Entries from April 2008

April 24, 2008

Titanic Vs (Romeo & Julet)

“Near, far, wherever you are
I believe that the heart does go on
Once more you open the door
And you’re here in my heart
And my heart will go on and on”

Lagi dengerin My Heart Will Go On ny Kenny G….
The Titanic story is not as beautufull as this if they’re can be together……
Wah… jadi semakin apatis nih. [...]

April 24, 2008

Terima Kasih MAHAPUTRA

Didedikasikan untuk seorang MAHAPUTRA..
Bukan berisi penyesalan, Karana aku seorang rasionalis…
Tapi berisi terima kasih… Karena aku ternyata seorang manusia…
Andaikan saja aku lebih dewasa….
Andaikan saja aku sempat memikirkanyya…
Andaikan saja saat ini berarti 2 tahun lalu….
Kita tidak akan canggung dan menahan untuk bertemu
Wacana akan lancar berbicara
Dan rengkuh tangan hanyalah rujak penggembira.
Banyak hal yang dapat kita terima..
Banyak hal yang [...]

April 16, 2008

Sudahkah memberikan COMBANTRIN pada pacar anda?

Akhirnya pacar saya naik 5 kilo setelah meminum combantrin. Ceritanya, dia gak bisa gemuk2 walau makannya lebih banyak dari saya. Lalu, setelah diskusi dan perdebatan yang panjang ( juga berdasarkan rekomendasi laras yang memberikan obat cacing untuk Aan), kami sepakat untuk membeli obat cacing (orang bilang kalo makannya banyak dan gak gemuk2 itu [...]

April 15, 2008

Celana Gembok -> Peluang Bisnis Baru

Akhir-akhir ini kebijakan pemerintah yang latahan akan pornografi dan komuniksi makin lucu saja. komunikasi tiba-tiba dibredel kembali pengan penutupan sementara youtube karena terdapat film “Fitna” di sana. Ibarat membunuh tikus dengan membakar rumah saja kebijakan ini.
Gak kalah dari itu, pemerintah kota makin ikut campur masalah celana tukang pijat. Apa gerangan kelucuan ini dimulai? Ternyata, bupati [...]

April 13, 2008

Beauty Of Math

Beauty of Math!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 [...]

April 13, 2008

Sebuah Penggalan

“Masa itu, rupanya orang-orang intel kewalahan menghadapi tingkah laku sastrawan muda. Mau dilawan tidak ada alasan, jika dibirakan terus iklim bisa rawan. Lalu kami yang tua-tua ditahan. Lalu anak-anak muda itu mereka gerakkan mencari gerakan solidaritas kemana-mana. Maka kesibukan mereka beralih karena kegairahan mendapatkan simpati. Demonstrasi dan baca puisi berhenti.”
Penggalan cerpen A.A. Navis ‘Penangkapan’