SAYAP BARAT

Penjelasan Tentang Teori Evolusi : Sebuah Bantahan Tentang Argumen Harun Yahya

February 19, 2008 · 28 Comments

evolution-white.jpg

 

Mengutip perkataan dari Harun Yahya yang berisi pembantahan terhadap teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin . Harun Yahya berkata “Bagaimana mungkin molekul-molekul di alam ini secara tiba-tiba membentuk makhluk hidup? Dimulai makhluk hidup bersel satu hingga kemudian bersel banyak dan tersusun begitu sempurnanya sehingga ia bisa survive di alam ini? Dengan begitu kompleksnya susunan makhluk hidup, maka tidak mungkin semuanya terjadi dengan sendirinya. Hal ini dapat disetarakan dengan melempar berbagai logam dari langit kemudian logam-logam tersebut dengan sendirinya membentuk pesawat Boeing 737 ketika sampai di darat.” Namun, argumen tersebut sepertinya terdapat sedikit kekurangan karena menurut teori evolusi, evolusi tersebut tidak bekerja secara total random seperti yang dikatakan oleh argumen Harun Yahya .

Evolusi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu perubahan yang dapat juga disebut sebagai mutasi atau sejenisnya, replikasi, dan seleksi. Dari ketiga proses utama tersebut, yang bekerja secara random adalah proses perubahan atau mutasi. Dalam proses ini terjadi perubahan kode genetik secara acak, karena itu peluang terjadinya mutasi adalah total random. Proses replikasi adalah proses pembentukan yang bekerja berdasarkan pada kode genetik. Dan proses terakhir, yaitu seleksi alam, adalah proses yang membuktikan bahwa evolusi terjadi secara totol random.

Pada proses seleksi alam, tidak semua makhluk hidup yang mengalami perubahan dapat bertahan hidup dan mempunya keturunan. Sehingga kita dapat memutus peluang terjadinya mutasi dari keturunan makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup tersebut. Pemutusan peluang terjadinya mutasi pada seleksi alam tersebut yang menyebabkan evolusi tidak terjadi secara total random. Oleh karena itu, dikenal istilah, “Random mutation followed by non-random selection” dalam teori evolusi.

Kita dapat menganalogikan peluang terjadinya evolusi ini dalam peluang munculnya jenis kartu tertentu dalam kartu remi. Untuk pertama, saya analogikan argumen dari Harun Yahya yang menetang teori evolusi Darwinian . Kemudian saya lanjutkan dengan menganalogikan proses terjadinya evolusi menurut Charles Darwin.

A. Analogi terhadap argumen harun yahya

Saya akan menganalogikan proses pemikiran terhadap argumen yang dilontarkan oleh Harun yahya dalam beberapa langkah:

1. Ambil kartu remi tang terdiri dari 13 kart hati, 13 kartu keriting, 13 kartu as dan 13 kartu wajik

2. Peluang terjadinya kartu tersebut memiliki urutan kemunculan : hati, as, keriting, wajik dengan kemunculan setiap jenis kartu juga berurut dengan urutan : as, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, J, Q, K. ( hal ini dianalogikan dengan peluang terjadinya evolusi)

3. Kita dapat menghitung peluang terjadinya kemunculan kartu berurut tersebut 1/ 52!


Dapat kita lihat, peluang terjadinya kartu tersebut sangat kecil. Jika kita menghitung peluang terjadinya evolusi dengan cara seperti itu, maka argumen yang diutarakan oleh Harun Yahya boleh jadi mempunyai kemungkinan benar yang besar.

