dan Ridjal (Ketua PPAM 1995). Skorsing ini ditindaklanjuti dengan pembelaan mahasiswa ITB di lapangan basket. Diketahui bahwa Zaki meninggal akibat menderita paru-paru basah dan tidak pernah melaporkan segala sesuatunya kepada Panitia PPAM. PTUN Jawa Barat memenangkan mahasiswa ITB dan membatalkan skorsing. Namun karena tekanan yang kuat, Budi dan Ridjal mengundurkan diri dari ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada bulan April 1996, Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan, Ir. Indradjati Sidi menggulirkan perlunya pendirian SMPT sebagai organisasi kemahasiswaan terpusat. Atas kepentingan legalitas organisasi, maka mahasiswa dan rektorat mengadakan Forum Balai Pertemuan Ilmiah (Forum BPI) diketuai oleh Haru Suwandharu (BI’93), Ketua Nymphaea. Forum BPI tidak menghasilkan kesepakatan apa-apa. Forum TVST diinisiasi juga oleh Pembantu Rektor selanjutnya Ir. Isnuwardianto dan diketuai oleh Vijaya Vitriyasa (MS’94), Kepala Gamais. Forum TVST dibayang-bayangi isu organisasi registrasi dan non-registrasi karena lima himpunan disegel akibat menolak registrasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">KM ITB dan Komite Mahasiswa Unpar mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung pada tahun 1996. Kemudian bersama kampus-kampus Jakarta, KM ITB juga mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa se-Jabotabek (FKMJ) yang disingkat Forum Kota (Forkot). KM ITB, bersama FKMB, Forkot dan juga Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jabotabek (FKSMJ) mengadakan mimbar bebas di sekretariat PDI, jalan Diponegoro yang berakhir dengan Kerusuhan 27 Juli 1996. Saat itu juga organ-organ ini diberi nama Organisasi Tanpa Bentuk.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Krisis Moneter bulan Juli 1997 ditindaklanjuti dengan berdirinya Satuan Tugas Reformasi oleh Syawaludin Lubis (TG’90), Meldy (MS’91), Denda Alamsyah (GD’91), Anto Soedarto (GD’92), Khalid Zabidi (SR’93), Depi Restiadi (TG’94), Widdy Widianto (PL’95), Gandhi (TK’95). Berdirinya Satgas KM ITB untuk Reformasi ini juga dibarengi dengan berdirinya Tim Beasiswa KM ITB tahun 1998 untuk menangani beasiswa dari, oleh dan untuk mahasiswa. Aksi-aksi mahasiswa mulai bergulir, terutama saat Peristiwa Trisakti, Pendudukan Gedung DPR/MPR, dan Peristiwa Semanggi I. Satgas KM ITB bersama FKSMJ dan Komite Mahasiswa Universitas Siliwangi mengadakan dialog nasional bersama Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Megawati dan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Ciganjur yang menghasilkan Deklarasi Ciganjur, 13 November 1998.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada tanggal 7-10 Juni 1998 diadakan Musyawarah Kerja KM ITB di Ciwidey. Pada Muker 1998 ini Konsepsi Organisasi Kemahasiwaan serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ITB disahkan. Konsep Organisasi Kemahasiswaan mengacu pada Konsep Pemerintahan Mahasiswa dan visi Masyarakat Madani yang ditulis oleh Fandy Wijaya (GD’94)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada bulan Oktober 1998, Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahasiswa untuk pertama kalinya sejak KM ITB dideklarasikan kembali, menghasilkan Vijaya Vitriyasa (MS’94) sebagai Presiden KM ITB periode 1998-1999, mengalahkan Khalid Zabidi (SR’93), Ahmad Salahudin (TI’94) dan Heldy (FT’94). Selain itu terbentuk Kongres yang diketuai Yan Ardiansyah (GD’94). Kabinet Vijay berkontribusi dalam mendirikan unit Radio Kampus (RK), mengadakan Hearing Calon Presiden RI bulan April 1999, dan juga berpartisipasi dalam penolakan RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya pada peristiwa Semanggi II, Oktober 1999. Karena FKHJ menganggap kinerja Kabinet Vijay kurang memuaskan, maka pelaksanaan Pemilu Raya 1999 dipercepat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kabinet kedua dipimpin oleh R. Sigit Adi Prasetyo (IF’95) mengalahkan Nurul Wajah Mujahid (KL’95), Zaid Perdana Nasution (TL’96), Arief Wicaksono (TI’95), Iqbal Alfajri (DS’96), Dedi Apriadi (GL’97). Kabinet Sigit berkontribusi dalam mengadakan Olimpiade Olahraga dan Seni Budaya I, penerbitan buletin <em>Soul of Campus</em>, serta <em>Public Lecture</em> yang menghadirkan Nurul Izzah sebagai pembicara. OSKM 2000 yang diketuai Alfari Firdaus (TI’96) hanya dihadiri oleh 400 peserta pada hari pertama dan 900 peserta pada hari terakhir, hal ini terjadi akibat Rektor Prof. Lilik Hendradjaja melarang mahasiswa baru angkatan 2000 untuk mengikuti OSKM.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Dekade 2000-an</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Akibat kegagalan panitia pelaksana Pemilu KM ITB 2000 yang diketuai Safari (TK’97), kandidat Presiden KM ITB yaitu Andri Dwi Setiawan (PN’96), Muhammad Lutfi (TI’96), Muhammad Iqbal (GL’96), Zaid Perdana Nasution (TL’96), Yogi (PN’96), Muhammad Ikhsan (GL’98)<span> </span>dan Dedi Apriadi (GL’97) batal mengikuti Pemilu Raya. Masa Jabatan Kabinet Sigit diperpanjang sampai bulan Maret 2001. Hal ini mengundang kontroversi selain karena melanggar AD-ART, perpanjangan ini juga dilakukan oleh sidang darurat Kongres yang tidak kuorum. Saat kontroversi ini belum selesai, Kabinet Sigit menggulirkan isu Buloggate dan Bruneigate yang memunculkan isu penurunan Gus Dur sebagai Presiden RI. Aksi tanggal 12 Januari 2001 ini mengubah dinamika kampus dari mempertanyakan keputusan Kongres menjadi isu penggulingan Kabinet Sigit.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada tanggal 10 Maret 2001, Abdillah Prasetya (FI’98) Ketua HIMAFI dan Krisna (GD’98) Ketua IMG mengadakan aksi pendudukan Sekretariat KM ITB. FKHJ bersama beberapa unit seperti PSIK, Veritas dan G-10 menyatakan pembekuan Kongres dan Kabinet, pembentukan Badan Pekerja Musyawarah Kerja (BP Muker) yang diketuai Aan Yuhannis (FI’99). Muker KM ITB 2001 menghasilkan keputusan perubahan basis organisasi KM ITB dari jurusan menjadi Himpunan, belum berhaknya mahasiswa TPB untuk memilih, dan pembentukan BKSK sebagai sarana aspirasi Unit Kegiatan. Sebagai informasi, BKSK bubar pada tahun 1997 akibat program relokasi Unit ke Gedung Bengkok dan Sunken Court dan menjadikan beberapa ruang Student Centre dijadikan lahan usaha oleh Birokrasi Kampus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">FKHJ membentuk panitia OSKM 2001 yang diketuai Dinar Maulana (GD’98), Panitia Pelaksana Pemilu Legislatif untuk memilih Senator Himpunan, Badan Pekerja Internal dan Eksternal untuk mengurus masalah advokasi serta gerakan. Kongres 2001-2002 yang dipimpin Deddy Suryadi (PL’97) mengadakan Pemilihan Umum Anggota MWA Wakil Mahasiswa sebagai konsekuensi perubahan status ITB dari PTN menjadi PT-BHMN. Rian Ramadian Nugraha (IF’97) terpilih sebagai Wakil Mahasiswa di MWA mengalahkan Armenda (SI’97) dan Zaid Perdana Nasution (TL’96).