SAYAP BARAT

Korban Pemerkosaan Dipenjara

November 24, 2008 · 18 Comments

Senin, 24 November 2008 | 10:18 WIB

JEMBER, SENIN – Sosok bocah cantik yang bermain di halaman sebuah rumah berdinding keramik pada Kamis (20/11) siang itu, tampak berbeda dari teman-teman sepermainannya. Bocah itu berumur 18 bulan dengan badan gemuk, kulit putih bersih, rambut berombak indah dan hidung mancung. Wajah kearab-araban bocah bernama Rani Dwi Lestari ini gampang dibedakan dengan wajah khas Jawa teman-teman sebanya.

Memang, Rani yang tinggal bersama ibu kandung dan ayah angkatnya di Desa Wringin Telu, Kecamatan Puger, Jember ini berdarah campuran: Jawa dan Arab. Lalu kenapa bocah itu bisa berada di Puger, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Jember?

Rani memang anak kandung dari –sebut saja– Nur, 38. Namun Wagiman, 40, yang telah menjadi suami Nur selama 20 tahun terakhir, bukanlah ayah kandung Rani. Nur mengandung Rani setelah dia diperkosa oleh keponakan majikannya saat bekerja di Jeddah, Saudi Arabia. Sejak tiga minggu lalu, Rani menginjak Indonesia dan kemudian tinggal bersama ibunya di Puger.

Nurs menuturkan, dia mulai pergi ke Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) pada April 2006 lewat PT AG yang berada di Malang. Setahun pertama Nur di Saudi tidak ada masalah. Komunikasi terus berjalan dengan keluarga di Puger, dan bahkan setelah 5 bulan bekerja ia bisa mengirimkan uang Rp 4,2 juta.

Tapi setelah itu komunikasi terputus. Keluarga baru mengetahui kondisi Nur pada Februari 2008 dari kabar lewat sepucuk surat yang ditulis teman Nur di Saudi. Surat itu membuat keluarga di Puger kaget. Sebab, isinya memberitahu bahwa Nur sedang dipenjara di tahanan khusus wanita Ar Ruwais Woman Detention Centre di Jeddah karena perbuatan asusila. Dia dikenai hukuman dua tahun plus hukuman cambuk.

Nur menuturkan, pemenjaraannya berawal ketika dirinya melahirkan Rani pada April 2007 lalu. Nur melahirkan Rani di rumah majikannya Abdullah M Argani di kota Jeddah. Tidak ada yang tahu dirinya melahirkan, namun suara bayi membuat seisi rumah kaget. Penghuni rumah itu akhirnya mengetahui bahwa Nur melahirkan seorang bayi perempuan.

Kelahiran anak Nur itu tentu membuat majikannya kalang kabut. Majikannya lantas menuduh Nur telah berzina dengan orang tidak dikenal. “Padahal, saya sudah berulangkali mengaku bahwa saya diperkosa, dan yang memperkosa itu keponakan juragan sendiri,” tutur Nur dengan polos saat ditemui Surya.

Tetapi, tak satupun keluarga juragannya mempercayai ceritanya. Nur tak menyangka, juragannya yang dia kenal baik dan tidak pelit itu, akhirnya harus melaporkan dirinya ke aparat kepolisian. Karena tuduhan berbuat zina, Nur akhirnya dihukum penjara usai empat hari berada di rumah sakit untuk perawatan kelahirannya. “Saya harus membawa bayi saya karena tidak ada yang mau merawat. Jadi, sejak bayi merah, Rani sudah menemani saya di penjara,” kata Nur sambil agak menerawang.

Untunglah, selama di penjara bayinya mendapatkan perawatan cukup memadai. “Saya bisa meminuminya ASI. Oleh pihak penjara, anak saya juga diberi susu kaleng dan imunisasi rutin. Jadi anak saya sehat,” kata Nur.

Meski berada di penjara, Nur melewati hari-harinya dengan cukup terhibur dan penuh kesibukan karena kehadiran Rani. Suasana berubah ketika hari pelaksanaan hukuman cambuk tiba. Sesuai aturan hukum di Saudi, mereka yang terjerat kasus perkosaan dikenai hukuman cambuk dengan rotan. Dan untuk kasus Nur, dia terancam 2.000 kali cambukan yang mesti dicicil selama 2 tahun.

Nur kemudian bisa berkirim surat ke suami dan keluarganya di Puger. “Saya bilang bahwa saya mempunyai anak karena diperkosa keponakan majikan. Saya minta suami saya untuk menikah lagi. Ternyata dia tidak mau dan akan menunggu saya,” kata Nur, yang mengaku bangga dengan suaminya.