B. Analogi terhadap teori evolusi

Saya juga akan menganalogikan teori evolusi dengan prinsip random mutation followed by non-random selection dalam beberapa langkah:

1. Tentukan letak seluruh kartu remi, sehingga terdapat 52 wilayah yang akan ditempatkan oleh kartu-kartu yang berbeda

2. Kocok seluruh kartu remi

3. Jajarkan kartu yang telah dikocok ke wilayah yang telah disediakan ( penempatan kartu terjadi secara acak, sehingga tidak berdasarkan pada wilayah yang telah ditentukan)

4. Kartu yang telah menempati tempat yang benar dikeluarkan dari tumpukan kartu

5. Sisa kartu setelah kartu yang menepati tempat yang benar dikeluarkan, dikocok kembali. Begitu terus sampai seluruh kartu menempati tempat yang benar

Agar lebih mudah, saya akan mencontohkan percobaan yang telah saya kerjakan :

1. Setelah letak wilayah setiap kartu remi ditentukan dan kartu remi dikocok lalu dijejerkan, terdapat 8 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga delapan kartu tersebut saya ambil.

2. Sisa kartu yang berjumlah 44 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 5 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

3. Sisa kartu yang berjumlah 39 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 2 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

4. Sisa kartu yang berjumlah 37 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 6 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

5. Sisa kartu yang berjumlah 31 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 5 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

6. Sisa kartu yang berjumlah 26 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 4 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

7. Sisa kartu yang berjumlah 22 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 7 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

8. Sisa kartu yang berjumlah 15 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

9. Sisa kartu yang berjumlah 12 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

10. Sisa kartu yang berjumlah 9 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 1 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

11. Sisa kartu yang berjumlah 8 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 2 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

12. Sisa kartu yang berjumlah 6 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

13. Sisa kartu yang berjumlah 3 kartu saya kocok lalu saya jajarkan, dalam penjajaran kedua ini, terdapat 3 kartu yang menempati tempat yang tepat, sehingga kartu tersebut saya ambil.

14. Sisa kartu yang ada alah 0, sehingga percobaan ini saya hentikan

15. Sehingga kita dapat menghitung terjadinya peluang dalam percobaan saya adalah 1/13


Dalam percobaan ini, jika dianalogikan dalam teori evolusi, dapat dilakukan dengan sangat sedikit. Jadi, teori evolusi ini dapat mungkin terjadi karena kemungkinan terjadinya evolusi tidak seperti yang terdapat dalam argumen Harun Yahya.

Percobaan yang kita lakukan dapat pula menghasilkan kasus kartu yang tidak menempati tempat yang ditentukan sama sekali. Perbedaan signifikan pada analogi argumen Harun Yahya yang membantah evolusi dan teori evolusi sendiri terletak pada kartu yang diambil pada percobaan. Kartu yang tidak diikutsertakan kembali dalam pengocokan ini dapat kita analogikan sebagai seleksi alam. Sehingga, evolusi bukanlah sebuah kejadian yang total random.


Categories: science & mathematics

Coret Malam Untuk Ayah

February 19, 2008 · Leave a Comment

father-daughter.jpg

Yah…. Kecilku sealu dijaga olehmu

Seperti sekarangpun aku tetap gadis kecilmu

Yah…. Kepercayanmu berarti bagiku

Gadis kecil ini beranjak dewasa dari itu

Yah…. Muka dingin itu tetap jadi favoritku

Sulit ku membaca alam pikiranmu

Yah… kewibawaan bicaramu itu sealu menyita perhatianku

Ingin selau ku berbicara banyak hal denganmu

Yah…. baru satu tema setiaku

Seorang ayah yang menerima aku dan kejujuranku

Yah…. Kopi telah menjadi minuman favoritku

Teman menghabisakan waktu menikmati dunia denganmu

Yah….kau ingat saat kau mengajariku membetulkan antena atau ledeng pesan terakhirmu?

Seraya kau mengatakan perempuan dan laki2 sejajar di sini

Yah….tatapanmu yang hangat sealu mengingatkanku

Ada seorang ayah yang selalu siap mendengarkanku menangis tanpa menilaiku cengeng

Yah… peluk eratmu tetap membuatku berani berdiri

Tegar dan selalu berani memandang hitam dunia yang tak memihakku

Yah….ingin sekali aku mencium dahimu yang berkerut tegas

Ingin tahu apa yang kau jalani dalam waktu hidupmu

Yah…. izinkan aku menangis di peristirahatanmu

Tenanglah, aku sudah cukup kuat menopang kepalaku

Yah…tidurlah,ini sudah jamanku…..

