Mengutip perkataan dari Harun Yahya yang berisi pembantahan terhadap teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin . Harun Yahya berkata “Bagaimana mungkin molekul-molekul di alam ini secara tiba-tiba membentuk makhluk hidup? Dimulai makhluk hidup bersel satu hingga kemudian bersel banyak dan tersusun begitu sempurnanya sehingga ia bisa survive di alam ini? Dengan begitu kompleksnya susunan makhluk hidup, maka tidak mungkin semuanya terjadi dengan sendirinya. Hal ini dapat disetarakan dengan melempar berbagai logam dari langit kemudian logam-logam tersebut dengan sendirinya membentuk pesawat Boeing 737 ketika sampai di darat.” Namun, argumen tersebut sepertinya terdapat sedikit kekurangan karena menurut teori evolusi, evolusi tersebut tidak bekerja secara total random seperti yang dikatakan oleh argumen Harun Yahya .
Evolusi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu perubahan yang dapat juga disebut sebagai mutasi atau sejenisnya, replikasi, dan seleksi. Dari ketiga proses utama tersebut, yang bekerja secara random adalah proses perubahan atau mutasi. Dalam proses ini terjadi perubahan kode genetik secara acak, karena itu peluang terjadinya mutasi adalah total random. Proses replikasi adalah proses pembentukan yang bekerja berdasarkan pada kode genetik. Dan proses terakhir, yaitu seleksi alam, adalah proses yang membuktikan bahwa evolusi terjadi secara totol random.
Pada proses seleksi alam, tidak semua makhluk hidup yang mengalami perubahan dapat bertahan hidup dan mempunya keturunan. Sehingga kita dapat memutus peluang terjadinya mutasi dari keturunan makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup tersebut. Pemutusan peluang terjadinya mutasi pada seleksi alam tersebut yang menyebabkan evolusi tidak terjadi secara total random. Oleh karena itu, dikenal istilah, “Random mutation followed by non-random selection” dalam teori evolusi.
Kita dapat menganalogikan peluang terjadinya evolusi ini dalam peluang munculnya jenis kartu tertentu dalam kartu remi. Untuk pertama, saya analogikan argumen dari Harun Yahya yang menetang teori evolusi Darwinian . Kemudian saya lanjutkan dengan menganalogikan proses terjadinya evolusi menurut Charles Darwin.
A. Analogi terhadap argumen harun yahya
Saya akan menganalogikan proses pemikiran terhadap argumen yang dilontarkan oleh Harun yahya dalam beberapa langkah:
1. Ambil kartu remi tang terdiri dari 13 kart hati, 13 kartu keriting, 13 kartu as dan 13 kartu wajik
2. Peluang terjadinya kartu tersebut memiliki urutan kemunculan : hati, as, keriting, wajik dengan kemunculan setiap jenis kartu juga berurut dengan urutan : as, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, J, Q, K. ( hal ini dianalogikan dengan peluang terjadinya evolusi)
3. Kita dapat menghitung peluang terjadinya kemunculan kartu berurut tersebut 1/ 52!
Dapat kita lihat, peluang terjadinya kartu tersebut sangat kecil. Jika kita menghitung peluang terjadinya evolusi dengan cara seperti itu, maka argumen yang diutarakan oleh Harun Yahya boleh jadi mempunyai kemungkinan benar yang besar.
B. Analogi terhadap teori evolusi
Saya juga akan menganalogikan teori evolusi dengan prinsip random mutation followed by non-random selection dalam beberapa langkah:
1. Tentukan letak seluruh kartu remi, sehingga terdapat 52 wilayah yang akan ditempatkan oleh kartu-kartu yang berbeda
2. Kocok seluruh kartu remi
3. Jajarkan kartu yang telah dikocok ke wilayah yang telah disediakan ( penempatan kartu terjadi secara acak, sehingga tidak berdasarkan pada wilayah yang telah ditentukan)
4. Kartu yang telah menempati tempat yang benar dikeluarkan dari tumpukan kartu
5. Sisa kartu setelah kartu yang menepati tempat yang benar dikeluarkan, dikocok kembali. Begitu terus sampai seluruh kartu menempati tempat yang benar
Agar lebih mudah, saya akan mencontohkan percobaan yang telah saya kerjakan :
1. Setelah letak wilayah setiap kartu remi ditentukan dan kartu remi dikocok lalu dijejerkan, terdapat 8 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga delapan kartu tersebut saya ambil.