Setelah pihak LSM buruh migran Indonesia mendapatkan info tentang Nur dari para buruh di Saudi, nasib Nur mulai terpantau pemerintah Indonesia. Dan hukuman 2.000 kali cambukan, akhirnya cuma didapatkannya sebanyak 50 kali. “Ada sejumlah wanita Indonesia lainnya yang menjalani hukuman di Ar Ruwais,” ucap Nur.

Pada akhir Oktober lalu, Nur dibebaskan. Tak mau berurusan lebih panjang jika harus menggugat keponakan majikannya, Nur memutuskan segera pulang ke Indonesia.

Sempat Nur ingin memberikan Rani kepada orang Saudi yang berminat. Tapi, justru keluarga dan suaminya di Puger memberi dukungan dan siap menerima kedatangan Nur bersama bayinya. “Suami saya berpesan agar Rani ikut dibawa pulang. Suami saya sangat menerima. Itu yang menguatkan saya untuk menerima keadaan ini dengan pasrah,” kata Nur.

Dari pernikahannya dengan Wagiman, Nur dikarunai tiga anak, yang sudah beranjak remaja. “Saya terharu karena justru suami dan keluarga di sini sangat sayang pada Rani. Tak bisa saya bayangkan jadinya andaikata Rani saya serahkan pada orang Saudi yang menginginkan dia,” ucap Nur. (Sri Wahyunik)

=============================================================

Beginilah kalau asas praduga bersalah dan UU Pornografi diterapkan di negara Barbar.. Perempuan yang dipoerkosa dapat dianggap bersalah karena dianggap menaikkan napsu pemerkosa..

Pertanyaannya adalah, siapakah yang salah jika ada orang kaya yang di rampok? perampok atau orang kaya yang dirampok??

Categories: gender

18 responses so far ↓

  • yesalover // November 24, 2008 at 3:28 pm | Reply

    Hahaha…inilah mbak…ajaran agama yang disalahartikan…gw heran, wong faktanya dah gini banyak, koq orang fanatik masih bilang kalau islam ngehargain wanita…dari mana ? dari surga kaleee ??? hahaha…Makanya mbak, ati2, tar kalau kamu pergi jangan malem2 dan sendir, soalnya klo situ tar diperkosa, situ yang bisa masuk penjara….

  • sayapbarat // November 24, 2008 at 4:51 pm | Reply

    Aku mau dong diperkosa.. biar aku ketemu sama pemerkosanya.. MAU KUTENDANG ITU BIJI!! aku gak kena pasal itu, aku bilang dia menyerang aku, dan aku melakukan pembelaan diri..

  • anggriawan // November 25, 2008 at 1:29 am | Reply

    (di arab,) wanita dan orang asing pula..
    dobel tertindas deh.. kasian.. -_____-”

  • deedee // November 25, 2008 at 12:48 pm | Reply

    Oh, nasib pahlawan devisa… Ekonomi Indonesia masih dapat bertahan juga berkat keringat mereka….. balasannya hanya hinaan, cercaan, siksaan, cambukan, tuduhan…

  • defindal // November 25, 2008 at 4:07 pm | Reply

    haha.. ko jadi ngakak saya bacanya..
    pas bagian setelah kutipan ..
    ko tiba-tiba langsung gitu kalimatnya..

    dah dibaca ulang2,ko saia ga nemu koherensi dan korelasinya :)
    apa logika saia yang ga jalan yah..
    ntar dibaca lagi … hihi…

  • yesalover // November 25, 2008 at 5:44 pm | Reply

    Waduh, klo gitu, gw mesti ati-ati neh kalau deket2 sayap barat, tar bijiq bisa ancur pula…wkkwkwkwwkw…

    Btw, Dif, kalau artikelku yang ini ma yang itu gimana ? Dah ga sarkastik kayak artikel karikatur muhammad kan ?

  • Wijoyo Simanjuntak // November 26, 2008 at 12:00 am | Reply

    ada beberapa hal yang perlu diperkuat oleh pemerintah dalam hal tenaga kerja ini:
    * perlu pembekalan dan pemberian informasi yang lengkap, kuat dan dapat diingat dalam situasi darurat
    * perlu kontrol yang disiplin dari pemerintah RI yang berada di sana untuk secara berkala mengecek keberadaan TKI
    * perlu tekanan/ancaman yang kuat dari pemerintah RI agar di luar sana tidak asal-asalan menghukum TKI
    ….

    rumit sepertinya…

  • indramukmin // November 26, 2008 at 5:31 pm | Reply

    Cukup tragis, tapi untunglah suami Nur adalah orang yang baik dan berlapang dada.