Tenang dan lihatlah gadis keras kepala itu sudah utuh sayapnya

Yah…. Sesuai janjiku, akan kujaga pertiwi dan ibu

Tak akan kubiarkan mereka menangis dan menunggu

Yah… ingin lagi ku minum kopi seduahanmu.

Menikamati bintang dan mimpi yang belum tergapai..

Ayah… . Kecup salam dariku

Categories: BERBICARA DENGAN AYAH

Aku PEREMPUAN…

February 19, 2008 · Leave a Comment

 

 

philmusart-dali-figure.jpg

 

Sebuah kebimbangan dalam diri seorang aku

Menarik,, menyadarkan bahwa hidup tak pernah membosankan

Ada pertanyaan dengan limit mendekati tak terhingga

Ada penyesalan yang membuat waktu berharga

Kali ini tentang cinta,,

Aku menyadari keberadaannya karena kebimbangannya ada

Sebuah peristiwa yang sulit ku prediksi

Mengkalkulasi tidak lagi menyenangkan

Karena degupan ternyata menyita segala pemikiran

Takut juga ada kegagalan

Namun seorang aku bukan pengecut.

Kegagalan pernah kurasakan dulu,

Ketika ku menolak degupan karena rasa takut

Sebuah kebimbangan dalam diri seorang aku

Bukan untuk melupakan seorang dia yang pernah ada

Dalam melek mataku,,, dalam rebah kelopakku….

Seorang dia yang tak akan pernah bisa berada dalam ketiadaan

Walau tak lagi dalam keabadian

Aneh…

Aku tidak lagi cemas

Pada waktu yang tersita hanya untuk melihatnya

Pada konsentrasi yang terdiam ketika mendengarkan dia bicara

Aku biarkan semua tidak berjalan dalam sebuah prediksi

Sebuah kebimbangan dalam diri seorang aku,,

Yang membuat pernah ada air mata

Tingkah bodoh, yang sering kali ada dalam pikiran yang juga tersadar

Menyadarkan ternyata seorang aku adalah manusia,

Seorang PEREMPUAN…..

Categories: Uncategorized

Setengah Sayap

February 19, 2008 · Leave a Comment

id-amro-ahy-f-wing-204-oct05.jpg

 

 

Aku selalu ingin ada di sampingmu, memandang wajah canggung itu…

Melihat seyummu yang terkesan malu-malu….

 

Aku selalu ingin mendengar suaramu, yang terkadang terdengar lugu,

ataupun hanya ingin sekedar menggoda logatmu….

 

Aku ingin berada di sampingmu…

melihatmu kehabisan kata-kata lalu memandangku….

 

Aku ingin selalu menjailimu…

Hingga kamu kesal dan mengelus kepalaku….

 

Aku jadi ingin menggenggam tanganmu yang berkali-kali melihat tanganku

namun tidak juga menggenggamku…..

 

Aku ingin mengelus rambutmu…

Hanya ingin meringankan beban pikiranmu yang bukan ranahku…

 

Terkadang aku juga ingin melihat puisi yang biasanya kuanggap memuakkan…

Sepertinya itu jadi pengecualian jika itu darimu dan ditujukan untukku…

 

Ingin juga aku mengatakan kata-kata manis, atau kata-kata romantis lainnya…

Namun sulit juga rasanya, tapi bukan berarti aku tidak ingin mengatakan kata-kata itu….

 

Selalu terlihat angkuh dan terkesan acuh….

Berusaha agar dunia berpikir bahwa apapun yang terjadi tidak berpengaruh terhadapku…

 

Namun ada kamu yang mengganggu pikiranku…

Ternyata kamu yang kuberikan otoritas itu…

 

Ada keegoisan yang otoriter di dalam karakterku….