2. Sisa kartu yang berjumlah 44 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 5 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
3. Sisa kartu yang berjumlah 39 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 2 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
4. Sisa kartu yang berjumlah 37 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 6 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
5. Sisa kartu yang berjumlah 31 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 5 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
6. Sisa kartu yang berjumlah 26 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 4 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
7. Sisa kartu yang berjumlah 22 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 7 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
8. Sisa kartu yang berjumlah 15 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
9. Sisa kartu yang berjumlah 12 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
10. Sisa kartu yang berjumlah 9 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 1 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
11. Sisa kartu yang berjumlah 8 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 2 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
12. Sisa kartu yang berjumlah 6 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
13. Sisa kartu yang berjumlah 3 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.
14. Sisa kartu yang ada alah 0, sehingga percobaan ini saya hentikan
15. Sehingga kita dapat menghitung terjadinya peluang dalam percobaan saya adalah 1/13
Dalam percobaan ini, jika dianalogikan dalam teori evolusi, dapat dilakukan dengan sangat sedikit. Jadi, teori evolusi ini dapat mungkin terjadi karena kemungkinan terjadinya evolusi tidak seperti yang terdapat dalam argumen Harun Yahya.
Percobaan yang kita lakukan dapat pula menghasilkan kasus kartu yang tidak menempati tempat yang ditentukan sama sekali. Perbedaan signifikan pada analogi argumen Harun Yahya yang membantah evolusi dan teori evolusi sendiri terletak pada kartu yang diambil pada percobaan. Kartu yang tidak diikutsertakan kembali dalam pengocokan ini dapat kita analogikan sebagai seleksi alam. Sehingga, evolusi bukanlah sebuah kejadian yang total random.

21 Comments
February 22, 2008 at 12:34 pm
Lah, ini kan permainan teori probabilitas, fa?
Haha
February 22, 2008 at 9:22 pm
Teori Darwin tentang evolusi masih bisa dibilang cacat/kurang, karena dia masih belum bisa menjawab rantai putus yang menghubungkan manusia sebagai hasil “akhir” (karena ternyata manusia tidak/belum berevolusi lagi).
Dan klo ternyata Teori Darwin yang benar, Apakah Tuhan sedang bermain dadu?
February 22, 2008 at 9:31 pm
saya gak bilang Darwinian benar atau salah. Namun yang pasti itu mungkin saja darwinian benar.
Ada kutipan menarik dari seorang teman yang juga Darwinian di milis ” Jika Harun Yahya mengatakan bahwa pembentukan makhluk hidup iu seperti logam2 beterbangan yang membentuk boing 747, maka sesuatu yang menciptakan makhluk hidup yang biasa kita sebut tuhan keberadaannya memiliki kemungkinan yang lebih kecil lagi”
yah… itu jika mengikuti konsep probabilitas…
(tidak bermaksud menyerang konsep ketuhanan, hanya memberikan pandangan lain)
March 5, 2008 at 10:32 pm
Punten, numpang komentar..
Konsep ketuhanan gak bisa diterima setengah-setengah. Konsep tersebut harus dipahami utuh serta diterima segala konsekuensi yang mengikutinya. Karena menurut saya teori evolusi itu sangat bertentangan dengan konsep ketuhanan, maka diantara kedua pandangan tersebut harus dipilih salah satunya. Sehingga probabilitas mengenai siapa yang benar tidaklah fuzzy tapi biner.
March 6, 2008 at 10:26 am
Untuk mas loki :
yang saya bantah bukan konsep ketuhanan tapi probabilitas yang diajukan oleh Harun yahya. bukankah harus fair dengan pemaparan ilmiah? mencari pembenaran ilmiah harus berasal dari 0 bukan dari dogma terlebih dahulu. jika suatu teori atau sesuatu keilmiahan lain itu salah ( karena ada penjabaran ilmiah yang lebih baik), seperti hukum newton yg diganti oleh Einstain dg hukumnya, kita harus fair.
May 31, 2008 at 8:21 pm
Teori Evolusi..?? sampah..!!
June 1, 2008 at 12:49 pm
Sepertinya kita harus sepakat jika mengemukakan pendapat harus logis dan jangan asal jeplak.. Mungkin saya terlalu bego hampir gak ngerti maksud sampiyan..