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya Oktober 2001 menghasilkan Akbar Hanif Dawam Abdullah (PN’98) sebagai Presiden Kabinet mengalahkan Armenda (SI’97), Adiq Ahmadi (MT’97), Dedi Apriadi (GL’97), Roy Baroes (GM’97), Edison Situmorang (EL’97), dan Khairul Anshar (FI’98), dan Pemilu ini tercatat sebagai Pemilu dengan kandidat terbanyak. Kabinet Dawam menjabat hanya selama 6 bulan dan menjalankan proses transisi serta konsolidasi KM ITB. Selain itu, pada bulan Desember 2001, BEM Bandung Raya dideklarasikan di Aula Barat ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya Maret 2002 menghasilkan pemenang Alga Indria (DS’98) sebagai Presiden mengalahkan Abdi Robbi Sembada (SI’98), M. Hanif (TI’98), Dwi Lesmana (PL’99), dan Andy Hartono (TK’98). Ketua Kongres saat ini adalah Teguh Prasetya (FT’98) dan Anggota MWA Wakil Mahasiswa yang terpilih adalah Indra Madyana (FT’98) mengalahkan Sandy Maruto (SI’98).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">OSKM 2002 yang diketuai Ahmad Mukhlis Firdaus (KL’99) adalah OSKM pertama yang dilegalkan oleh Rektorat karena ada perubahan mendasar antara lain ditiadakannya acara Swasta, perubahan metode dari penindasan menjadi pendisiplinan, dan pembukaan OSKM oleh Rektor. Kabinet Alga banyak mengadakan acara-acara dalam kampus seperti Simfoni Warna-Warni, Ekspresi, Malam 1000 Lilin, Aksi Merah Putih, dan Olimpiade II. Aksi-aksi mahasiswa banyak yang ditujukan untuk membela rakyat kecil seperti advokasi PKL Ganesha, PKL jalan Mustofa, Penanggulangan Bencana Letusan Gunung Papandayan. KM ITB juga mengadakan Kongres BEM Nasional tanggal 1-2 Februari 2003 untuk merumuskan solusi bagi perbaikan bangsa. Tetapi Kongres ini dibayang-bayangi perpecahan mahasiswa akibat tidak ikut sertanya KM ITB dalam aksi menuntut turunnya Mega-Hamzah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Aksi menuntut turunnya Mega-Hamzah sempat diikuti oleh Forum Mahasiswa Peduli ITB yang mengikutsertakan diri pada BEM Bandung Raya. Akibatnya kericuhan antara Kongres dan Kabinet sempat terjadi. Bahkan penyikapan isu invasi AS ke Irak pada 10 Maret 2003 tidak dilakukan oleh Kabinet KM ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya 2003 menghasilkan Ahmad Mustofa (TK’99) sebagai Presiden mengalahkan Muhammad Syaifullah (SI’99), Hendro (TA’99), sedangkan Adi Nugroho (FI’99) mengundurkan diri sebelum pemungutan suara berlangsung. Ketua Kongres 2003-2004 adalah Indra Sembada (EL’2000), dan Anggota MWA Wakil Mahasiswa adalah Fantri Azhari (MS’99). Berlangsungnya OSKM 2003 yang bertemakan “Kreativitas Membangun Integrasi” diakhiri dengan insiden pembubaran di acara penutupan. Hal ini diakibatkan dinyanyikannya lagu kampus dengan gaya rock.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kabinet Tove menggulirkan isu turunnya Mega-Hamzah, menolak RUU Ketenagalistrikan tahun 2003, mengadakan ITB Fair 2004. Bergulirnya isu Pemilu RI 2004 ditindaklanjuti dengan mendirikan Satuan Tugas KM ITB untuk Pemilu 2004 diketuai Otep Kurnia (MA’99). Satgas ini mengadakan Hearing Calon Presiden RI bekerja sama dengan acara Kupas Tuntas Trans TV, mengadakan Civic Education di Bandung, dan mengajak Partai Politik untuk menandatangani kontrak politik agar para politisi tidak melakukan korupsi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya 2004 dimenangkan oleh Anas Hanafiah (EL’00) mengalahkan Oscar Pariang Pakpahan (GM’00). Ketua Kongres 2004-2005 adalah Danny Mukmin Muttaqin (PL’00). Pada masa ini, jabatan Anggota MWA Wakil Mahasiswa dijabat secara rangkap oleh Presiden KM ITB. Kabinet Anas menggulirkan isu kecurangan Pemilu Presiden 2004. Isu pembongkaran <em>Student Centre</em>, dan pengusiran PKL ITB tidak berhasil dikelola dengan baik dan malah menyebabkan insiden Pembakaran Bendera KM serta jas almamater oleh beberapa anggota Unit Tiang Bendera saat Open House Unit 2004.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Peristiwa Pembakaran Jas Almamater ini menyebabkan inisiasi Kongres, Kabinet dan FKHJ untuk mengadakan Forum Rembug Mahasiswa di Lapangan Basket, 24 Agustus 2004. Forum ini menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan perbaikan menyeluruh terhadap masalah seperti hubungan mahasiswa dan rektorat, masalah advokasi, penyikapan isu keluar, serta masalah mendasar organisasi kemahasiswaan, koordinasi, komunikasi, serta kemengakaran elit mahasiswa. Namun karena terjadi insiden berbau SARA, tidak banyak yang mengingat hasil kesepakatan Forum ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kabinet Anas mengadakan banyak acara seperti Temu BEM Se-Indonesia yang diselenggarakan Seskoad, Deklarasi Gerakan Membangun Nurani Bangsa (Gema Nusa) 20 Oktober 2004, pendirian Student Association for Corruption Watch, aksi peduli bencana Tsunami Aceh dan Nias, serta Olimpiade ke-III. Acara Dialog Publik yang dihadiri oleh Anwar Ibrahim, mantan Wakil PM Malaysia dihadiri banyak orang termasuk acara tersukses yang pernah dibuat Kabinet Anas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya 2005 dimenangkan oleh Syaiful Anam (EL’01) mengalahkan Wiyono K. Saputro (TA’01). Kabinet Anam mulai mengalami isu legalitas kaderisasi, kasus skorsing Timbul Harahap (FI’02) dan Ridwan H. K. (FI’02), Ketua Dewan dan Ketua PPAM HIMAFI) akibat kasus PPAM HIMAFI 2004, kasus pembekuan IMG, serta perubahan nama OSKM 2005 menjadi Pengenalan Satuan Akademik dan Kemahasiswaan (PSAK). OSKM 2005 yang diketuai Fitrah Dinata (SI’02) adalah OSKM pertama yang dibayang-bayangi isu legalitas kaderisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lokakarya Kemahasiswaan yang tidak selesai juga menjadi isu yang membayang-bayangi kelanjutan organisasi kemahasiswaan ITB. Bahkan saat ART ITB disahkan per 1 Januari 2006 dengan perubahan jumlah 5 Fakultas menjadi 5 Fakultas dan 5 Sekolah, belum ada kesamaan sikap mahasiswa ITB. Hanya ada pernyataan sikap penolakan implementasi ART ITB yang merugikan kemahasiswaan ITB. Selain masalah kaderisasi dan pola hubungan, Kabinet Anam banyak mengadakan kegiatan seperti aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM, Dialog Publik menyikapi 1 Tahun SBY JK, Pekan Baca Tulis, dan ITB Fair 2006.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya 2006 diwarnai insiden kecil akibat pengulangan proses Pemilu. Pemilu kali ini diikuti oleh 5 kandidat yaitu Dwi Arianto Nugroho (TK’02), Andi Mulyadi Adiwiarta (GM’02), Hendrajaya (IF’02), Syahfitri Anita (KI’02) dan Muhammad Lutfi (FT’03). Kontroversi Pemilu ini bertambah akibat diikutkannya TPB 2005 sebagai hasil amandemen AD ART KM ITB 2006. Pemilu ini dimenangkan oleh Dwi Arianto Nugroho.