Dan aku tidak berharap kamu berusaha memahami itu…

 

Kamulah yang menggangu pikiranku

Dan aku membiarkan itu……

 

Karena…..

Aku selalu berharap kamu ada di sebelahku, menjadi sayap timurku yang selalu ada ketika salah satu dari kita terbang ataupun berjalan.

Dan aku berharap dapat menjadi sayap baratmu yang selalu ada dari kepakan sayap yang pertama hingga akhirnya tumbang bersamaan

Categories: Cerita Tentang Kini

Mengapa Aku Tidak Pernah Melihatmu

February 19, 2008 · Leave a Comment

apparition_father_daughter_11.jpg

Aku tidak pernah terbayang pernah marah dan kesal padamu. Kita saat itu jarang sekali bercakap bahkan bertegur sapa. entah karena kesibukanku atau kesibukanmu. Ingin sekali aku melihatmu di setiap pertandinganku dan ingin sekali aku mempersembahkan kemenanganku kepadamu yang selalu melihatku bertanding, mengontrol perkembangan latihanku. Tapi tidak, kau tidak pernah ada di sana. Bahkan kau mungkin tidak tau kapan aku bertanding.

Pemberontakanku padamu semakin berlanjut. Ditambah tekanan dari duniaku yang selalu menuntut waktu, kedisiplinan, kedewasaan di umurku yang baru saja bernjak dewasa. LIHAT AKU, SAPA AKU, RANGKUL AKU, BELAILAH RAMBUTKU SEPERTI AYAH LAIN MEMBELAI RAMBUT PUTERINYA. Aku ingin seorang ayah yang memapahku ketika rapuh.

Duniaku menuntut kedewasaan dan pencamuran emosi secara beruntutan. Dan aku semakin terjebak, dalam, dan terlalu nyaman dalam kesalahan di usia yang terlalu muda jika kuingat sekarang. Tidak ada seorangpun yang mengerti, tidak juga kau, seorang yang kucintai.

Suatu hari aku melihatmu di sisi yang berbeda. Persisnya ketika pelatihku memperlihatkan semua video kemenangan dan pertandingan klubku. Di video iu aku menyaksikan orangtua temanku dating, menyoraki anak-anak mereka bertanding dan memeluk anaknya ketika mendapat kemenangan. AKU IRI DENGAN MEREKA. Setelah menonton habis video itu, coach berkata, “ Difa, sampaikan terimakasihku pada ayahmu”, lalu kujawab “ Untuk apa?”, “untuk semua video pertandingan dan beberapa video latihan yang dia rekam, dia merekamnya dengan sangat detail di setap pertandigankita.”

Sekarang aku tahu mengapa aku tidak pernah melihatmu di setiap pertandinganku, di setiap video pertandingan di mana keluarga teman-temanku terlihat di sana. karena kaulah yang memegang handycam nya. Dan kau harus buru-buru kembali ke kantor sehingga aku tidak pernah melihatmu.

Sajak saat itu aku mulai merasakan seorang ayah yang menopangku. Sapertinya aku tahu mengapa tidak pernah melihatmu. Karena kau menopangku di tulang belakangku, sebagai tempat bersandar. Dan kau memelukku dengan keamanan, kehangatan, yang kau tidak sempat perlihatkan saat itu. Bahkan kata-kata “ayah mencintaimu” tidak pernah kudengar walau ternyata kau mengucapkannya( kata mama) setiap malam karena aku terlalu lelah tertidur.

AYAH, AKU JUGA MENCINTAIMU, TERNYATA AKU YANG TIDAK SEMPAT MENGUCAPKAN ITU…, SELAMAT TIDUR….