Hehehehehe…
Sepertinya anda punya teori baru.(antitesis dari sebuah teori adalah teori baru. bukan hanya menentang dan tidak punya penjelasan baru..)
June 3, 2008 at 11:04 am
pamit mw kasih comment.. benerx bkn commnet c, cmn pertanyaan aj.. *hheehe
mbak udah pernah bc bukux darwin yg “On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life” ? Guru saya pernah bilang bhwa yg dimaksud dengan teori evolusi Charles Darwin lebih ditekankan pada proses seleksi alam dmn alam akan menyeleksi organisme yg dpt bertahan hidup atw gag. Namun di lain pihak, yg kebanyakan saya dengar itu teori evolusi Darwin menekankan pada proses evolusi atw perubahan bentuk. KLo berdasarkan pendapat guru saya, teori Darwin cukup masuk akal (saya tdk akn blg benar krn saya jg blm pernah bc bukunya ^^). Tp klo pendapat yg kedua [mgkn ini dgn ap yg mbak sebut proses mutasi] saya rasa suatu hal yg -klo blh dikatakan- mustahil. Cz perbandingan terjadinya mutasi secara total random itu -menurut saya- kecil sekali. Bgmn mnrt mbak? yg dmksud dgn sang Bapak Evolusi tu yg pertama atw yg kedua? atw jgn” malah 2-2x lagi? ^^
hatur nuhun mbak… maap klo kepanjangan… klo isa replynya lwt e-mail aj..
June 11, 2008 at 9:05 pm
[...] mengungkit kembali luka lama yang mungkin sudah [...]
July 16, 2008 at 9:07 pm
Mbak, saya ingatkan ya genetika itu tidak dapat anda bandingkan dengan kartu remi, kalau mbak mau memberikan argumen bantahan sertakanlah bukti yang teruji secara ilmiah
July 16, 2008 at 10:04 pm
hanya mengingatkan dengan mudah tentang teori perbandingan…
Sama saja.. harun yahya harus membuktikan dengan teori lain jika membantah teori . Tentunya dengan teori yang harus dibuktikan..
Kita saling membangun toh?
Coba baca beberapa buku tentang genetic.. Jangan hanya The Origin of Species.. Dengan begitu akan mudah saya menjelaskannya..
July 18, 2008 at 12:15 pm
sy pribadi menolak teory evolusi, selama ini blm ada contoh konkrit tentang makhluk hidup yang bisa dianggap sebagai contoh sedang berevolusi, yang ada cuma fosil2 doang. teory evolusi bermula atas penentangan penciptaan oleh ALLAH SWT. sehingga pastinya teory ini hanya cocok untuk orang2 yang tidak percaya kepada ALLAH SWT alias Ateisme
July 18, 2008 at 6:44 pm
Saya percaya saja.. Saya tidak takut jika evolosi terbukti benar.. Tidak penting jika teori ini benar atau salah. Yang sedang kita cari kan pembuktian akan adanya kehidupan. dengan kita mencari kita mendapatkan banyak hal, jika hanya percaya saja tanpa kita buktikan kita hanya mendapatkan rasa mana akan api neraka saja..
Tapi memang harus kita terima jika argumen Harun Yahya ada yang salah. Karena memang beliau salah memahami beberapa bagian dari selektir Random yang dimaksud oleh darwinian.
Anyway.. Tidak percaya dengan Tuhan yang anda maksud bisa jadi beragama lain, agnostic, dan atheis. Munkin anda harus mencari definisi dari kata tersebut..
Salam kenal… Semoga kita dapat saling membangun bukan kekeh pada kepercayaan dan pendapat semata.
August 11, 2008 at 11:03 am
Ada beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan oleh teori evolusi :
1. Perbedaan Jenis Kelamin : Adanya dua jenis kelamin pada setiap spesies yaitu laki - laki, perempuan atau jantan dan betina memperlihatkan kepada kita, sulit untuk percaya bahwa itu terjadi karena proses evolusi. Kalau evolusi memang terjadi maka tidak akan ada perbedaan jenis kelamin. Sulit membayangkan dua jenis spesies hewan bersepakat berevolusi bersama yang satu menjadi betina dan satu lagi menjadi jantan untuk menjadi spesies baru yang sama. Bagaimana mungkin mereka mempersiapkan diri untuk membentuk alat reproduksi jantan dan betina secara kebetulan melalui rangkaian proses evolusi / seleksi alam. Hal itu seperti membayangkan gembok dan pasangan kuncinya tercipta secara kebetulan, sungguh sangat mustahil bisa terjadi.