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">OSKM 2006 yang diketuai Zamzam Badruzaman (FI’03) adalah OSKM ilegal dan hanya diikuti oleh 136 mahasiswa angkatan 2006. Selain dibayangi ancaman DO kepada Presiden dan Ketua OSKM, angkatan 2006 yang mengikuti OSKM juga terancam DO. Pada hari kedua OSKM tanggal 21 Agustus 2006, Keluarga Mahasiswa ITB mengadakan aksi demonstrasi menyikapi penutupan kampus dan ancaman DO. Penutupan OSKM juga yang diakhiri aksi masuk ke dalam kampus juga diikuti oleh ratusan mahasiswa ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tidak harmonisnya hubungan mahasiswa dan rektorat mewarnai Kabinet Dwi. Bagaimanapun juga Kabinet Dwi banyak melakukan kegiatan yang diikuti banyak mahasiswa seperti Mudik Murah, Dialog Publik oleh Prof. BJ Habibie, Sekolah Anti Korupsi, dan Olimpiade ke-IV. Kongres 2006-2007 yang diketuai Helmi (MT’03) mengadakan Sidang Istimewa untuk mengubah AD ART dengan keputusan penting seperti perubahan status anggota muda kepada TPB sehingga angkatan 2006 tidak dapat memilih di Pemilu dan pembentukan Forum Rumpun Unit untuk mengirimkan Senator Perwakilan Unit. Kongres menolak Laporan Pertanggungjawaban Kabinet 2006-2007.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya 2007 dimenangkan oleh Zulkaida Akbar (FI’03) mengalahkan Army Alghifari (MS’04). Kasus yang berkembang pada masa Kabinet Izul adalah kasus parkir, skorsing Presiden KMSR, Ketua Kaderisasi 2006 dan Ketua Angkatan SR’06, dan Draft SK Senat Akademik yang menyatakan bahwa organisasi kemahasiswaan ITB bertanggung jawab kepada ITB. OSKM 2007 yang diketuai Agung Thaufika (MA’04) diubah namanya menjadi PMB 2007 dan akhirnya dilegalkan dengan banyak perubahan konsep dan metode, dengan pertimbangan agar angkatan 2007 dapat berinteraksi dengan seniornya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dialog Intelektual Mahasiswa tiap bulan, Pagelaran Seni Budaya 2007, Pekan Baca Tulis dan ITB Expo 2008 adalah sekian banyak program kerja yang dilakukan Kabinet Izul. Terkait isu Krisis Ekonomi 2008, diadakan Seminar Ekonomi untuk menggagas Sistem Ekonomi Alternatif. Perubahan mendasar dalam metode gerakan dilakukan pada periode ini di mana lebih banyak dialog dan seminar daripada mengadakan aksi demonstrasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemilu Raya 2008 dimenangkan oleh Shana Fatina Sukarsono (TI’04) mengalahkan Gilang Widyawisaksana (GD’04) dan Fikri (MG’05). Pemilu ini memakai sistem pasangan calon Presiden dan calon anggota MWA Wakil Mahasiswa. Wahyu Bagus Yuliantok (PL’04) menjadi Anggota MWA mengalahkan Bobby Rahman (PL’04) dan Ruly (GL’05). Kabinet Shana memulai program kerjanya dengan menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM, mendeklarasikan Rumah Belajar, audiensi dengan Menko Kesra dan Mensesneg terkait kebijakan menaikkan harga BBM, serta KonsolidasI BEM Seluruh Indonesia. Ketua PMB terpilih adalah Aulia Ibrahim Yeru (SR’05) di mana nama Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) diubah menjadi Inisiasi Keluarga Mahasiswa (INKM).</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/200/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/200/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=200&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/24/sejarah-kemahasiswaan-itb-terbaru-untuk-kedua-kalinya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thanks For The Flower, Ridwan..</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/19/thanks-for-the-flower-ridwan/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/19/thanks-for-the-flower-ridwan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 13:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Tentang Kini]]></category>

		<category><![CDATA[STORY OF LIVE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[ 


And I forgot
To tell you
I love you
And the night’s
Too long
And cold here
Without you
I grieve in my condition
For I cannot find the strength to say I need you so
Every time I’m close to you
There’s too much I can’t say
And you just walk away
And I forgot
To tell you
I love you
And the night’s
Too long
And cold here
Without you
Ternyata ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p><a href="http://sayapbarat.files.wordpress.com/2008/07/red-rose-dragon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-195" src="http://sayapbarat.files.wordpress.com/2008/07/red-rose-dragon.jpg?w=400&#038;h=460" alt="" width="400" height="460" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">And I forgot<br />
To tell you<br />
I love you<br />
And the night’s<br />
Too long<br />
And cold here<br />
Without you<br />
I grieve in my condition<br />
For I cannot find the strength to say I need you so</p>
<p style="text-align:center;">Every time I’m close to you<br />
There’s too much I can’t say<br />
And you just walk away<br />
And I forgot<br />
To tell you<br />
I love you<br />
And the night’s<br />
Too long<br />
And cold here<br />
Without you</p></blockquote>
<p>Ternyata ada juga scientist yang romantis. Masa selama satu tahun kita jadian kamu baru kasih bunga sekarang.. Walau aku lebih berharap dikasih buku sama kamu, tapi bunga juga cukup manis&#8230; <em>Eh.. u gave me a flower because of your cough</em>? Walaupun aku biasanya gak terlalu suka dikasi bunga, atau dibanjirin kata2 manis (Jakarta kale.. banjir mulu).. Tapi ada kalanya juga aku jadi <em>melancolic</em> saat dikasih bunga sama kamu..</p>
<p> </p>
<p>Makasi ya bunganya&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/194/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/194/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=194&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/19/thanks-for-the-flower-ridwan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sayapbarat.files.wordpress.com/2008/07/red-rose-dragon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pelecehan Terhadap Perempuan</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/18/pelecehan-terhadap-perempuan/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/18/pelecehan-terhadap-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 11:58:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TENTANG DUNIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Pelecehan terhadap perempuan bukan karena cara berpakan perempuan tersebut, tapi bagaimana kita memandang perempuan tersebut sebagai manusia.