Categories: BERBICARA DENGAN AYAH

Seorang Dia

February 19, 2008 · Leave a Comment

endless_love_painting.jpg


Seorang dia dalam mimpi

Yang tersenyum menungguku terjaga

Seorang dia yang tak mengusikku saat terlelap

Atau merayu ketika mataku terbuka

Seorang dia yang cemburu pada bantal dan selimutku

Namun malu-malu, Yakin aku karena dia lugu

Seorang dia yang iri pada mentari katanya

Karena menjemputku pada waktu yang membawaku pergi

Di alam mimpiku

Dia tak mengalir dalam langkah yang kutempuh

Namun tidak diam hanya melihatku

Seorang dia dan aku.. Hanya bertemu ketika mentari lelah dan bulan menyerahkan waktuya

Seorang dia yang menerimaku apa adanya

Mencintaiku tanpa alasan entah mengapa

Memberikan nalar pikiran yang abstrak

Menerima logikaku yang terkadang membuatku muak

Seorang dia dulu pernah ada tidak dalam imajinasi belaka

Ketika mentari kami tak satu waktu lagi dan bulan tak kami lihat bersamaan, aku pergi

Karena seorang dia memiliki waktunya yang tidak ia sadari da aku memiliki waktuku tanpa toleransi

Seorang dia tak akan kembali lagi dalam mimpiku malam ini

Mimpi seorang aku yang tak menikmati mimpi-mimpi malam hari

Categories: Cerita Tentang Dulu

Cerita Malam Yang Tidak Biasa

February 19, 2008 · 1 Comment

father.jpg

 

Yah….

kau mungkin akan menumpahkan kopimu jika waktu kita masih ada

Kau mungkin akan menatapku sambil mengerutkan alis

Bertanya-tanya ada apa dengan putriku?

Yah…

kau mungkin sudah menyadrinya ketika mungkin aku salah memasukkan garam ke dalam kopimu…

Melihatku bertingkah aneh dan tidak terlihat tidak terlalu peduli dengan diskusi malam yang tidak sehat kita..

Dan mataku yang besar tidak lagi berbinar ketika kita tidak saling betukar ide…

yah…

kau mungkin akan bertanya walau udah sadar akan apa yang terjadi dengan puterimu..

Melihatku dengan muka yang jail dan berkata…

Siapa pawang macan yang galak dan susah diatur itu?

Dan kau akan terus tertawa sehingga ibu ikut mendengar dan berkata dengan jahil juga,

bahwa ia akan membuat bubur merah persis ketika aku mendapatkan menstruasi pertama…

yah…

Andaikan kau masih dapat melihatku tesipu di balik muka angkuhku…

Yang menentang untuk menunduk dan benci untuk membungkuk…

Tapi yah….

Ada suatu saat ketika keangkuhan itu kulupakan…

Dan berdiri sendiri tidak lagi menyenangkan…

bahkan berpikir logis juga aku sengaja tidak menjadikannya pertimbangan…

Suatu saat ketika aku bersamanya, dan melihatmu terawa melihat tingkahku…

Yah…

Andaikan Kopimu masih dapat kurasakan, apakah kau akan terus menertawaiku…

dan berkata seperti biasa bahwa hal itu sudah dapat kau prediksikan…

Dan berkali-kali aku tidak percaya walau sudah terjadi sebelumnya…

Sambil berkata lagi, aku sudah menjalani kisah itu dan kutau benar kenangkuhanmu adalah turunanku…

Karena itu semua aku bertemu dengan ibumu, yang menjadi pawang macanku, dan penawar semua keangkuhan, ego, sifat keras kepala, keambiusan dan segala sifat keras lainnya yang aku wariskan padamu…

Yah…

Diskusi malam ini mungkin tidak hanya tentang politik

Tapi juga tentang CINTA…..

Dan Ideologi setengah pasang sayapku…


 

Categories: BERBICARA DENGAN AYAH

Diskusi Tanpa Akhir

February 19, 2008 · Leave a Comment

 father_and_son_b.jpg

 

Pak tua… diskusi kita belum pernah usai bukan?