2. Tumbuhan : Teori evolusi tidak bisa menjelaskan secara tuntas bagaimana ratusan juta jenis tanaman bisa tercipta. Tumbuhan merupakan rantai pertama dalam proses ekosistem makhluk hidup. Tak ada tumbuhan bisa dipastikan akan memusnahkan sebagian besar makhluk hidup dibumi ini. Apakah mungkin kaktus di gurun bisa berevolusi menjadi pohon kelapa, yang mungkin karena tidak sengaja diterbangkan oleh burung dan dijatuhkan di tepi pantai? Tumbuhan memiliki sensitifitas lingkungan yang tinggi. Perbedaan musim, cuaca dan suhu udara bisa menyebabkan mereka tidak bisa tumbuh atau mati. Lalu bagaimana mungkin mereka berevolusi?
3. Kompleksitas Organ Tubuh : Banyak hewan tergantung pada suatu organ tubuh yang harus saling mendukung supaya dapat bekerja. Sebut saja kunang-kunang dengan lampunya, kelelawar dengan gelombang ultrasoniknya, ular dengan sensitifitas lidahnya. Bagaimana mungkin hewan-hewan tersebut bisa berfikir untuk memiliki perangkat istimewa tersebut.Teori evolusi tidak bisa digunakan untuk menjelaskan hewan2 tersebut. Proses evolusi yang memakan waktu lama akan langsung membunuh mereka sebelum perangkat organ tubuh mereka itu sempurna dan siap untuk digunakan.
Saya lebih percaya terhadap “teori penciptaan langsung” dan tanpa proses evolusi.
Tambahan :
Jika proses reproduksi seksual pada tumbuhan, hewan dan manusia adalah akibat dari suatu proses evolusi, maka telah terjadi serangkai kejadian kebetulan yang jumlahnya luar biasa. Pertama, sistem reproduksi kaum jantan yang luar biasa kompleks dan berbeda haruslah secara lengkap dan mandiri berevolusi pada saat yang sama dengan proses evolusi yang terjadi pada kaum betina. Suatu peluang ketidaklengkapan yang terkecil pun akan membuat kedua sistem reproduksi menjadi tidak berguna, dan akibatnya seleksi alamiah akan menentang keberadaan mereka. Kedua, sistem fisik dan emosi dari kaum jantan dan kaum betina haruslah dapat saling menyesuaikan. Ketiga, produk dari sistem reproduksi kaum jantan (baik serbuk sari maupun sperma) haruslah memiliki keserupaan dan pada saat yang sama memiliki kesesuaian secara mekanis maupun kimiawi dengan telur produk sistem reproduksi kaum betina. Keempat, proses detail dan banyak yang muncul dalam tingkat molekul dalam telur yang telah dibuahi pastilah sudah bekerja secara luar biasa tepat dari awalnya. Proses ini hanya dapat ditiru oleh para ilmuwan secara sepotong-sepotong. Dan akhirnya, lingkungan hidup dari telur tersebut, mulai dari konsepsi sampai akhirnya dapat bereproduksi sendiri haruslah terkontrol sampai ke tingkat yang luar biasa detail. Silakan pikirkan, apakah serangkaian peristiwa luar biasa ini dapat terjadi dengan “kebetulan” saja, ataukan memang ada seorang Perancang Yang Maha Pandai yang telah menciptakan sistem reproduksi seksual.
August 12, 2008 at 9:37 am
Dalam eksperimen anda dengan kartu diatas ada suatu “komponen” yang menentukan apakah kartu tersebut sudah pas atau belum? Apakah kartu tersebut harus di kocok kembali atau tidak? Komponen tersebut adalah “anda”. Andalah yang menentukan dengan analisa anda, bahwa kartunya sudah pada posisi yang pas. Tapi kalau kartu alam semesta siapa yang menganalisanya?
Orang atheis senang bermain probabilitas, Mari kita renungkan. Orang atheis bila meninggal, dan ternyata tuhan tidak ada maka selamat. Tapi jika tuhan maka tidak akan selamat. Sedangkan orang yang mengamalkan agama dan percaya kepada tuhan, dan bila tuhan itu ada selamat, jika tidak ada pun juga akan selamat. Jadi anda pilih mana yang kemungkinan 50% selamat atau yang 100% selamat?