Didi Syafirdi - detikNews
Kairo - Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah
melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan
menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu.
Bentuk pelecehan seksual pria itu, adalah menyentuh, mengerling,
meneriaki hingga eksibisionisme (memperlihatkan alat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pelecehan terhadap perempuan bukan karena cara berpakan perempuan tersebut, tapi bagaimana kita memandang perempuan tersebut sebagai manusia.</p>
<blockquote>
<p>Didi Syafirdi - detikNews</p>
<p>Kairo - Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah<br />
melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan<br />
menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu.</p>
<p>Bentuk pelecehan seksual pria itu, adalah menyentuh, mengerling,<br />
meneriaki hingga eksibisionisme (memperlihatkan alat kelamin di depan<br />
perempuan). Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (18/7/2008)<br />
berdasarkan laporan penelitian Hak Perempuan Mesir.</p>
<p>&#8220;Pelecehan seksual sudah menjadi kebiasaan dan sangat nyata dialami<br />
oleh semua perempuan di Mesir. Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, &#8220;<br />
ujar laporan itu.</p>
<p>Baik penduduk dan turis perempuan di Mesir sering mengalami pelecehan<br />
seksual di jalanan Mesir, kendati lingkungan Mesir dikelilingi<br />
lingkungan Islam yang konservatif.</p>
<p>Sebanyak 98 persen perempuan asing mengaku mengalami pelecehan<br />
seksual di Mesir.</p>
<p>Hasil survei terhadap 2 ribu laki-laki dan perempuan Mesir, serta 109<br />
perempuan asing percaya pelecehan seksual di Mesir mengalami<br />
peningkatan.</p>
<p>Hal ini terjadi karena menurunnya kondisi ekonomi dan rendahnya<br />
kesadaran akan nilai-nilai agama.</p>
<p>62 Persen laki-laki Mesir mengaku telah melakukan pelecehan,<br />
sedangkan 83 persen<br />
perempuan Mesir melapor sering dilecehkan secara seksual.</p>
<p>Setengah perempuan yang disurvei hampir setengahnya mengatakan<br />
pelecehan itu dilakukan tiap hari.</p>
<p>Hanya 2,4 persen perempuan Mesir yang melapor ke polisi atas<br />
pelecehan yang dialaminya. Kebanyakan perempuan ini tidak melapor<br />
karena takut akan merugikan reputasinya dan mereka juga tidak percaya<br />
siapa yang akan menolong mereka.</p>
<p>Sekitar 53 persen laki-laki menyalahkan perempuan, karena membawa<br />
nuansa seksual dengan<br />
mengunakan pakaian yang tidak senonoh.</p>
<p>&#8220;Perempuan dan laki-laki Mesir berdasarkan hasil wawancara, setuju<br />
perempuan yang<br />
memakai pakaian ketat pantas menerima gangguan,&#8221; ujar survei.<br />
(nwk/iy)</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/192/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/192/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=192&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/18/pelecehan-terhadap-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekolah atau Sarang Pengompas??</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/15/sekolah-atau-sarang-pengompas/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/15/sekolah-atau-sarang-pengompas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 15:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TENTANG DUNIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[
Percakapan ini dimulai ketika saya tertarik dengan status message teman saya : 700rb untuk buku pelajaran SMA??
q_mavy: buku apaan?
ini_gita: buku pelajaran sekolah adek gw
ini_gita: 2 sma
q_mavy: serius lo?
q_mavy: moto kopi ajah
q_mavy: gak boleh ya?
q_mavy: atau PDF nya aja
ini_gita: jadi adek gw dikasih list buku, tanpa nama penerbit atau pun judul, cuman harga doang. wajib pula
ini_gita: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>
Percakapan ini dimulai ketika saya tertarik dengan status message teman saya : 700rb untuk buku pelajaran SMA??</p>
<p>q_mavy: buku apaan?<br />
ini_gita: buku pelajaran sekolah adek gw<br />
ini_gita: 2 sma<br />
q_mavy: serius lo?<br />
q_mavy: moto kopi ajah<br />
q_mavy: gak boleh ya?<br />
q_mavy: atau PDF nya aja<br />
ini_gita: jadi adek gw dikasih list buku, tanpa nama penerbit atau pun judul, cuman harga doang. wajib pula<br />
ini_gita: ya mirip sma berita utam akompas hari inilah<br />
q_mavy: loh ko wajib?<br />
q_mavy: kan kita punya hak untuk menolak<br />
ini_gita: adek gw, sialnya, ga begitu peduli<br />
q_mavy: wakakakakak..<br />
q_mavy: lo kalo seumur giyu peduli gak?<br />
ini_gita: jadilah gw dan nyokap gw marah2 sendiri<br />
q_mavy: emang adek lo langsung bayar?<br />
ini_gita: i dunno<br />
ini_gita: belon dibayar mpe sekarang<br />
q_mavy: SMA berapa?biar gw masukin di blog aja sekalian<br />
ini_gita: si papah belum ngasih jatah<br />
q_mavy: kalo ada fotonya lebih bagus<br />
ini_gita: SMAN 3 Jakarta<br />
ini_gita: hahaha<br />
q_mavy: ada foto sekolahnya?<br />
ini_gita: soalnya dulu waktu sma gw ga ada yang namanya gituan<br />
q_mavy: itu wajib? serius?<br />
ini_gita: ga beli ga masalah<br />
q_mavy: ada percakapan antara adeklo dan si guru itu ga?<br />
ini_gita: beli ga pa2<br />
ini_gita: pake warisan ok<br />
q_mavy: gw seriusin nih<br />
q_mavy: biar malu sekalian SMA 3 itu<br />
ini_gita: ya kagak lah, uda dibilang adek gw itu ga pedulian dan rada cuek<br />
ini_gita:<br />
q_mavy: yaudah&#8230; percakapan ym kita gw masukin di blog ya..<br />
ini_gita: hahaha</p></blockquote>
<p>Yang patut dicermati, list buku tersebut tidak tercantum pengarang buku dan penerbit.. yang ada hanya harganya saja&#8230; Mereka mewajibkan si murid untuk membeli buku dari mereka. Padahal, akan lebih baik jika mereka diperkenankan meminjamnya kepada senior atau membeli buku bekas yang lebih murah. Apakah ini sebuah bentuk premanisasi pendidikan yang secara legal mengompas anak didiknya sendiri?</p>
<p>Atau anda dapat membaca kompas on line di bawah ini&#8230;</p>
<blockquote><p>Jakarta, kompas - Hari pertama sekolah, Senin (14/7), siswa dan orangtua dikejutkan dengan biaya pembelian buku pelajaran yang sangat memberatkan. Biaya yang harus dikeluarkan di beberapa sekolah mencapai Rp 1 juta per semester.</p>
