April 15, 2008...4:23 pm

Celana Gembok -> Peluang Bisnis Baru

Jump to Comments

Akhir-akhir ini kebijakan pemerintah yang latahan akan pornografi dan komuniksi makin lucu saja. komunikasi tiba-tiba dibredel kembali pengan penutupan sementara youtube karena terdapat film “Fitna” di sana. Ibarat membunuh tikus dengan membakar rumah saja kebijakan ini.
Gak kalah dari itu, pemerintah kota makin ikut campur masalah celana tukang pijat. Apa gerangan kelucuan ini dimulai? Ternyata, bupati setempat tersebut takut dengan adanya praktik sex bebas di panti pijat yang makin marak. Tukang pijat perempuannya diwajibkan untuk memakai celana gembok supaya praktik asoy eboy ini dapat dihentikan.
Sayangnya, menurut pengakuan seseorang, kebijakan terebut ternyata semakin mencerahkan perekonomian, terutama untuk tukang kunci di daerah tersebut. Semakin banyak pemesanan untuk membuka celana dalam gembok tersebut. katanya, makin digmbok makin menantang. jadi harga pijat plus-plusnya makin menantang.
Wah.. ini seperti membunuh tikus dengan membakar rumah, tapi tikusnya lagi liburan ke rumah tetangga..(Loh??)

3 Comments

  • Hm…. jadi supaya pria tidak ikut dipersalahkan, maka perempuan yang digembok?

  • kalau menurut saya sih
    1. Dengan dengan diblokirnya akses film fitna di You Tube, akan dapat menghindari terjadinya konflik yang mungkin akan dipicu oleh film tersebut, saya tidak akan membicarakan film tersebut disini tetapi tetap melayani diskusi
    2. Perihal Gembok Celana dalam saya juga tidak setuju, kenapa tidak sekalian saja Panti Pijat yang jelas2 disalahfungsikan itu dilarang saja

  • hahahaha… Memang tuh.. kalau mau pijat mah sama simbok saja.. masak ada tempat pijat segala…

    Saya juga mengerti jika penutupan itu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, tapi akan lebih baik juga berpikir lebih tenang tentang film fitna yang saya nilai sangat buruk (pembuatnya bahkan dibenci di belanda)ini.. Jangan sampai kita terpancing… OK… Anggep saja mereka kutu yang tidak berguna.. Pembuatnya saja tidak dianggap di sana. ngapain kita naggepin (walau saya juga sangat membenci film ini)…

Leave a Reply