Segala sesuatu yang tidak logis belum tentu tidak bisa terwujud. Bahkan sesama manusia bisa beda tingkat pemahaman logis. Jika saya katakan kepada anda saya bisa bicara dengan orang di ujung dunia sana apakah anda akan percaya? Tapi jika saya katakan hal tersebut dengan orang indian apakah mereka akan percaya?. Hasil ciptaan manusia saja banyak yang tidak masuk akal. Teknologi Rendering 3D pada komputer yang bisa menghasilkan gambar realistik dihasilkan dari perhitungan matematika yang sangat rumit. Itu ciptaan manusia, apa mungkin teknologi seperti itu tercipta tanpa ada yang merencanakan?
Kunci sederhana jika kita bisa berpikir jernih dan logis memperlihatkan bahwa semua ini memang tercipta demikian adanya tanpa melalui proses evolusi. Bersikeras evolusi memang terjadi tetap saja memperlihatkan ada kekuatan besar yang mengaturnya sehingga evolusi tersebut bisa terarah.
Mari berpikir logis.
August 12, 2008 at 9:38 am
probabilitas tersebut didapat karena tidak menggunakan paramater pengubahan yang lain.
hal ini berbeda dengan alam yang memiliki banyak cara pengubahan
analogi nya begini:
anda sedang mensejajarkan kartu dengan cara anda, tiba-tiba saya datang dan secara tidak/ dengan sengaja meniup kartu-kartu yang telah tersusun, dan dengan aneh + ajaib kartu-kartu saling berpindah letak
jika mutasi dijadikan alasan:
mutasi diharapkan akan memberikan hasil yang positip bagi mahluk hidup
tetapi pengubahan/ permutasian justru membuat mahluk hidup cacat, contoh albino.
! jika memang mutasi menghasilkan mahluk hidup yang lebih baik, lalu hanya yang lebih baik yang bisa bertahan, pertanyaannya
mampukah mahluk hidup itu menghasilkan keturunan yang memiliki kesamaan dengan dirinya yang sama persis ?
jawabannya adalah tidak, walaupun memiliki atau mewarisi sifat unggul tentu nya juga akan mewarisi sifat cacat dengan plus-minusnya
jika sifat unggul dijaga dengan adanya pemurnian ras (atau dalam hal yang kecil atau untuk organisme tanpa pemikiran, adalah keluarga/ keturunan) justru membuat struktur gen keturunannya mengakumulasi sifat rusak dan cacat.
pendapat pribadi: bukankah justru keturunan indo (ras indonesia dengan ras lain seperti eropa) memiliki paras dan tubuh yang lebih ‘cantik’, walau banyak juga yang tidak (ingat, cuma pendapat pribadi )
gen sangat amat luarbiasa, mak nyos banget
komplex nya.
sewaktu pembentukan gen dilakukan, dibutuhkan enzim tertentu yang dihasilkan oleh gen
pertanyaannya, ayam dulu, apa telur dulu ?
jika beralasan dengan kemungkinan ‘kebetulan ada’, untuk menghasilkan enzim tersebut dilaboratorium saja butuh perhitungan rumit.
jika alam yang tanpa pemikiran sanggup membuatnya persentase adalah … (cape deh)
mendekati sangat amat amat amat kecil. dan kita juga harus ingat ada batas perhitungan probabilitas dimana sebuah kemungkinan menjadi dianggap tidak ada jika dibawah parameter tertentu
August 15, 2008 at 7:46 pm
@ ntalv :
Silahkan anda buktikan proses penciptaan langsung.. Sangat bagus jika anda bisa menjelaskannya.. Mungkin saya dan teman2 yang sering mampir di blog ini akan tertarik..
Wah saya bukan ateis mas.. saya beragama juga. Tapi saya salut sama teman2 yang ateis juga karena mereka tidak hidup dan beragama dari rasa takut. Mereka tidak mau beragama hanya karena takut ternyata tuhan itu ada..
@G3nik :
Di sini saya hanya menjelaskan sampel sederhana random selection di buku The Origin of species.. Ternyata peluang untuk terjadinya penciptaan sang pencipta “penciptaan langsung” lebih mendekati 0..