<p>Program buku digital yang dicanangkan pemerintah dengan maksud menekan harga buku kenyataannya belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Selain sulit diunduh dari internet, hampir tidak ada sekolah yang menggunakan buku digital itu. Bahkan, banyak kepala sekolah dan guru yang belum mengetahui adanya buku digital itu.</p>
<p>Di sebuah sekolah menengah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, misalnya, pada hari pertama masuk sekolah, kertas fotokopi berisi judul buku, penerbit, dan harga buku yang akan dipakai siswa kelas III SMA jurusan IPA tersebut dibagikan kepada siswa.</p>
<p>”Ada 14 buku yang mesti dibeli. Harga semua buku yang dijual di sekolah hampir Rp 1 juta. Siswa yang mau beli pesan ke bagian Tata Usaha,” kata seorang siswa.</p>
<p>Buku-buku teks yang dipakai di sekolah tersebut merupakan keluaran dari penerbit buku ternama yang umum dipakai di sekolah. Tidak ada satu buku pun yang direkomendasikan dari buku digital yang disediakan pemerintah di situs web Depdiknas.</p>
<p>Ny Ellis, warga Ciledug, Kota Tangerang, harus menyediakan sekitar Rp 600.000 pada semester ini untuk biaya buku pelajaran putranya, siswa kelas II sebuah SMA negeri di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.</p>
<p>Di Bandung, siswa kelas II SMA negeri disodori daftar buku berikut penerbit dan harga masing-masing buku yang jumlah keseluruhannya mencapai Rp 418.000. ”Tidak bisa dicicil karena tahun ajaran baru sudah dimulai,” ujar orangtua murid.</p>
<p>Di Bekasi, selain dikenai uang masuk sebesar Rp 1,5 juta dan sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP) Rp 150.000 per bulan, siswa baru juga harus segera membeli buku yang harganya di atas Rp 420.000 untuk satu semester.</p>
<p>Di Palembang, Sumatera Selatan, orangtua murid juga mengeluh karena selain harus membayar Rp 4 juta untuk uang gedung, sumbangan pengembangan pendidikan, uang seragam dan orientasi sekolah, anaknya harus membeli buku pelajaran yang harganya mencapai lebih dari Rp 350.000 per semester.</p></blockquote>
<p>Jadi&#8230; untuk apa ada buku digital jika memang tidak menguntungkan sekolah ( Satire )  ??</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=190&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/15/sekolah-atau-sarang-pengompas/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nusantara (Oleh Kemal Taruc)</title>
		<link>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/12/nusantara-oleh-kemal-taruc/</link>
		<comments>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/12/nusantara-oleh-kemal-taruc/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 13:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayapbarat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayapbarat.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Di Nusantara ini pernah ada
Sriwijaya,
konon kerajaan besar, yang tinggal namanya
bahkan bekas reruntuhan kotanya pun kita tak tahu dimana.
Tetapi, bekas gudang barang perdagangannya kini masih ada dan berjaya
dengan nama Singapura.
Pernah juga ada
Majapahit,
yang konon sumpah mahapatihnya, Palapa, pernah kita pakai sebagai simbol kesatuan
nusantara, satelit canggih yang kini menjadi barang dagangan dunia,
namun bekas bandarnya
entah dimana sekarang.
Konon masih banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di Nusantara ini pernah ada<br />
Sriwijaya,<br />
konon kerajaan besar, yang tinggal namanya<br />
bahkan bekas reruntuhan kotanya pun kita tak tahu dimana.<br />
Tetapi, bekas gudang barang perdagangannya kini masih ada dan berjaya</p>
<p>dengan nama Singapura.<br />
Pernah juga ada<br />
Majapahit,<br />
yang konon sumpah mahapatihnya, Palapa, pernah kita pakai sebagai simbol kesatuan<br />
nusantara, satelit canggih yang kini menjadi barang dagangan dunia,<br />
namun bekas bandarnya<br />
entah dimana sekarang.<br />
Konon masih banyak lagi, kejayaan lama, Inderapura, Sulu, dan lainnya<br />
budaya besar nenek moyang kita, tapi setelah beberapa abad<br />
tinggal namanya<br />
dan sekedar tapak petilasannya.</p>
<p>Mereka telah punah, sirna, tinggal cerita saja.<br />
Beruntunglah masih ada anak cucunya, yaitu kita di sini, sekarang, yang hidup dalam dunia<br />
kita sendiri, bernama Indonesia yang berumur hampir duapertiga abad<br />
tak ada hubungannya lagi dengan besarnya nama Sriwijaya – (oh, ya, maaf, masih ada<br />
hubungan, dengan Singapura kita menjadi pemasok pelabuhannya dengan hasil alam<br />
Nusantara, dan tempat parkir pencucian uang hasil korupsi) atau Majapahit atau Sulu atau<br />
Inderapura.</p>
<p>Apakah cerita ini akan berulang?</p>
<p>Seratus, dua ratus tahun lagi, akan ada anak-anak muda di Nusantara ini berkumpul dan<br />
membicarakan, seperti kita sekarang ini,<br />
bahwa konon pernah ada sebuat Negara maritim besar, dulunya bernama Indonesia<br />
yang beberapa petilasan kotanya, tenggelamnya desa-desanya, atau rerentuhan pelabuhannya<br />
mungkin masih tertinggal,<br />
dan menjadi tempat kunjungan wisata lokal,<br />
anak muda pacaran<br />
dan orang tua pergi memancing</p>
<p>Seratus, dua dan tiga ratus tahun lagi, ada anak-anak muda di Nusantara,<br />
membahas Negara Kertagama yang entah dimana,<br />
juga ramai membicarakan Pancasila dan Undang-Undang Dasarnya dengan panjang-lebar<br />
mengulas filsafatnya dan semua sejarahnya,<br />
dengan keheranan, kenapa gagasan besar itu menjadi sebuah keterpurukan sejarah?<br />
Lalu mereka berdebat, berspekulasi, berteori, dan mungkin menyusun disertasi antropologi<br />
atau arkeologi, mencoba menjelaskan apa itu Indonesia, apa kehebatannya, apa<br />
kemunafikkannya, apa kebodohannya, apa yang dilakukan para warga negara terhadapnya,<br />
dan apa perannya pada kepunahannya . . .</p>
<p>Apakah cerita ini akan terjadi?</p>
<p>Entahlah . .<br />
Aku di sini bukan mau berspekulasi,<br />
hanya terkadang berfikir, melamun, melenguh seperti sapi tua, menghela nafas,<br />
dan berandai-andai, yang tak ada ujung pangkalnya . . .<br />
Tetapi hari ini, di sini kita berkumpul,<br />
saat ini,<br />
untuk impian dan fikiran yang berbeda.<br />
Bukan melenguh, bukan mengeluh<br />
bukan menghela nafas, bukan mengurut dada.<br />