Memang jaga pernahkah awali dengan  sadar?

Ada sebuah rasa seru, menikmati perang-perang pikiran, pernah kau rasa juga bukan?

Ada kebohongan yang meronta ingin kau ungkap, ternyata memang waktu irit dengan cerita

Kesepian pernah tidak kau perdulukan juga sepertinya

Aku tahu juga ada rasa gengsi mengungkapkannya

Pak tua…. Ternyata dunia tidak lagi terasa

Mungkin ada salahnya juga kita berpikir

Terlalu banyak,

Terlalu lelah bukan……

Ternyata memang kita butuh untuk berpikir sederhana,

Tak perduli dan memilih berbagai urusan

Berulang kali aku menyadari kata seperti barusan

Namun seperti biasa, Seorang skeptis bernama Aku ini terlalu suka mempertanyakan

Pak tua…. pernhkah kau merasa lelah mempertanyakan?

Pernahkah kau mencoba menikmati kepercayaan?

                                                                            

 

 

 

Categories: BERBICARA DENGAN AYAH

Pak Tua

February 19, 2008 · Leave a Comment

father-and-child.gif

Pak tua, bangunlah. Diskusi kita belum berakhir dan tegukkan terakhir dari gelas kopi kita belum kita minum. Kopi hitam yang selau kau suguhkan dengan enak. Apakah kau sudah kalah dengan jaman sekarang? Apakah tubuhmu terlalu usang hingga hanya bisa merebah? Kau yang menentang jaman dengan kuat dan dikhianati waktu yang mengerogoti tiap sendi kekuatanmu. Kau yang berani manapaki tiap arah tanpa takut salah. Turunlah dari dipan yang membelenggu tanganmu. Berjalanlah lagi….. berteriaklah lagi… (more…)

Categories: BERBICARA DENGAN AYAH

Kapan Bajaj Belok?

February 19, 2008 · Leave a Comment

bajaj1.jpg

Pada suatu ketika, 4 orang perempuan tak taat peraturan memilih untuk menggunakan jasa babaj daripada jalan kaki ke suatu tempat yang sebenarnya tidak terlalu jauh. Keempat perempuan itu adalah ibu angkat saya, ibu kandung saya, adik saya, dan saya sendiri. Kami cukup berani dengan memaksakan diri menaiki bajaj itu berempat-entah karena yakin kami terlalu proporsional atau pelit- untuk ke tempat tujuan berikutnya.

Seperti biasa, bajaj membuat kami bergetar. terkadang, berbicara pun seperti tidak ada gunanya. kami tidak telalu peduli pada ketidaknyamanan ini, hitung-hitung wisata jakarta saja dengan menaiki bajaj. lalu tiba-tiba bajaj yang kami naiki berbelok tajam, sehingga bajaj miring sebelah dan pintu penumpang yang terkunci longgar terbuka mendadak “BRAKKK…” saya hampir terlempar ke luar karena sialnya pada saat itu menjadi penumpang terdekat dari pintu keluar. Masih tercengang dan 3 penumpang perempuan lainnya yang memang biasanya panikan dan kagetan terdiam dan suasana dramatis mencekam. Tiba-tiba abang bajaj menoleh ke penumpangnya ” Maap bu, neng,… Namanya juga bajaj. Mobil belakang juga gak tau, makanya hampir nubruk ni bajaj waktu mau belok. Kan kagak ade sen nya……”

Well, Ok… ternyata baru tahu kalau bajaj gak punya sign buat belok. Bajaj yang kami tumpangi itu berbelok tajam karena mobil yang di belakang hampir menabrak ketika kami mau sedikit berbelok. Sedikit pelajaran untuk saya.

Pertanyaan : Siapa yang tahu ketika bajaj di depan anda akan berbelok?

Jawab          : Hanya abang bajaj yang bersangkutan dan Tuhan yang tahu

Categories: ABOUT OUR MIND