August 16, 2008 at 9:14 am
Beberapa penjelasan saya tentang bukti penciptaan langsung telah saya sebutkan diatas. Lebih lengkapnya mungkin kita bisa sama2 memperhatikan sekeliling kita, tentang semut bagaimana dia berkomunikasi, tentang capung bagaimana sayapnya simetris, tentang cacing bagaimana dia mencerna makanan, tentang belut listrik dengan listriknya, dan masih banyak lagi.
Beragama bukanlah karena rasa takut. Tapi untuk mengabdi kepada sang pencipta. Pengamatan dan penelitian saya memperlihatkan ini semua diciptakan bukan untuk sia-sia. Pasti ada maksud dan tujuannya.
Sama seperti para ahli robot saat ini, yang berlomba-lomba untuk menciptakan robot yang mandiri, bisa berpikir dan bertindak sendiri. Hal itu untuk mengukur berapa tinggi ilmu mereka saat ini. Padahal mereka sudah berhasil membuat robot yang patuh, memiliki tugas tertentu, dan senantiasa mengabdi kepada pencipta robot tsb? Tetapi mengapa mereka tetap ingin membuat robot yang full artificial inteligence?
Tapi ada banyak agama sehingga kita sering bingung harus mengabdi dengan cara agama yang mana? Setelah saya yakin bahwa ini semua ada yang menciptakan. Saya pun mulai mencari referensi perbandingan seluruh agama. Karena hidup cuma sekali. Setelah baca sana, baca sini, dialog sana, dialog sini. Akhirnya saya yakin bahwa islam adalah agama yang benar.
Marilah, sempatkan sedikit waktu untuk berpikir secara jernih, bebas dari prasangka. Perhatikan apa yang ada dilangit dan dibumi.
“Sesungguhnya didalam penciptaan langit dan bumi terdapat tanda2 kebesaran Allah Swt bagi orang yang berakal”
August 28, 2008 at 6:35 pm
Teori evolusi masih bahan perdebatan di kalangan biologi molekuler dan biokimiawan.
Perkembangan terkini untuk membuktikan teori evolusi dgn menggunakan dispilin ilmu baru yg sdg berkembang pesat : Computational Biology dan Bioinformatics.
Kita membutuhkan data genom seluruh spesies mahluk hidup, kemudian bisa dianalisis berdasarakan phylogenetik (pohon kekerabatan) berdasarkan data urutan DNA. Bahkan sampai pembandingan struktur protein (ekspresi gen) dan regulatory network.
Jadi masih pekerjaan besar para ilmuwan untuk membuktikan teori tersebut benar atau tidak.
Kalau hanya sekedar bermain analogi-analogian, saya kira semua orang bisa melakukan berbagai proprabilitas analogi. Sebagai masayarakat ilmiyah, lebih baik membuktikannya secara eksperimen dan study komputasi.
Salam,
Penghuni Computational Biochemstry Laboratory,
ITB
August 28, 2008 at 6:44 pm
@bengkelmolekul:
Wah boleh tuh.. anyway, saya gak berkesimpulan teori evolusi itu ada.. tapi teori evolusi itu mungkin ada.. Anda dapat lihat dari tulisan sayadi atas .
Dalam tulisan saya, saya menjelaskan tentang random selection dalam buku The Origin of Species. Anda dapat menganalogikan itu karena random selection memang bisa anda analogikan (random selection, bukan teori evolusinya).
@ntalv :
Maaf, anda tidak sama sekali menjelaskan.. coba anda jangan hanya melihat dari sisi agama saja, semoga kita dapat saling memperkaya pemikiran.
Jika anda bilang tidak mungkin untuk terjadinga teori evolusi, maka lebih tidak mungkin (atau lebih susah) menciptakan yang menciptakannya..
September 1, 2008 at 11:52 am
Silahkan lihat disini :
http://www.trueorigin.org/isakrbtl.asp
Sesuatu itu logis tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Sesama manusia saja kita bisa beda tingkat pemahaman logis. Jadi “intinya sesuatu yang tidak logis belum tentu tidak bisa ada”
Contoh :
.Handphone.
Bagi ilmuwan jepang misalnya logis bagi mereka menyusun komponen2 sehingga bisa menjadi alat komunikasi yang dapat terhubung ke satelit diluar angkasa.
Leave a Reply