Kita di sini, berkumpul,<br />
hendak memberikan kesaksian, untuk menghentakkan kaki, melantangkan suara,<br />
meneriakkan kehendak,<br />
dan mengukirkan coretan sejarah pada kanvas masa depan yang masih putih kosong.</p>
<p>Saudaraku,<br />
Aku serukan panggilan, seperti adzan, yang berulang di pagi, siang, sore, petang dan malam,<br />
panggilan untuk bangun, seruan untuk bangkit, hentakan untuk menggeliatkan badan,<br />
menarik langkah, menapakkan kaki, dan memulai perjalanan hari ini dan esok.</p>
<p>Bangunlah Saudaraku, dari nyaman lelapmu,<br />
matahari semakin tinggi, membakar, dalam teriknya yang tak lagi tertahankan oleh lapisan<br />
ozon,<br />
menyengat dan menghisap sumsummu,<br />
bahkan, yang kemarin tak pernah terpikirkan,<br />
drakula-pun terbang di siang hari, sekarang ini, menunggumu,<br />
menancapkan taringnya di ubun-ubunmu<br />
menyebarkan kanker kulit dan mengkeroposkan tulang-tulangmu,<br />
menghisap kering hawa masa depan<br />
yang tak akan tersisa bahkan tak lagi cukup untuk hirup nafasmu.</p>
<p>Bangunlah Saudaraku,<br />
bencana ini bukan fatamorgana dan bukan sekedar mimpi buruk dalam nyaman lelapmu,<br />
Bumimu ini sudah lelah, semakin merekah, menelanmu,<br />
menyemburkan bubur panasnya, melalap melebur-lumatkan mereka yang terlalu lama diam<br />
dalam sembunyinya,<br />
yang tak perduli ketika si buruh dicabik-cabik, diperkosa, diseret, dilindas dan dibuang ke<br />
selokan,<br />
maka prahara datang dan menelanmu, melindasmu, menguburmu hidup-hidup,<br />
sementara kita seperti si dungu terheran-heran kenapa itu bisa terjadi,</p>
<p>Saudaraku, bangunlah,<br />
tak ada pilihan lagi</p>
<p>kalau tidak maka kita harus membayarnya,  dengan darah bayi-bayi kita, anak kita, cucu kita, cicit-cucut kita, Bangunlah,<br />
karena teman tidurmu, sementara engkau terlelap,<br />
telah menjual bumi ini kepada Banaspati global pemakan segala,<br />
dan yang akan memakan lagi, mengeruk lagi, menguras lagi, dan menghabisi,<br />
hingga semua tinggal cerita lama<br />
seperti lamunanku tadi.<br />
Buka matamu Saudaraku,<br />
Lihatlah,<br />
lautmu menjadi tawar tak lagi bergaram, ikanmu mengendap busuk tak lagi berenang, padimu<br />
meranggas kering tinggal alang-alang, belukarmu menjadi umpan api, hutanmu terbakar habis,<br />
minyakmu kering sudah, tinggal lumpur airnya, gas alammu menguap sirna, ternakmu penuh<br />
kurap tak lagi berbulu dan berdaging, unggas-unggasmu menjadi pembunuh dan penyebar<br />
penyakit tak berkesudahan, anak-anakmu makan permen narkoba, mandi di comberan, minum<br />
air berlumpur oli, bayimu lahir membawa HIV dan AIDS, otaknya bernanah, badannya<br />
berlumur darah, dan anak-anak kita gelak-tawanya adalah seringai kematian dalam dan orgi<br />
kekerasan dan kanibalisme.</p>
<p>Di sini lah,<br />
Di kenyataan inilah,<br />
Kita sekarang berdiri.</p>
<p>Haruskah?</p>
<p>Saudaraku,<br />
Di kota ini, di jalan di depan ini, ketika kakiku melepaskan penat kereta malam dan menaiki<br />
kretek berdetak menuju Badaksinga, aku menghirup lembabnya namun terasa hangat memberi<br />
semangat,<br />
Di kota ini aku pernah meletakkan mimpi dan membentangkannya di kabut paginya<br />
Di kota ini darah mudaku pernah terdidih, meluapkan segenap hasrat<br />
ingin memberi, membentuk masa depan, menyisakan senyum dan harapan<br />
menggugat tirani, menyuarakan pekik, membentangkan poster dan spanduk,<br />
membacakan puisi, menggelar panggung, menyanyikan sindiran, menggelar barisan . . .<br />
hingga waktuku tiba,<br />
ketika turun gunung, keluar dari pelukan aman alma mater,<br />
memasuki kehidupan dan, dengan kenaifan percaya diri,<br />
menembus keterluntaan perjalanan kehidupan bangsa ini.</p>
<p>Saudaraku, di sini kita kembali, berkumpul menyatukan sukma, roh kemanusiaan kita,<br />
di kota ini, di sini kita kembali, berkumpul, menyatukan cipta rasa dan karsa<br />
kita nyanyikan “halo halo Bandung” bukan hanya sebagai “kota kenang-kenangan”,<br />
tetapi dengan segenap hati kita gemuruhkan<br />
sebagai “kota gugatan” harapan masa depan generasi mendatang.<br />
. . . . . . . . . . . . [aum suara hati] . . . . . . .<br />
Kupanggil sukmaku, kuminta reinkarnasi dari kehidupannya tigapuluh tahun yang lalu,</p>
<p>Panggillah sukmamu, Saudaraku, panggilah ia, dari kejayaannya limapuluh tahun yang lalu, Panggillah hatimu, Saudaraku, datangkan ia kembali dari kesuciannya duapuluh tahun yang<br />
lalu,<br />
Panggillah gemuruh hatimu, Saudaraku, hadirkan ia dengan segenap hasrat berjuangnya<br />
sepuluh tahun yang lalu dalam nama “reformasi” yang telah luluh cair menyertai hilangnya<br />
kabut pagi dan lembab malamnya kota ini . . .<br />
Kita di sini berkumpul untuk menyatukan semangat semesta &#8212; seratus, limapuluh, tigapuluh,<br />
duapuluh, sepuluh, dan bahkan lima atau setahun yang silam – yang pernah tertumpah di<br />
kampus-kampus, jalan-jalan, taman-taman, gedung-gedung di kota ini,<br />
kita satukan dalam sejarah yang kita ukirkan bersama di tempat ini,<br />
dan kita leburkan dalam satu semangat dan cita-cita bangsa Indonesia untuk berdiri kembali di<br />
abad 21, dan semakin tegak di abad 22, dan berjaya dia abad 23, 24, 25, 30, 50 dan<br />
seterusnya . . . . hingga kiamat tiba !!</p>
<p>Kita canangkan I n d o n e s i a yang kita cita-citakan,<br />
Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
tercermin dari wajah anak balita kita, yang lahir dari ibu yang sehat, dengan gizi penuh, dan<br />
lengking tangisnya menyuarakan sukacitanya terlahir di bumi Nusantara ini.</p>
<p>Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
terpancar dari rona anak-anak SD kita, berjalan tegap, menyanyi dalam gelak, lari menyerbu<br />
masuk ke kelas melepas kerinduan bertemu dengan guru-gurunya yang mereka cintai sebagai<br />
ayah-bunda kedua mereka, bertepuk tangan, berebut acung tangan, berbinar mata mereka<br />
menjawab setiap pertanyaan, mengernyit dahi mereka berfikir-kritis akan kehidupan yang<br />
sedang mereka awali.</p>
<p>Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
tersirat dari sinar wajah para guru, yang tegak, bangga dan haru akan profesinya, sebagai<br />
