Imagine there’s no gender. It’s not so hard to do.
Babies in rainbow blankets, not just pink or blue.
Imagine all the people, being free to choose…Imagine there’s one pronoun. I wonder if you can.
No such words divide us. No such ‘woman’ or ‘man’.
Imagine all the people. More than just their glands…[chorus]
You may say I’m a dreamer,
But I’m not the only one.
I hope some day you’ll join us,
And the world will be as one.Imagine our potential. It’s easy if you try.
To claim both strength and beauty, with both our wings we’ll fly.
Imagine all the people, free to be themselves.. .[chorus]
(Nyanyikan dengan nada Imagine nya The Beatles)..
Ini saya dapat dari milis, bukan bikin sendiri.. Saya sangat suka dengan liriknya seperti saya menyukain rilik aslinya ..
Enjoy it..

5 responses so far ↓
Wijoyo Simanjuntak // October 22, 2008 at 6:48 pm |
hmm…lebih kelihatan seperti pendukung emansipasi wanita, tapi kalau tidak ada gender (tidak ada wanita dilihat dari sudut pandang pria dan sebaliknya), kira-kira akan seperti apa kehidupan yah?
oya, menurutmu gmn dengan kehidupan homoseksual (gay dan lesbian)?
yesalover // November 27, 2008 at 2:42 pm |
Kesetaraan gender itu perlu ! Tetapi, yang jadi pertanyaan, adakah kaum hawa memposisikan dirinya setara ? Saya lihat masih banyak kaum hawa yang secara sadar/tidak disadari memposisikan dirinya lebih rendah dari kaum laki-laki. Misal, stigma istri yang harus nurut sama suami. Dogma apapula ini ? Kenapa ga suami aja yang nurut ma istri ?
sayapbarat // November 27, 2008 at 4:32 pm |
kamu musti baca UU perkawinan. Dimana negara malah mengekang kesetaraan gender.
sayapbarat // November 27, 2008 at 4:37 pm |
baca : melegalkan diskriminasi
yesalover // November 28, 2008 at 3:15 pm |
O iy ? Aq tolong kirimin donk UUnya…males googling, hehehe…