    Btw, you’ve been tagged, friend…

    Lebih jelas nya, visit my blog :

    http://indramukmin.wordpress.com/2008/11/26/10-hal-tentang-aqyu/

  • PMB Bandung // December 4, 2008 at 4:14 pm | Reply

    Memang susah….. akhirnya tergantung kepentingan :)
    SAlam dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung……. tambah kritis saja tulisannya

  • the illustrator // December 8, 2008 at 11:13 pm | Reply

    “Aku mau dong diperkosa.. biar aku ketemu sama pemerkosanya.. MAU KUTENDANG ITU BIJI!! aku gak kena pasal itu, aku bilang dia menyerang aku, dan aku melakukan pembelaan diri..”

    __________________
    mmmm.. sabar ya mbak….

    memang adakalanya sudh jatuh ketimpa tangga, kemudian kecebur di parit trus digigit anjing juga, & trus disangka maling..

    tidak susah ke negeri tetangga
    aku kira di sini juga banyak terjadi

    & semua itu berpangkal dari nafsu
    terutama yang tidak tampak
    ___________________
    tapi omong-omong di aceh
    tidak begitu loh..
    jalan-jalan sendirian malam-malam juga tidak apa-apa

  • somebody // December 13, 2008 at 12:57 am | Reply

    btw, korelasi antara orang kaya dengan cerita diatas apa ya ?? ko saya ga nangkep ya ??
    trus, , kenapa anda tidak berpraduga bersalah juga terhadap si lelaki…hmmm…. mana tau aja
    Untuk pertanyaan yang terakhir, yang salah sapa ?? dua-duanya dong… si penjahat salah jelas karena mengambil barang orang lain secara paksa, dan si kaya salah karena tidak secara rela menyerahkan barang-barangnya… hehehehe….

  • sayapbarat // December 13, 2008 at 11:39 am | Reply

    @somebody (AKA mas Arin):

    Hahahaa.. saya pikir anda nge-jokes untuk menjawab pertanyaan terakhir.. Si kaya gak salah ketika tidak menyerahkan barangnya. karena itu haknya untuk tidak menyerahkan atau menyerahkan.

    Korelasinya adalah : anggap yang diperkosa itu orang kaya karena mempunyai sesuatu yang diinginkan pemerkosa, dan pemerkosa adalah pencuri. Apakah kita mau menyalahkan yang diperkosa karena memiliki sesuatu tersebut yang dirampas oleh pencuri??

    Mungkin anda harus mengerti terlebih dahulu yang dimaksud asas praduga bersalah dan asas praduga tak bersalah. Saya juga menggunakan asas praduga tak bersalah kepada laki2nya yang dianggap pemerkosa. Dan itu seharusnya berlaku pada korban yang dianggap diperkosa di sana.

  • sayapbarat // December 13, 2008 at 2:30 pm | Reply

    @PMB Bandung :
    Makasih.. apa kabar teman2 di sana??

  • Mantoel Toeink // December 20, 2008 at 9:22 am | Reply

    Kok hukumnya terasa timpang sih…?

    Maksud gw masa sama sekali gak diperiksa dobel, yg korban bilang apa ya diperiksa kebenarannya, yg menuntut bilang apa ya diperiksa kebenarannya. Duh kalo alasannya gara2 yg jadi korban tu warga negara asing terus jadi gak ada pemeriksaan silang gitu… hmmm….

    *gak jelas mode: on*

    ya udah buat para TKI/TKW, ntar kalo mau kerja ke luar negeri, mgkn masih mending ke Hongkong daripada Arab atau Malaysia. Di Hongkong jarang kan terdengar kasus semacam ini?

    *gak jelas mode: off*

    Hehe.

  • yesalover // December 22, 2008 at 11:20 am | Reply

    Yesalover´s Unique Softcase..Unique Softcase, Batik Softcase

    btw, nice story…muuv gw numpang ngiklan…hehehe

  • Karl Karnadi // December 23, 2008 at 9:27 am | Reply

    Ejaannya non ;) , “diperkosa”, “dirampok (tanpa spasi)”

  • Ivan // December 27, 2008 at 10:33 pm | Reply

    you’ve been tagged…
    for more info… see…
    http://ivannugraha.wordpress.com/2008/12/27/chicken-tagged-p/

  • jah // May 23, 2009 at 1:14 am | Reply

    akwkwkwkwk
    nasib2…
    drpd ditendang tuh biji lbh baek gigit ajha biar g ic ereksi lage slamanya…..
    mamposs looo……

Leave a Comment