pandu generasi bangsa, yang hidup tenang dalam kesederhanaan, hidup cerdas dalam<br />
kecukupan tanpa rasa kuatir, yang anak-anak kandung mereka juga bermain bersama dengan<br />
anak-anak muridnya di tempat yang sama, di sekolah yang layak, di halaman yang hijau, di<br />
kehangatan desa dan kotanya, di amannya lingkungan yang terbebas dari hiruk-pikuk<br />
kekerasan dan narkoba.</p>
<p>Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
tarcermin dari sigap dan senyum para pamong-prajanya, para penjaga kedamaian dan<br />
penegak-hukumnya, para pemimpin-pemimpinnya lingkungannya, yang ramah, lembut dan<br />
rendah hati akan profesinya sebagai pelayan pembawa amanat rakyat, yang hidup tenang<br />
dalam kesederhanaan, hidup cerdas dalam kecukupan tanpa kuatir hari esok, yang merasa<br />
malu dan berdosa untuk makan barang dan fasilitas yang bukan haknya, dan merasa bahagia</p>
<p>melayani dan memberi kepada saudara mereka yang lebih miskin dan menderita.<br />
Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
terbangun dari kekayaan alam anugerah Tuhannya, dari kecerdasannya mengelola, mengolah,<br />
dan memanfaatkan lautnya, pulau-pulaunya, pantai-pantainya, sungai-sungai dan danaudanaunya,<br />
gunung-gunung dan lembahnya, hutan-hutan kebun-kebun sawah-sawah, dan<br />
ladang-ladangnya, gas alam, air terjun, logam mineral dan batuan-batuannya, sinar matahari,<br />
hujan, kelembaban dan embun-embun di belukar, jamur-jamur, virus bakteri-bakteri dan<br />
cacing tanah, dan sejuta keaneka-ragaman hayati di darat, di danau, di pantai, di laut, dan di<br />
kedalaman samudera – yang semua terbagai adil menjadi berkah-manfaat buat mereka yang<br />
hidup di tengah ekosistemnya.</p>
<p>Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
dimana berwira-usaha adalah upaya kegotong-royongan Usaha Bersama, dalam senyum dan<br />
bahagia rasa berbagi dan berlomba dalam kebajikan, si Wira memimpin usaha dan si Karya<br />
menjalankannya, ringan sama dijinjing berat sama dipikul, resiko sama dihadapi dan<br />
keuntungan sama dinikmati, seraya memelihara sumber alam, saling menjaga saling memberi<br />
dan berbagi menjaga si-kecil si-papa si-lemah dan si-malang yang terberdayakan, terdengar,<br />
terangkat dan terhormat.</p>
<p>Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
berdaulat bermartabat berkemanusiaan, sebagai Negara Adi Budaya, bukan Adi Kuasa,<br />
dengan keragaman Bhinneka Tunggal Ika, terkumpulnya semua puncak-puncak kebudayaan,<br />
dimana nilai-nilai adat bijak leluhur dan semua jenius pendahulu terolah dalam kecerdasan<br />
alam-hayati dan karya-kerja Nusantara,<br />
sebagai Bangsa Adi Budaya, penyangga keseimbangan dua benua dan dua samudera,<br />
penengah dan pendamai, penyejuk dan peredam gejolak dunia dalam mengarungi dan<br />
menemukan jawab krisis-krisis globalnya, pencetus inspirasi dan penggugah kebajikan,<br />
membangun peradaban dunia dalam kerukunan antar-bangsa dan solidaritas kemanusiaan<br />
menjadi pandu peradaban di planet bumi ini.</p>
<p>Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
sejak hari ini kita berkumpul di sini,<br />
kita gali dari cerita kubur 100 tahun masa lalunya,<br />
kita tobatkan dosa trauma berdarah 50 dan 30 tahun masa gelapnya,<br />
kita rebut kembali 10 tahun masa de-formasi bangsa, tercarut-parutnya kehidupan bangsa,<br />
ulah berhala-berhala politik dan dukun-dukun palsu yang meraja-lela berkedok demokrasi<br />
untuk “pembangunan” dan “negara kesatuan” entah berantah,<br />
kita rebut kembali arena bermain anak-anak kita dari kotoran anjing lapar pemakan bangkai<br />
berbulu reformasi: para politisi-birokrat-tengkulak petualang, penggadai bumi, pembabat<br />
hutan, penyamun lautan, pemangsa manusia, pengedar narkoba, penyebar AIDS, perompak<br />
lasykar baju besi penteror rakyat, pengadu-baku bunuh suku-bangsa-agama sesaudara<br />
Indonesia . . .</p>
<p>Inilah Indonesia yang kita cita-citakan,<br />
yang kita bangun kembali, dengan segenap upaya<br />
kita bersama</p>
<p>Kita cerdaskan pendidikan, dimana sekolah adalah rumah untuk membangun karakter<br />
anak bangsa, dimana buku dan media komunikasi adalah sumber inspirasi untuk<br />
membangun kebudayaan Nusantara, bukan sekedar fotokopi hafalan, hiburan picisan<br />
dan penjual sensasi murahan.</p>
<p>Kita agungkan para guru, para seniman, para rohaniwan dan budayawan, yang bekerja<br />
dengan hati dan kesederhanaan, dan diberikan penghargaan dengan kelayakan<br />
hidupnya tanpa harus menjadi melacurkan ilmu dan nuraninya kepada penguasa.</p>
<p>Kita rasionalisasikan birokrasi yang berakal-sehat, dimana pelayanan publik adalah<br />
ukuran prestasi, dan pelayannya selaku abdi-warga diberi penghargaan berdasarkan<br />
prestasinya, sehingga mereka tak perlu korupsi dan menjual fasilitas kantornya.</p>
<p>Kita tertibkan penegakan hukum, dimana polisi, hakim, jaksa, dan tentara adalah pagar<br />
penjaga tata kehidupan sosial, yang diberikan pengakuan dan penghargaan prestasi<br />
kerjanya berdasarkan disiplin kehormatan dan etika profesi, sehingga mereka tak perlu<br />
memeras dan berpungli, atau menjadi centeng mafia.<br />
Kita awasi dan tertibkan kinerja lembaga demokrasi, dimana anggota badan legislasi<br />
dan politisi dipilih karena mempunyai pemihakan kepada kepentingan bangsa, karena<br />
integritasnya, karena kinerjanya, karena ketauladannya, dan bukan untuk persekutuan<br />
partai atau konspirasi lobi beramplop.l</p>
<p>Kita pahamkan demokrasi dan politik, dimana pemihakkan kepada kesejahteraan<br />
rakyat, pemerangan terhadap kepapaan keterbelakangan keterpurukan, pencanangan<br />
visi Indonesia ke depan adalah menjadi cita-cita semua warga, dan menjadi pemersatu<br />
bangsa lintas semua ideologi dan kepentingan kelompok.</p>
<p>Kita organisasikan kerja-karya-usaha semua warga, olah cipta rasa dan karsa, kucur<br />
keringat, redup mata, bungkuk punggung, lunglai lengan, pegal kaki, adalah ibadah<br />
mulia sebagai Usaha Bersama wujud semangat kegotong-royongan, dan menjadi<br />
tulang punggung kehidupan keluarga, kesejahteraan desa, keunggulan kota, kesatuan<br />
kawasan geo-bio-eko-etnik Nusa-Bahari, kekuatan ekonomi Bangsa lintas benua,<br />
dimana karya cipta dan tenaga terbayarkan layak untuk kecukupan hidup dan<br />
keberlanjutan usaha.</p>
<p>Kita sebarkan persahabatan dan kesetaraan,<br />
juga kehangatan bertetangga dengan bangsa-bangsa di benua-benua antara<br />
yang mereka dan kita saling memerlukan, saling menjaga, saling menghormati,<br />
bertukar dan berdagang dalam pemenuhan kecukupan kesejahteraan masing-masing<br />
warganya tanpa mengorbankan hari depan anak-cucu kita,<br />
berbagi ilmu, teknologi, budaya, dan karya-karya yang mengabdi kepada perdamaian<br />
dan kemanusiaan,<br />
bukan untuk ketamakan entitas Adi Modal dan Adi Pasar,<br />
bukan atas nama kepalsuan “keamanan” dan propaganda ketakutan teror-teror<br />
buatan,<br />
tapi untuk membangun peradaban dunia, Adi Budaya Dunia dan Adi Kemanusiaan,<br />
bumi yang berpelangi, hangat hijau sejuk biru, dan tempat bersemai kehidupan.</p>
<p>Kita jaga kesucian amanat Pencipta,<br />
bumi dan kehidupan ini.<br />
Kita bersihkan untuk sekali dan seterusnya, kecoak-kecoak bangsa dan induk-induknya<br />
yang lari bersembunyi di balik tirai gelap “pasar global” dan “keamanan internasional”<br />
raja mafia dan agen-cecunguk-intelektualnya pengeruk kekayaan Nusantara yang sok<br />
mengatur ekonomi negara yang tak lain untuk ketamakan pribadi dan korporasinya.<br />
Kita eksekusi mereka, dan tak lagi ada pertinggal tengkulak-calo-lintahdarat, penjudigermo-<br />
pengedar-narkoba, penjual-babu-dan-anak, pejabat pencoleng birokrasi,<br />
perompak aset negara, maling-maling bank dan badan usaha negara, informan-agen<br />
provokator pengadu-domba dan pembunuh, dukun-kiai-pendeta-penipu berkedok<br />
spiritualitas-agama, pemeras dan penteror rakyat, penyamun lahan-ladang-hutan dan<br />
perompak laut-bakau-dan-pantai.<br />
Kita habiskan untuk sekali ini dan seterusnya,<br />
sebagai wujud komitmen kita untuk cita-cita kebajikan hidup<br />
keberanian berlaga untuk integritas pengabdian<br />
yang kita pertanggung-jawabkan kepadaNya.</p>
<p>Saudaraku,<br />
Sejak hari ini, kita berkumpul di sini,<br />
kita serukan mars kota ini “ . . . mari Bung rebut kembali!”<br />
bukan untuk negara kesatuan jadi-jadian yang bikinan mereka itu,<br />
melainkan bagi Kesatuan Bangsa-Bangsa Nusantara,<br />
kita-kita, rakyat dan warga di kepulauan bentang khatulistiwa ini,<br />
dan hari depan anak-cucu bangsa,<br />
ratusan bangsa dan bahasa, ribuan langgam tata cara adat kepercayaan seni-budaya agama<br />
dan kepercayaan, jutaan corak tubuh muka wajah warna kulit rambut dan perangai, ratusan<br />
juta kita manusia-manusia hamba Tuhan di Bumi Pertiwi ini.</p>
<p>Kini adalah waktu kita Saudaraku,<br />
Selama ini kita diam, karena kita memang pendiam dan lebih suka berfikir, merasakan dan<br />
bekerja, daripada banyak bicara.<br />
Selama ini kita di belakang, memberikan kekuatan, karena kita mengerti adab dan arti<br />
bergantian, beriring seperti semut yang tertib dan tahu tata susila, ingin memberi kesempatan<br />
kepada yang muda yang baru yang perlu mengambil kesempatan.<br />
Selama ini kita di tengah-tengah, menjadi jembatan, membangun karsa, menjalin jejajaring<br />
dan komunikasi yang sehat, saling mendengar dan saling membisiki akan kebaikan.<br />
Selama ini kita juga di depan, memberikan ketauladanan dalam kerja dan karya di tempattempat<br />
sepi, di kelompok yang terlupakan, dan mengisi arti kehidupan.<br />
Selama ini kita adalah oksigen-oksigen yang memberikan kesegaran, namun terlepas satu<br />
sama lain, dan di tengah angin prahara keserakahan selama ini, terbawa lepas terbang dan<br />
hanya bisa mengisi celah-celah musim yang kering.</p>
<p>Kini adalah era kita Saudaraku,<br />
Elemen-elemen lepas diri kita masing-masing, oksigen-oksigen di sini bersatu dengan hidrogen<br />
di sana menjadi molekul-molekul air dan mengkristalkan diri sebagai butiran es yang tajam<br />
berkilau, bergabung merapat mengendap menghadap Bumi Pertiwi bak lapisan salju bersih<br />
suci, berat sarat penuh energi, berlapis bersusun kompak dalam kelenturan dan kekuatan, siap<br />
menunggu gemertak momentum alam untuk bergerak menjadi avalanche yang merambah<br />
pelan tapi pasti menuruni lembah dan lereng mengguncang serempak dan memporakporandakan<br />
kebathilan status-quo bangunan-bangunan kecongkakan kuasa para penentang<br />
kebajikan . . .</p>
<p>Mari Saudaraku, rebut kembali kurun waktu kita,<br />
abad-abad mendatang<br />
untuk kelanggengan dan kelestarian biru danau, jernih sungai, lebat hutan, hijau sawah,<br />
rimbun ladang, segar air, sepoi angin, kicau burung, tawa si upik, gelak si buyung, canda si<br />
Karya, senyum si Wira, dan sinar bangga kita-kita sebagai anak-anak negeri, anak Nusantara.</p>
<p>Sejak hari ini, kita berkumpul di sini,<br />
kita bersumpah setia kepada hati nurani dan Kebajikan Abadi<br />
kita bangun Nusantara Bahari Negara Adi Budaya<br />
yang masih bernama I n d o n e s i a.</p>
<p>Bandung, 21 Juni 2008<br />
Kemal Taruc</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayapbarat.wordpress.com/185/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayapbarat.wordpress.com/185/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayapbarat.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayapbarat.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayapbarat.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayapbarat.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayapbarat.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayapbarat.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayapbarat.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayapbarat.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayapbarat.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayapbarat.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayapbarat.wordpress.com&blog=1600882&post=185&subd=sayapbarat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayapbarat.wordpress.com/2008/07/12/nusantara-oleh-kemal-taruc/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sayapbarat-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sayapbarat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>